Istilah Dalam Akuntansi Untuk Perusahaan Manufaktur

Sunday, August 30th, 2015 - Kelas 10 SMK, SMK Bisnis & Manajemen

Istilah dalam akuntansi untuk perusahaan manufaktur perlu diingat dan dipahami dengan baik makna dan tujuan dari istilah tersebut bagi seorang akuntan. Berikut adalah beberapa istilah akuntansi yang terdapat dalam poko bahasan “Akuntansi Untuk Perusahaan Manufaktur”.

Istilah Dalam Akuntansi Untuk Perusahaan Manufaktur

Istilah Dalam Akuntansi Untuk Perusahaan Manufaktur

  1. Akuntansi biaya (cost accounting): bidang akuntansi yang berhubungan dengan penetapan beban pokok produksi dalam sebuah perusahaan pabrik/manufaktur (sekarang ini ruang lingkup akuntansi biaya diakui tidak hanya terbatas pada penetapan beban pokok produksi saja, tetapi juga mencakup perencanaan dan pengendalian).
  2. Bahan baku (raw materials): bahan-bahan yang dipakai dalam proses produksi yang dapat dengan mudah dan langsung diidentifikasikan dengan barang jadi yang dihasilkan.
  3. Bahan pembantu (indirect materials): bahan-bahan yang dipakai dalam proses produksi, tetapi tidak dapat diidentifikasikan secara langsung dengan barang jadi yang dihasilkan.
  4. Bahan jadi (finished goods): barang yang telah selesai diproduksi tetapi belum dijual. Biaya yang tercakup di dalamnya meliputi seluruh biayapabrik.
  5. Biaya pabrik (manufacturing cost): biaya bahan baku, buruh langsung dan biaya pabrikase yang dibebankan dalam suatu periode.
  6. Biaya overhead prabik (factory overhead cost): biaya-biaya pabrik selain bahan baku dan barang langsung yang tidak dapat diidentifikasikan secara langsung dengan barang jadi yang dihasilkan.
  7. Biaya produksi (production cost): Biaya yang dibebankan dalam proses produksi selama suatu periode. Biaya ini terdiri dari persediaan dalam proses awal ditambah biaya pabrik.
  8. Tenaga kerja langsung (direct labor): buruh yang mengenai secara langsung proses produksi atau yang dapat diidentifikasikan langsung dengan barang jadi yang dihasilkan.
  9. Tenaga kerja tidak langsung (indirect labor): barang yang biayanya tidak dapat diidentifikasikan secara langsung dengan barang yang dihasilkan.
  10. Beban pokok produksi (cost of goods manufactured): biaya pabrik ditambah dengan persediaan dalam proses awal dikurangi dengan persediaan dalam proses awal dikurangi dengan persediaan dalam proses akhir. Biaya ini merupakan biaya produksi dari barang yang telah diselesaikan selama suatu periode.
  11. Persediaan dalam proses (work in process): Biaya bahan baku dan biaya-biaya pabrik lain yang telah terjadi untuk memproduksi barang yang belum selesai.
  12. Cost of goods sold computation – perhitungan beban pokok penjualan. Dalam sebuah perusahaan manufaktur, beban pokok penjualan dihitung sebagai berikut: persediaan awal barang jadi ditambah barang yang dibuat dalam setahun (menurut laporan pabrikasi) dikurangi dengan persediaan akhir barang jadi; juga dinamakan skedul beban pokok penjualan.
  13. Finished goods inventory – persediaan barang jadi. Sebuah asset lancar yang terdiri atas biaya yang terjadi dalam pembuatan produk perusahaan (mencakup bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik); persediaan barang jadi terdiri dari produk yang telah siap, tapi belum lagi dijual pada tanggal neraca.
  14. Manufacturing statement – laporan pabrikasi. Sebuah laporan untuk manajemen yang menunjukkan harga pokok barang yang dibuat selama periode tersebut; persediaa awal barang dalam proses ditambah biaya pembuatan (bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead) dikurangi dengan persediaan akhir persediaan dalam proses sama dengan harga pokok barang yang dihasilkan dalam periode tersebut.
  15. Raw material inventory – persediaan bahan baku. Suatu asset lancar yang terdiri dari bahan baku dan penolong yang dipergunakan dalam pembuatan produk perusahaan.
  16. Schedule of factory overhead. Suatu laporan yang berisi semua perkiraan overhead pabrik yang terdapat pada buku pembantu overhead pabrik dengan saldonya; total saldo dari perkiraan ini harus cocok dengan saldo perkiraan overhead pabrik.
  17. Work in process inventory – persediaan barang dalam proses. Asset lancar yang terdiri dari biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik yang terjadi dalam pembuatan produk yang masih belum selesai pada tanggal neraca; juga dinamakan persediaan barang dalam proses.

Diatas terdapat 17 istilah dalam akuntansi untuk perusahaan manufaktur dimana istilah akuntansi tersebut perlu dipahami makna dan tujuannya.

Pustaka Materi adalah website dengan informasi pendidikan untuk siswa dan guru dalam bentuk materi pelajaran, Buku Sekolah Elektronik (BSE) yang dapat didownload gratis, soal latihan, soal ujian dan peraturan tentang pendidikan.

Anda dapat menghubungi atau berpartisipasi dengan kami
Pustaka Materi