Jenis Serat Tekstil Sintetis

Wednesday, January 27th, 2016 - Kelas 10 SMK, SMK Kriya Tekstil

Dalam pembuatan produk tekstil diperlukan bahan dasar berupa serat tekstil baik serat tekstil alami maupun serat tekstil sintetis. Serat tekstil sintetis adalah serat tekstil yang dibuat dengan bahan baku buatan atau bahan baku bukan alami. Dalam artikel ini akan diuraikan beberapa jenis serat tekstil sintetis.

Skema Serat Tekstil Sintetis (Serat Buatan)

Jenis Serat Tekstil Sintetis

Jenis Serat Tekstil Sintetis

Rayon Asetat

Selulosa asetat dibuat oleh Schutsenberger pada tahun 1969, dengan memanaskan selulosa dengan asetat anhidrida dalam tabung tertutup. Kain yang dibuat biasanya untuk pakaian anak-anak karena sifatnya yang lembut.

Polyester

Termasuk di dalamnya trylene, dacron dan sejenisnya. Pertama-tama ditemukan tahun 1944. Awalnya adalah atas dasar penelitian Carothers di tahun 1941 kemudian serat polyester dikembangkan oleh J.B. Whinfield Dickson dari Calico Printers Associated.  Pembuatan polyesther dibuat dari asam tereftalat dan etilena glicol, Dacron dibuat dari asamnya, sedangkan trylene dibuat dari dimetil ester asam tereftalat dengan etilena glicol. Etilena berasal dari penguraian minyak tanah yang dioksidasi dengan udara, menjadi etilenaoksida yang kemudian dihidroksi menjadi
etilena glikol.

Serat ini digunakan untuk kebutuhan tekstil sandang, tirai, tali-temali, jala, kain layar dan terpal. Dacron digunakan untuk pengisi bantal, boneka atau kerajinan lainnya.

Poliuretan (Spandek) dan Lycra

Serat spandek menyerupai karet, mempunyai sifat elastis yang baik, disebabkan oleh struktur kimianya. Lycra mempunyai kelebihan tahan terhadap zat kimia, minyak dan matahari, lycra dapat dicuci berulang-ulang  dengan mesin cuci pada suhu 60°C, keuntungan yang lain lycra warnanya putih dan dapat dicelup (diwarna). Dapat digunakan untuk pakaian wanita, kaos tangan dan kaos kaki, ikat pinggang, baju senam dan sebagainya.

Nylon (Poliamida)

Pertama  kali ditemukan oleh Wallace H. Carothers pada tahun 1928. Dari bahan heksametilena diamina dan asam adipat. Nylon mempunyaisifat elastisitas yang tinggi. Nylon 66, Nylon 610, Nylon 6 dan Nylon 7 berbeda-beda satu dengan yang lainnya karena mempunyai sifat dan manfaat yang berbeda. Serat poliamida  ternyata cukup baik untuk dipergunakan sebagai tali parasut, tali-temali yang memerlukan kekuatan dan daya tarik yang tinggi, benang terpal, jala, tali pancing dan karpet, tekstil sandang dan keperluan rumah tangga.

Acrylic

Pembuatannya dimulai tahun 1934 dan baru diproduksi tahun 1944. Serat buatan ini dipergunakan untuk bahan tekstil sandang, kain rajut dan selimut. Benang acrylic  sangat banyak fariasi dan warnanya, digunakan untuk bahan kerajinan renda, rajut, tenun, sulam dan kerajinan serat tekstil lainnya.

Pustaka Materi adalah website dengan informasi pendidikan untuk siswa dan guru dalam bentuk materi pelajaran, Buku Sekolah Elektronik (BSE) yang dapat didownload gratis, soal latihan, soal ujian dan peraturan tentang pendidikan.

Anda dapat menghubungi atau berpartisipasi dengan kami
Pustaka Materi