Jenis Tanah IPS Kelas 8 SMP

Thursday, September 3rd, 2015 - IPS, Kelas 8 SMP

Tanah adalah lapisan atas bumi yang terbentuk dari pelapukan batuan induk (anorganik) dan jasad tumbuhan, serta binatang yang mudah mati (organik). Akibat pengaruh termperatur udara, angin, hujan, mengakibatkan batuan dan jasa makhluk hidup menjadi lapuk, mineralnya terlepas sehingga terbentuklah tanah.

Jenis Tanah IPS Kelas 8 SMP

Jenis-Jenis Tanah

Jenis tanah antara daerah satu dengan daerah lainnya berbeda-beda. Hal itu disebabkan oleh batuan induk, curah hujan, penyinaran matahari, dan tumbuhan penutup tanah. Berbagai jenis tanah yang ada di Indonesia, antara lain sebagai berikut:

1. Tanah vulkanik

Tanah vulkanik adalah tanah hasil pelapukan abu vulkanis. Tanah vulkanik terdiri atas tanah regosol dan tanah latosol.

  1. Tanah regosol memiliki ciri-ciri seperti berbutir kasar, warna kelabu, memiliki kadar organik yang rendah. Tanah regosol banyak terdapat di Pulau Sumatra, Jawa, dan kepulauan Nusa Tenggara. Jenis tanah ini baik sekali untuk ditanami palawija, tembakau, dan buah-buahan.
  2. Tanah latosol memiliki ciri-ciri warna merah, kandungan bahan organik sedang, bersifat asam. Tanah latosol banyak dijumpai di Sumatra Utara, Minahasa, dan Papua. Jenis tanah seperti ini cocok untuk ditanami padi, palawija, ketela, karet, kopi, kelapa sawit, dan buah-buahan.

2. Tanah aluvial

Tanah aluvial adalah tanah hasil erosi yang diendapkan di daerah dataran rendah. Tanah aluvial bercirikan warna kelabu, sifatnya sangat subur. Tanah aluvial banyak terdapat di Sumatra sebelah timur, Jawa bagian utara, Kalimantan sebelah barat dan selatan. Tanah aluvial cocok untuk tanaman padi, palawija, tembakau, tebu, kelapa, dan buah-buahan.

3. Tanah organosol

Tanah organosol terdiri dari tanah humus dan tanah gambut.

  1. Tanah humus
    Tanah humus adalah tanah hasil pembusukan bahan-bahan organik, bersifat sangat subur. Tanah humus berwarna kecokelatan.
    Tanah tersebut banyak dijumpai di Sumatra, Jawa Barat, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Tanah humus baik untuk tanaman kelapa, nanas, dan padi.
  2. Tanah gambut
    Tanah gambut adalah hasil pembusukan yang kurang sempurna di daerah yang selalu tergenang air, terutama di daerah rawa-rawa. Tanah gambut terdapat di pantai timur Sumatra, Kalimantan Barat, dan pantai Selatan Papua. Tanah gambut kurang baik untuk pertanian.

4. Tanah laterit

Tanah laterit adalah tanah hasil pencucian sehingga kekurangan unsur hara, umumnya kurang subur. Tanah laterit berwarna ke kuning-kuningan. Tanah laterit banyak dijumpai di Lampung, Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Tenggara. Tanah laterit baik untuk kelapa dan jambu mete.

5. Tanah podzol

Tanah podzol terbentuk karena suhu rendah dengan curah hujan tinggi. Tanah podzol kandungan haranya rendah dan tidak subur. Warna tanahnya ada yang merah dan ada yang kuning. Tanah podzol banyak terdapat di daerah pegunungan tinggi di Sumatra, Jawa Barat, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Tanah podzol, baik untuk tanaman kelapa dan jambu mete.

6. Tanah litosol

Tanah  litosol adalah tanah hasil pelapukan batuan beku dan sedimen yang baru terbentuk, sehingga butirannya besar. Tanah litosol kandungan haranya sedikit. Tanah litosol banyak terdapat di Pulau Sumatra, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Maluku bagian selatan dan Papua. Tanah litosol kurang subur, sehingga hanya cocok untuk pohon-pohon besar.

7. Tanah kapur

Tanah kapur adalah tanah hasil pembentukan pelapukan batuan gamping. Tanah kapur terdiri dari mediteran dan renzina.

  1. Tanah mediteran
    Tanah mediteran adalah tanah hasil pembentukan batu kapur keras dan batuan sedimen. Tanah mediteran berwarna merah dan cokelat. Tanah mediteran terdapat di Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Nusa Tenggara. Tanah mediteran cocok untuk tanaman palawija, tembakau, jati, dan jambu mete.
  2. Tanah renzina
    Tanah renzina adalah tanah hasil pelapukan batuan kapur di daerah yang memiliki curah hujan tinggi. Tanah renzina berwarna hitam dengan sedikit kandungan haranya. Tanah renzina banyak terdapat di daerah bergamping seperti di Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Jenis-jenis tanah diatas memberikan pemahaman kepada kita bahwa setiap jenis tanah memiliki karakteristik dan dimanfaatkan sesuai jenis tanah tersebut.

Pustaka Materi adalah website dengan informasi pendidikan untuk siswa dan guru dalam bentuk materi pelajaran, Buku Sekolah Elektronik (BSE) yang dapat didownload gratis, soal latihan, soal ujian dan peraturan tentang pendidikan.

Anda dapat menghubungi atau berpartisipasi dengan kami
Pustaka Materi