Anatomi Dan Fisiologi Reproduksi Ternak Jantan SMK Peternakan Kelas 11

Friday, April 15th, 2016 - Kelas 11 SMK, SMK A.P. Ternak

Anatomi Dan Fisiologi Reproduksi Ternak Jantan

Tugas utama bagi pejantan adalah mampu memproduksi calon–calon individu baru yang normal dan sehat. Calon-calon individu baru ini disebut spermatozoa. Untuk mendapatkan keturunan yang baik maka sebagai pejantan harus mampu menghasilkan spermatozoa yang baik dan sempurna. Dari spermatozoa yang baik diharapkan akan menghasilkan individu-individu yang baik pula.

Anatomi Dan Fisiologi Reproduksi Ternak Jantan SMK Peternakan Kelas 12

Mengenal Anatomi Dan Fisiologi Reproduksi Ternak Jantan

Sistim reproduksi ternak jantan terdiri atas :

  • sepasang testis atau disebut gonad, buah zakar atau kelenjar kelamin utama.
  • saluran reproduksi yang terdiri atas epididymis, vas deferens, ampula dan urethra Saluran ini dilengkapi dengan kelenjar accesories atau kelenjar tambahan dimana kelenjar ini fungsinya untuk mengencerkan sperma.
  • alat kelamin bagian luar, yang terdiri atas penis, yang dibungkus oleh preputium dan Scrotum

1. Gonad (Testis)

Testis merupakan bagian alat kelamin yang utama. Pada hewan mamalia terdiri dari dua testis yang terbungkus didalam skrotum. Skrotum ini akan memberikan lingkungan yang lebih cocok dimana dalam skrotum dilengkapi dengan suatu termoregulator yang dapat mengatur suhu skrotum tetap konstan yaitu selalu dalam kondisi lebih rendah daripada suhu tubuh, karena untuk pembentukan sperma dibutuhkan suhu yang rendah.

Bentuk, ukuran atau berat serta letak testis tiap species hewan cukup bervariasi. Namun pada umumnya bentuk testis adalah bulat panjang kearah vertikal, dengan struktur dasar testis terdiri atas beribu-ribu tubuli seminiferosa yang dikelilingi oleh kapsul berserabut atau trobekula.

Lapisan-lapisan tenunan pembungkus testis apabila disayat secara melintang, maka akan terlihat mulai dari luar kedalam adalah:

  • epidermis yaitu bagian kulit terluar
  • korium yaitu berupa jaringan bagian kulit yang mengandung banyak urat darah dan syaraf.
  • tunika dartos yaitu suatu fascia pelindung yang juga mengandung unsur serabut urat daging, jadi dapat berkontarksi.
  • tenunan pengikat yang longgar
  • tunika vaginalis komunis (bagian dari peritoneum)
  • rongga sempit yang merupakan bagian dari rongga perut yang menjulur ke daerah inguinal yang merupakan suatu kantong dimana selanjutnya ditempati oleh testis yang turun dari rongga perut sewaktu masih dalam perkembangan embrio.
  • tunika albugenia merupakan bagian dfari pembungkus langsung pada parenchyma testis. Tunika albugenia ini banyak mengandung serabut-serabut fascia yang licin dan mengkilat dan berwarna putih yang banyak mengandung buluh syaraf.
  • parenchyma testis, merupakan bagian yang paling utama atau inti, karena bagian ini tempat pembuatan spermatozoa, tepatnya di tubuli seminiferi. Dibagian parenchyma ini terdiri atas tubuliseminiferi, sel-sel inters titial, saluran-saluran cairan testis dan spermatozoa.
  • mediastenum testis, merupakan bagian tengah dari testis dan merupakan perluasan dari testis.
  • pembentukan Spermatozoa diproduksi dalam suatu saluran yang sangat kecil dan berkelok-kelok yang disebut tubulus spermaticus. Tubuli ini merupakan suatu tubulus atau saluran yang kecil, panjang dan berkelokkelok dan memenuhi seluruh pembungkusnya yaitu lobulus. Lobulus berupa kantong kecil yang pada umumnya berbentuk kerucut atau lancip, dimana pada ujung medialnya berbentuk lancip dan ujung lateralnya lebar dan merupakan dasar dari kerucut tersebut.

Dinding tubuli seminiferi terdiri atas sel-sel membran basal, epithel benih, sel-sel penunjang dan sel penghasil cairan testis. Tubuliseminiferi akan bermuara pada ujung medialnya yang berbentuk kerucut dan langsung berhubungan dengan rete testis.

Epitel benih terdiri atas :

  • sel benih atau sperma togonium. Spermatogonium akan mengalami proses pembelahan secara reduksi dan mengalami perubahan bentuk yaitu dari bentuk poligonal menjadi sel yang berekor.
  • sel sertoli. Sel ini melekat pada membran basal, berbentuk panjang dan mempunyai peranan dalam merawat spermatozoa yang masih muda. Disamping itu sel sertoli menghasilkan hormon dan cairan testis.

Spermatogonium terletak diatas membran basal dari tubuli seminiferi. Spermatogonium tersebut akan berkembang melalui pembelahan sel. Spermatogonium akan membelah menjadi dua yaitu yang satu tetap berada dalam membran basal sedangkan yang kedua berubah menjadi spermatosit I (satu). Kemudian akan membelah lagi menjadi spermatosit II dan berubah lagi menjadi spermatid.

Spermatid akan mengalami perubahan bentuk menjadi spermatozoa muda, yang kemudian akan dirawat oleh selsel sertoli sampai protein goblet yang masih berada dalam pangkal ekor menjadi kecil. Setelah itu spermatozoa akan terlepas dari sel sertoli dan terbawa oleh cairan testis dan segera masuk kedalam lumen tubuli seminiferi yaitu masuk kedalam retetestis dan diteruskan kebagian mediastinum yang akhirnya spermatozoa yang belum dapat bergerak tersebut akan berdesak-desakan untuk memasuki epididymus.

Rete testis terletak diantara tubulus seminiferosa dan duktuli efferens yang berhubungan dengan ductus epididymus pada bagian kepala atau caput. Rete testis ini terdiri dari saluran-saluran yang beranastomose dalam medias tinum testis.

Diantara lobuli terdapat sel-sel interstitial atau disebut juga sel Leydig. Sel ini merupakan penghasil hormon androgen atau testosteron. Testosteron adalah hormon yang berpengaruh sangat besar terhadap kehidupan sexual dari pejantan. Apabila sel leydig terganggu maka produksi testosteron akan
terganggu pula.

Berbeda dengan hewan betina yang mengenal siklus berahi dimana pada periode tertentu saja hanya ada satu sel ovum yang masak atau diproduksi dan siap untuk diovulasikan atau dikeluarkan untuk melakukan fertilisasi atau peleburan antara sel kelamin jantan (spermatozoa) dengan sel telur (ovum).

Hal ini tidak terjadi pada hewan jantan. Hewan jantan akan memproduksi sel spermatozoa secara terus menerus tanpa ada hentinya. Kecepatan produksi sperma akan tergantung dari kondisi makanan yang dikonsumsi dan tingkat protein yang terkandung dalam makanan tersebut.

Selain fungsi utamanya sebagai penghasil sel benih jantan atau spermatozoa, fungsi testis lain yang tidak kalah pentinganya yaitu memproduksi hormon androgen

2. Epididymis

Epididymus merupakan suatu saluran  yang bentuknya bulat dan panjang serta berkelok-kelok yang menghubung kan vasa efferensia pada testis dengan ductus deferens. Epididymus terletak diatas testis dan melekat pada tunika albugenis. Secara garis besarnya, saluran  epididymus dapat dibedakan menjadi :

  • kepala epididymus (caput epididymus), bagian dari epididymus yang melekat pada bagian ujung dari testis dimana pembuluh-pembuluh darah dan syaraf masuk. Bagian ini lebih besar daripada bagian yang lain
  • bagian badan atau leher (Corpus epididymus) adalah bagian yang sejajar dengan aksis longitudinal dari testis. Ukurannya jauh lebih kecil dibanding kan pada bagian kepala. Bagian ini menjulur terus ke bawah sampai hampir melewati testis.
  • bagian ekor (Cauda epididymus)yaitu berupa jendolan di ujung bawah dari testis. Bagian ekor ini terletak  langsung dibawah corpus, yang mulai berbelok keatas.

Saluran epididymus di bagian kepala terdapat duktuli eferentis yang jumlahnya 12 sampai 15 buah, yang menampung spermatozoa dari rete testis. Jadi setelah spermatozoa muda terlepas dari sel sertoli, kemudian masuk dalam lumen tubuli seminifera dan bergerak menuju ke epididymus setelah melewati duktuli eferentis.  Ductuli eferentis dindingnya bercilia dan mempunyai sel-sel epitel yang menghasilkan cairan. Dengan adanya cairan dan cilia tersebut maka spermatozoa dapat terdorong dan bergerak mengarah ke badan epididymus.

Epididymus mempunyai fungsi beberapa macam, di antaranya :

  • epididymus merupakan tempat transportasi, di mana masa spermatozoa yang dialirkan dari rete testis ke dalam ductuli efferentis dan akhirnya akan diangkut ke dalam duktus defferens. Transportasi ini dapat dilakukan karena adanya gerakan silia dan gerakan peristaltik dari musculature pada dinding epididymus pada saat pra ejakulasi.
  • epididymus merupakan tempat untuk membuat konsentrasi sperma menjadi sangat tinggi. Hal ini disebabkan karena cairan testis yang menjadi medium dari masa spermatozoa, airnya diserap oleh epitel dinding epididymus sehingga sampai di ekor epididymus, konsentrasi semen sangat tinggi.
  • epididymus juga merupakan tempat untuk pemasakan atau pendewasaan bagi spermatozoa. Pemasakan ini disebab kan karena adanya sekresi dari sel-sel epitel di ductus epididymus. Dimana tadinya sperma dengan butiran sitoplasma kemudian akan butiran tersebut akan menggeser dibagian paling bawah ekor dan akhirnya terlepas.
  • Epididymus merupakan tempat untuk menimbun spermatozoa. Pada epididymus bagian ekor, keadaannya sangat cocok untuk tempat penimbunan  bagi spermatozoa yang belum dapat bergerak ini, sehingga hampir 50 persen jumlah spermatozoa terdapat di daerah tersebut.

3.  Duktus Deferens

Duktus deferens atau vas deferens merupakan pipa yang berotot, terentang mulai dari ekor epididymus sampai ke uretra. Dindingnya tebal, mengandung serabut urat-urat daging yang licin, sehingga pada saat ejakulasi maka dapat mendorong spermatozoa dari epididymus keduktus ejakulatoris yang terdapat dalam ampula.

Vas deferens akan memasuki ruang abdomen bersama-sama dengan pembuluh-pembuluh darah dan syaraf yang ke testis dan bersatu menjadi satu kesatuan yang disebut funiculus spermaticus. Vas deferens dari kedua testis ini setelah meninggalkan ekor epididimus akan bergerak melalui kanal inguinalis  terus keatas dan sesampainya diatas fesica urinaria, akan terletak berjajar dan secara lambat laun menjadi besar karena adanya kelenjarkelenjar yang ada di dinding duktus deferens, dan bagian ini  disebut ampula. Panjang ampula tidak panjang (pada sapi sekitar 4 cm) dan setelah meninggalkan prostata maka keduanya akan mengecil lagi.

4. Skrotum

Kantong testis disebut skrotum. Skrotum merupakan suatu kulit yang bentuknya seperti kantong yang ukuran, bentuk dan lokasinya menyesuaikan  dengan testis yang dikandungnya. Kulit skrotum tipis dan sedikit atau tidak berambut. Susunan lapisan skroum dari paling luar adalah :

  • epidermis: tidak memliki rambut atau sedikit rambut
  • tunika dartos. Merupakan selapis jaringan fibroelastik yang bercampur dengan serabut otot polos. Serabut-serabut otot polos ini pada saat cuaca dingin akan berkontraksi dan membantu mempertahankan posisi terhadap dinding abdominal dan pada saat panas akan merelaks dan menyebabkan testis turun menjauhi ruang perut. Dengan demikian maka skrotum dapat mengatur temperatur testis agar temperaturnya tetap dipertahankan 40C sampai 7oC lebih rendah dari pada temperatur tubuh. Mekanisme dari sistim thermoregulator ini karena adanya kerja dari dua muskulus yaitu muskulus kremaster externa, muskulus  kremaster interna dan tunika dartos.
  • Fasia  superfisial  merupakan lapisan tipis jaringan ikat
  • Fasia bagian dalam  yang terdiri atas tiga lapis yang sulit dipisahkan apabila dilakukan pembedahan.
  • Tunika vaginalis komunis, yang merupakan lapisan luar penutup testis.

5. Kelenjar Pelengkap

Kelenjar pelengkap disebut juga kelenjar kelamin aksesoris. Kelenjar-kelenjar ini akan menghasilkan sebagian besar dari bahan ejakulasi semen yang berperan dalam transportasi semen, sebagai media yang cocok untuk makanan dan sebagai buffer terhadap sifat keasaman yang berlebih pada saluran genital betina.

Kelenjar-kelenjar accesoris ini adalah :

  • Kelenjar vasikuler atau vesicula seminalis, pada umumnya jumlahnya sepasang dan terletak sebidang dengan ampula vas defferens. Kedua kelenjar tersebut mengapit ampula. Sekresi dari kelenjar vesikuler akan bermuara dengan duktus deferens. Kelenjar vesikuler pada sapi berbentuk lobus-lobus dengan ukuran yang cukup besar, Sekresi kelenjar vesikuler merupakan 50 persen dari volume total dari satu ejakulasi yang normal.
  • Kelenjar prostat adalah kelenjar yang letaknya berada dibawah kelenjar vesikuler, tepatnya mengelilingi pelvis urethra. Kelenjar ini bentuknya berbeda-beda. Pada sapi ber bentuk bulat dan lebih kecil dari kelenjar vesikuler dan pada anjing dan kuda berbentuk seperti buah kenari (walnut). Kelenjar prostat menghasilkan sekret yang bersifat alkalin  yang  memberikan bau yang kharakteristik pada cairan semen.
  • Kelenjar Bulbouretral (Cowper’s). Kelenjar cowpers merupakan sepasang dan letaknya lebih kebelakan (caudal) dari kedua kelenjar tersebut, yaitu di tempat tikungan dimana urethra mem belok kebawah sewaktu urethra mau keluar dari ruang pelvis. Sekret dari kelenjar ini sangat berguna pada saat sebelum kopulasi dimana sekresinya bersifat apokrine yang fungsinya untuk membersihkan saluran urethra  dari sisa-sisa urine dan kotoran.

6. Urethra

Urethra merupakan bagian saluran yang tergantung dari tempat bermuaranya ampula sampai ke ujung spenis. Urethra merupakan saluran untuk urine dan untuk semen sehingga disebut saluran urogenitalis.

Urethra terbagi atas tiga bagian yaitu :

  • Bagian pelvis
  • Bagian yang membengkok
  • Bagian penis

7. Penis  dan Praeputium

Penis merupakan organ kopulasi pada hewan jantan, yang akan menyemprotkan semen kedalam alat reproduksi betina dan untuk lewatnya urine. Penis dapat dibedakan menjadi 3 bagian yaitu :

  • Gland penis yang dapat bergerak bebas
  • Badan
  • Bagian pangkal  atau akar yang melekat pada ischial arch pada pelvis yang tertutup oleh otot ischiocavernosus.

Penis dilengkapi dengan dua macam perlengkapan yaitu musculus retraktor penis yang dapat merelax dan mengkerut dan corpus covernosum penis yang berfungsi untuk menegang kan penis. Dalam keadaan non aktif. Musculus retractor penis akan mengkerut, kemudian penis akan membentuk huruf S sehingga penis dapat tersimpan dalam preputium.

Penis terbungkus oleh tunica albugenia yang ber warna putih. Bentuk penis ternak pada umumnya sama yaitu bulat panjang. Pada sapi penis ini bertipe fibroelastis artinya selalu dalam keadaan agak kaku dan kenyal meskipun dalam keadaan non aktif atau tidak ereksi.

Sedangkan praeputium merupakan lipatan kulit yang ada di sekitar ujung penis. Pada ternak-ternak tertentu, praeputium  mempunyai bentuk yang agak khas, sebagai contoh preputium pada kuda mempunyai lipatan yang rangkap, praeputium pada babi  mempunyai divertikulum atau kantong disebelah dorsal dari orificium preputial, yang mempunyai fungsi untuk mengakumulasi urine, sekret dan sel-sel mati.

Semoga uraian yang lengkap tentang anatomi dan fisiologi reproduksi ternak jantan diatas dapat dipamahi dengan baik.

Pustaka Materi adalah website dengan informasi pendidikan untuk siswa dan guru dalam bentuk materi pelajaran, Buku Sekolah Elektronik (BSE) yang dapat didownload gratis, soal latihan, soal ujian dan peraturan tentang pendidikan.

Anda dapat menghubungi atau berpartisipasi dengan kami
Pustaka Materi