Bola Voli

Thursday, November 12th, 2015 - Kelas 12 SMA, Penjaskes

Bola voli juga dimainkan dua tim dengan masing-masing tim terdiri atas enam pemain. Masing-masing pemain dengan kemampuan individu yang berbeda datang dengan kepercayaan diri tinggi dan saling bekerja sama untuk meraih kemenangan. Kemenangan akan diraih jika sebuah tim menang tiga set. Jadi, dalam satu pertandingan bola voli maksimal akan dimainkan lima set. Komunikasi yang baik antarpemain sangat diperlukan dalam menerapkan pola permainan.Bola Voli

Pola Penyerangan Permainan Bola Voli

Dalam permainan bola voli, sebuah tim akan memperoleh 1 poin ketika berhasil menjatuhkan bola di lapangan lawan. Tim yang melakukan penyerangan memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh poin. Penyerangan adalah salah satu strategi atau taktik sebuah tim untuk mematikan bola di lapangan lawan dengan berbagai cara yang diperbolehkan dalam peraturan pertandingan. Sukses atau tidaknya penyerangan sebagian besar bergantung pada passing bola pada  spiker (pemain penyerang). Pemain penyerang harus memiliki kualitas yang baik sehingga dapat memanfaatkan setiap peluang mencetak poin menjadi poin sesungguhnya. Berikut ini karakteristik yang dimiliki seorang pemain penyerang dengan kualitas yang baik.

  • Dalam melakukan penyerangan cukup luwes dan tidak kukuh dengan satu tipe penyerangan saja (monoton).
  • Pandai meloncat.
  • Dapat memukul bola dengan keras.
  • Dapat menjangkau bola jauh-jauh.
  • Mempunyai daya observasi yang tinggi sekali terhadap kemampuan lawan.

Berikut ini langkah-langkah menyusun pola penyerangan.

  • Menganalisis kondisi pertandingan, baik kondisi fisik maupun mental setiap pemain, kondisi lawan, dan cuaca di tempat pertandingan berlangsung.
  • Beradaptasi dengan situasi dan kondisi selama pertandingan, yang meliputi cuaca, suporter, wasit, serta makanan dan minuman yang dikonsumsi.
  • Survei pertandingan beserta sistem yang digunakan.
  • Mempelajari karakter bertanding tim lawan.
  • Mempersiapkan sikap mental terhadap strategi yang dibuat kemudian dikerjakan. Selanjutnya, menentukan tindakan yang akan diambil sebagai refleksi atas keputusan yang diambil.

Setelah melakukan tindakan pengaturan strategi, maka pelatih dapat memutuskan taktik yang akan dipergunakan dalam pertandingan nanti.

Meskipun taktik yang direncanakan sebelumnya telah sesuai dengan data yang didapat, tidak menutup kemungkinan taktik tersebut dapat berubah tergantung dari situasi dan kondisi yang dihadapi pada saat itu. Ada kemungkinan regu lawan mengubah sistem, pola, dan tempo permainan pada saat pertandingan berjalan.

1. Formasi Melindungi Penyerang Dalam Permaian Bola Voli

Melindungi penyerang (mengcover) adalah persiapan regu penyerang untuk menerima kembali bola mental akibat smash yang dilancarkan dapat diblock dengan baik oleh lawan. Tujuan mengcover penyerang adalah menjaga seluruh lapangan terhadap kemungkinan bola mental dari smash yang diblokir lawan.

Melindungi Penyerang Dalam Permaian Bola VoliUntuk meng-cover smasher, regu penyerang dapat membentuk dua lingkaran konsentrik di sekitar smasher tersebut. Jarak antarkelompok yang terdiri atas pemain-pemain yang berkumpul di sekitar daerah penyerangan tergantung pada beberapa faktor, diantaranya passing dari pengumpan, kualitas blocking dari tim lawan, dan arah laju bola yang dipukul smasher (penyerang). Faktor yang terakhir ini diukur berdasarkan perkiraan penyerang sendiri.

Apabila bola ditempatkan dekat dengan net, maka pemain yang bertugas meng-cover harus menempatkan diri lebih dekat lagi dengan posisi penyerang. Demikian sebaliknya, kalau bola ditempatkan jauh dari net, maka pemain yang mengcover menjauhi penyerang yang bersangkutan. Pada saat mengcover semua pemain harus mengambil posisi bertahan yang kuat. Keberhasilan suatu  cover bergantung pada sistem pertahanan regu itu sendiri, misalnya sistem pertahanan dimana pemain pada posisi ke-6 maju ke depan, satu mundur ke belakang sedikit.

a. Sistem cover jika pemain pada posisi 6 maju ke depan Pada sistem cover ini perlu dilakukan hal-hal berikut ini.

  • Formasi Sistem cover bola voliPemain nomor 6 dan keempat pemain yang lain berada pada posisi di samping penyerang dan membentuk lingkaran cover pertama.
  • Jika sistem penyerangan dilakukan pada posisi pemain nomor 3, maka tiga orang pemain akan membentuk lingkaran cover yang pertama, yaitu posisi nomor 4, 6, dan 2.
  • Lingkaran  cover kedua akan dibentuk oleh dua pemain di belakang, yaitu pada posisi 1 dan 5.

b. Sistem cover jika pemain pada posisi 6 mundur ke belakang

Pada sistem cover ini perlu dilakukan hal-hal berikut ini.Formasi Sistem cover jika pemain Mundur

  • Dua pemain, yaitu di samping dan di belakang penyerang akan membagi cover terdekat di antara kedua pemain tersebut sehingga membentuk lingkaran cover pertama.
  • Pemain di posisi nomor 6 dengan pemain lainnya membentuk lingkaran cover kedua.
  • Jika serangan berasal dari pemain di posisi nomor 3, maka pemain lain di bagian luar lapangan belakang datang mendekat untuk ikut mengcover. Sementara itu, pemain diposisi belakang lapangan sebelah dalam menempati tempat yang kosong.
  • Jika seorang pengumpan membantu penyerangan, maka pemain yang mengcover adalah pemain yang mengisi posisi nomor 3.
  • Setelah meng-cover maka pengumpan tersebut meninggalkan posisinya lalu menempati posisi di bagian belakang lapangan.

2. Teknik-Teknik Penyerangan Dalam Bola Voli

Hasil akhir suatu strategi penyerangan seringkali ditentukan oleh smash, di samping pada blocking lawan atau pukulan-pukulan tipuan. Smash berupa pukulan yang sangat keras yang arahnya menuju lapangan lawan, untuk mematikan bola. Smash merupakan keahlian yang dimiliki pemain bola voli terutama penyerang (smasher). Penempatan bola-bola smash harus jeli sehingga bisa menghasilkan poin. Ada empat jenis smash, yaitu:

  1. frontal smash ( smash depan);
  2. frontal smash dengan twist (smash depan dengan memutar);
  3. dump (smash pura-pura), berupa gerakan menipu/mengecoh lawan;
  4. smash dari pergelangan tangan.

Ketika melakukan  smash, ada empat tahap pergerakan yang harus dilalui secara berurutan, yaitu:

  1. tahap I adalah lari menghampiri (run-up),
  2. tahap II adalah melompat (take off ),
  3. tahap III adalah memukul (hit),
  4. tahap IV adalah mendarat (landing).

Permaian Sepertiga Lapangan

Permainan sepertiga lapangan dapat diterapkan sebagai variasi latihan permainan bola voli. Latihan ini memerlukan komunikasi yang baik antarpemain, kontrol dan penempatan serangan yang tepat, kerja sama tim, serta kepandaian dalam membaca permainan lawan. Aspek keselamatan juga perlu diperhatikan dalam permainan ini. Salah satu cara adalah dengan tidak melakukan serangan secara brutal, misalnya dengan sengaja mengarahkan smash ke arah badan lawan.

1. Manfaat Permainan Sepertiga Lapangan

Berikut ini manfaat dari permainan sepertiga lapangan.

  • Dapat melatih pemain dalam melakukan kontrol dan penempatan bola dalam suatu serangan.
  • Dapat mendorong pemain untuk menggunakan kombinasi operan, umpan, dan serangan.

2. Formasi Permainan Sepertiga Lapangan

Permainan ini dimainkan oleh dua tim, dengan masing-masing tim terdiri atas dua pemain. Aturan permainan seperti pada permainan bola voli biasa, namun lapangan yang digunakan berukuran sepertiga lebar lapangan yang sebenarnya, dengan ukuran panjang lapangan tetap sama. Permainan dimulai dengan servis yang dilakukan dari garis belakang. Permainan terus berlangsung sampai salah satu tim melakukan kesalahan, dan tim yang menang mendapat angka.

Perwasitan Dalam Bola Voli

Pertandingan bola voli dipimpin oleh seorang wasit utama (wasit I) yang dibantu wasit II. Untuk menjadi seorang wasit harus memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan PBSI sebagai induk bola voli Indonesia.Perwasitan dalam Bola Voli

1. Syarat-syarat menjadi Wasit Bola Voli

Berikut ini syarat-syarat menjadi wasit bola voli.

  1. Sehat jasmani dan rohani.
  2. Berbakat menjadi wasit.
  3. Memiliki ketertarikan terhadap permainan bola voli.
  4. Minimal lulusan SMA atau sederajat.
  5. Berumur antara 20 – 40 tahun.
  6. Berdedikasi tinggi.
  7. Menjadi anggota salah satu perkumpulan bola voli.

2. Pakaian dan Perlengkapan Wasit

Wasit bola voli harus mengenakan atribut sesuai ketentuan selama memimpin pertandingan. Berikut ini kelengkapan yang harus dipakai wasit.

  1. Memakai celana dan baju kaos berkerah.
  2. Memakai sepatu karet putih.
  3. Memakai badge wasit sesuai klasifikasinya.

3. Tugas, Kewajiban, dan Wewenang Wasit

a. Tugas Wasit

  • Memimpin jalannya pertandingan agar lancar. Oleh karena itu, seorang wasit harus tegas dalam mengambil keputusan, tidak memihak salah satu tim (netral), dan bersikap objektif.
  • Meningkatkan keterampilan, kemampuan, dan pengetahuan tentang seluk beluk perwasitan bola voli. Hal ini dapat dilakukan dengan mencari informasi terkini serta belajar dari wasit yang lebih profesional dan kaya pengalaman mewasiti.
  • Menyebarluaskan peraturan permainan di masyarakat.
  • Meningkatkan mutu perwasitan, khususnya di masyarakat dan di Indonesia pada umumnya.

b. Kewajiban dan Wewenang Wasit

  • Berkewajiban memimpin pertandingan bola voli baik di tingkat cabang, daerah, nasional, maupun internasional.
  • Tidak berhak memimpin pertandingan di atas klasifikasi sertifikat yang dimilikinya.

4. Prosedur Mewasiti

Dimulai dan diakhirinya pertandingan serta dihentikannya sejenak pertandingan karena adanya pelanggaran, ditandai dengan ditiupnya peluit. Peniupan peluit selama pertandingan berlangsung hanya boleh dilakukan oleh wasit I dan wasit II. Berikut ini beberapa prosedur yang harus diikuti wasit selama memimpin pertandingan bola voli.

  1. Wasit I memberikan tanda untuk service yang memulai suatu pertandingan.
  2. Wasit I dan wasit II memberikan tanda pada akhir suatu permainan (bola mati, setelah mereka merasa yakin bahwa terjadi suatu kesalahan serta mereka telah memahami sifat pelanggarannya).
  3. Peniupan peluit pada waktu bola mati bertujuan untuk menunjukkan bahwa mereka menyetujui atau menolak suatu permohonan regu.
  4. Wasit I dapat meniup peluit untuk memberikan peringatan atau menjatuhkan hukuman salah sikap seorang anggota pemain atau regu itu sendiri.
  5. Pada waktu wasit meniup peluit untuk memberikan tanda penghentian permainan, mereka harus sudah bisa menunjukkan sifat kesalahan dan isyarat tangan yang resmi, pemain yang bersalah, serta regu giliran yang melakukan service, sekaligus memberikan tanda apakah ada regu yang mendapatkan angka dari kesalahan itu.
  6. Wasit dan hakim garis harus dapat menunjukkan sifat kesalahan dengan isyarat tangan yang resmi atau suatu pengajuan penghentian seperti berikut ini.
    • Isyarat hanya dilakukan untuk seketika, yaitu dilakukan dengan satu tangan untuk menunjukkan regu yang bersalah atau yang menunjukkan permohonan.
    • Setelah itu wasit menunjukkan pemain yang bersalah jika penghentian itu karena kesalahan.
    • Wasit mengakhiri dengan menunjukkan regu yang mendapat giliran service.

5. Posisi Wasit

Selama menjalankan tugasnya, wasit I dan II menempati posisinya di sisi kanan dan kiri lapangan sesuai dengan ketentuan berikut ini.

  1. Wasit I berada dalam posisi duduk atau berdiri di atas kursi wasit yang berada di salah satu ujung net. Area pandangan kira-kira 50 cm, di atas garis horizontal permukaan atas net.
  2. Wasit II menjalankan tugas sambil berdiri di sisi lain berseberangan serta menghadap wasit I ketika suatu regu melakukan service, dia harus berdiri di sepanjang daerah depan penerima service. Setelah itu dia boleh pindah ke depan meja pencatat.

Selamat bermain bola voli, semoga materi permainan bola voli tersebut diatas memberikan pengetahuan untuk kita dalam melakukan permainan bol voli.

Pustaka Materi adalah website dengan informasi pendidikan untuk siswa dan guru dalam bentuk materi pelajaran, Buku Sekolah Elektronik (BSE) yang dapat didownload gratis, soal latihan, soal ujian dan peraturan tentang pendidikan.

Anda dapat menghubungi atau berpartisipasi dengan kami
Pustaka Materi