Keanekaragaman Suku Bangsa dan Budaya

Sunday, December 6th, 2015 - IPS, Kelas 4 SD

Keanekaragaman Suku Bangsa dan Budaya

Kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan adalah tempat berkumpulnya berbagai macam orang dari suku bangsa yang berbeda. Dengan berbagai adat kebiasaan yang berbeda, mereka berusaha untuk menyesuaikan dengan anggota masyarakat lain dari suku yang berbeda. Jadi, walaupun mereka mempunyai perbedaan suku, bangsa, budaya yang berbeda, mereka tetap saling menghormati dan menghargai. Hal itu sesuai dengan pengertian Bhinneka Tunggal Ika yaitu walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu.

A. Pengertian Bhinneka Tunggal Ika

Keanekaragaman Suku Bangsa dan BudayaLambang negara Indonesia adalah burung garuda. Kaki burung garuda tersebut mencengkeram pita yang bertuliskan Bhinneka Tunggal Ika yang berarti walaupun berbedabeda tetapi tetap satu.

Negara Indonesia terdiri atas 33 provinsi tentu saja memiliki bermacam-macam suku bangsa, kebudayaan, dan adat istiadat. Perbedaan itu tidak boleh dijadikan sebagai masalah tetapi justru dapat memperkaya kebudayaan dan keanekaragaman suku bangsa.

B.Pentingnya Persatuan dalam Keragaman

Kondisi Indonesia yang berbentuk kepulauan memungkinkan datangnya ancaman dari luar untuk memecah belah bangsa. Kondisi keragaman suku bangsa, budaya, dan adat istiadat juga memungkinkan timbulnya pertikaian antarpenduduk.

Sering diberitakan di televisi atau surat kabar tentang pertikaian antarwarga di negara kita. Bahkan ada beberapa wilayah yang ingin merdeka, lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Apa yang terjadi? Ternyata pertikaian dan pemberontakan itu hanya mendatangkan musibah dan kesengsaraan bagi suku bangsa tersebut. Banyak warga yang tidak berdosa menjadi korban.

Hal tersebut tidak perlu terjadi jika ada kesadaran dan sifat kedewasaan dari tiap-tiap individu untuk menyadari bahwa pada dasarnya di dunia itu tidak ada yang sama.

Keragaman suku bangsa dan budaya tidak dijadikan sebagai alasan untuk bertikai, namun justru keragaman itu bisa memperkokoh kekuatan NKRI. Dengan persatuan dan kesatuan, setiap ancaman, tantangan, gangguan, dan hambatan baik yang berasal dari dalam maupun dari luar dengan mudah diatasi.

C. Bentuk Keragaman Suku Bangsa dan Budaya

suku bangsa di indonesiaDibanding dengan negara-negara lain, Indonesia paling kaya akan keragaman suku bangsa dan budayanya. Bermacam-macam suku bangsa tinggal dari Sabang sampai Merauke. Bermacam-macam pula kebudayaan yang tersebar di seluruh pelosok Nusantara, mulai pakaian adat, tari, dan lagu daerah, bahasa daerah, alat musik sampai rumah adat dan upacara adat. Semuanya mempunyai keunikan tersendiri.

Keragaman suku bangsa dan budaya terjadi karena letak wilayah Indonesia yang terdiri atas wilayah kepulauan. Bahkan ada beberapa pulau yang letaknya terpencil dan tidak dapat berhubungan dengan daerah lain. Wilayah yang terpisah-pisah itu menyebabkan berbagai perbedaan dan hal itu menimbulkan keragaman suku bangsa dan budaya.

1. Suku Bangsa di Indonesia

Suku bangsa disebut juga sebagai ras atau asal-usul suatu suku. Biasanya  orang masih sangat bangga akan asal-usul sukunya. Mereka suka mengandalkan dan memuji adat dan kebiasaan masing-masing. Mereka ada yang masih tinggal di daerah pedalaman dan terisolir dengan daerah lain. Ada pula yang sudah berbaur hidup bercampur dengan masyarakat modern.

Di daerah tempat tinggal kalian tentu tidak dihuni oleh satu macam suku bangsa saja. Hal itu menunjukkan bahwa suku bangsa di Indonesia tidak mendiami suatu tempat tertentu saja. Karena tugas pekerjaan, perkawinan, atau karena menuntut ilmu, seseorang bisa menempati daerah lain dengan suku bangsa yang berbeda.

Misalnya, di provinsi Kalimantan Timur banyak dihuni oleh suku Dayak Benuaq. Akan tetapi daerah tersebut juga dihuni oleh suku bangsa yang lain.

2. Budaya di Indonesia

budaya di indonesiaNegara Indonesia memiliki kebudayaan yang beranekaragam. Kebudayaan daerah di Indonesia tumbuh dan berkembang secara turun-temurun. Kebudayaan bangsa Indonesia terdiri atas bermacammacam kebudayaan daerah seperti upacara adat, kesenian daerah, rumah adat, pakaian adat, dan lain-lain.

Keragaman budaya daerah di negara Indonesia merupakan kekayaan yang tak ternilai harganya. Sehingga banyak orang asing yang tertarik untuk mempelajari berbagai kesenian daerah. Bahkan banyak misi kebudayaan Indonesia yang dipamerkan di luar negeri dan dikagumi oleh bangsa asing.

Berikut ini beberapa contoh kebudayaan daerah di Indonesia.

  1. Tari Daerah
    • NAD : Ranub Tampuan, Seudati, Meuseukat, Rentak Gelang
    • Sumatra Utara : Tor-tor, Sigale-gale, Manduda, Serampang Duabelas
    • Riau : Joget, Dabas, Tari Piring, Dayung Sampan, Lenggan Riau
    • Sumatra Selatan : Sekapur Sirih, Rengguk, Selampit Delapan, Putri Rainum
    • Bengkulu : Bimbang Andun, Ding Kudiding, Bidadari, Tenimang Anak, Piring
    • Lampung : Jangget, Melinting, Bedana
    • DKI Jakarta : Topeng, Sembah, Cokek, Blenggo, Samroh, Uncul
    • DI Yogyakarta : Golek, Kembaran, Bedaya
    • Jawa Tengah : Srimpi, Gambyong, Bondan, Gambiranom
    • Kalimantan Timur : Hudog Gong, Perang, Bekan
    • Kalimantan Tengah : Dadar Ketingan, Enggong Terbang, Garu Nuhing, Japin, Kinyah Kambe
    • Sulawesi Utara : Maengket, Palopo, Saronde, Cakalele, Gunde
    • Sulawesi Selatan : Ki pas,  Bosara,  Pajaga, Pakarena, Mabadang, Masallo
    • Bali : Pendet, Jauk, Legong, Keraton, Barong, Kecak
    • N T T : Perang, Meminang, Goreng Lameng, Cerana, Higimitan
    • Maluku : Lenso, Cakaleke, Sayo-sayo, Pakul, Tifa, Pandongo
    • Papua : Ethor Kasuari, Musyoh, Cendrawasih, Mandohi, Soanggi
  2. Lagu Daerah
    • N A D : Bungong Jeumpa, Prang Aceh
    • Sumatra Barat : Kaparok Tingga, Tak tong tong, Kampuang nan Jauh di Mato
    • Riau : Mededek, Denai sansai, Soleram
    • Jambi : Batanghari
    • Bengkulu : Lalan belek
    • Lampung : Lipang-lipangdang
    • DI  Yogyakarta : Pitik Tukung, Mocopat
    • Jawa Timur : Tanduk Majeng, Gai Bintang, Kerraben sape
    • Kalimantan Barat : Cik-cik Periuk
    • Kalimantan Timur : Indung-indung
    • Sulawesi Utara : Si Patokaan, Esa Mokan, O Ina ni Keke
    • Sulawesi Tengah : Tope Gugu, Tondok Kadidingku
    • Bali : Janger, Meong-meong, Putri  Ayu, Ratu Anom, Majangeran
    • NTB : Orlen-orlen, Angin Halus, Gelung Proda
    • Maluku : Rasa Sayang-sayange, Hela Rotane, Lembe-lembe, Kole-kole, Sarinande
    • Papua : Apuse, Yamko Rambe Yamko
  3. Pakaian Adat
    • Sumatra Utara : Uloskebudayaan di indonesia
    • Riau : Destar, teluk belanga, baju kurung, kain songket
    • Jambi : Mandiangan
    • Bengkulu : Jas tertutup, baju kurung, kain songket, celana sebatas lutut, mahkota, kalung tersusun
    • Lampung : Kawai , sinjang tapis, celana, bebet, kikat, siger, selambok, kakai pungew, alali, selop
    • DKI Jakarta : Sorban, jubang panjang, celana panjang, syanko, baju encim, terompah
    • Jawa Tengah : Kuluk, jas sikepan, sabuk, kain batik keris, alas kaki, kebaya panjang, subang, kalung, gelang, cincin
    • Kalimantan Selatan : Lampi n, sal awar, baju taluk belanga, baju kebaya, baju kurung basisit, baju loyang
    • Kalimantan Tengah : Topi berhiaskan bulu enggang, rompi, kain tenun sebatas lutut, tameng, kalung manik-manik, ikat pinggang
    • Sulawesi Utara : Uradipungu, baju paro
    • Sulawesi Selatan : Baju bodo atau baju ponco, baju labbu
    • Bali : Anteng, wastra, kapuh, petet, kawaca, plekat, udeng, tengkuluk, sumpang
    • N T B : Tutup kepala, baju lengan panjang, kain sarung, celana panjang, keris, kebaya panjang, kain songket, perhiasan
    • Maluku : Setelan jas, baju dalam berenda, ikat pinggang, baju cele (kebaya pendek), kain bersuji, kalung, anting, cincin
    • Papua : Koteka, sarare, manik-manik, hiasan kepala bulu cendrawasih, penutup dada dari kain, pakaian berumbai
  4. Alat Musik Daerah
    • N A D : Rebanabudaya daerah di indonesia
    • Sumatra Utara : Gung, gordang, murbab, gambus
    • Sumatra Barat : Saluang, bansi, talam, rebana, gendang, kecapi
    • Riau : Gendang, gong, seruling, semplong, calempong
    • Jambi : Gendang, seruling, gambus
    • Sumatra Selatan : Rebana, gambus, gendang
    • Bengkulu : Rebana, gendang, biola
    • Lampung : Gambus
    • DKI Jakarta : Gambang, rebab, jidor, kemong, kromong, kecrek, terompet, klarinet, pikolo, tambur
    • Jawa Barat : Kendang, gamelan, suling, cenglong, angklung, calung
    • DI Yogyakarta : Gendang,  bonang, kempul, slentem, rebab, gender
    • Jawa Tengah : Saron, bonang, peking, demung, gong, kentrung
    • Jawa Timur : Rebab, gendang, bonang, gong
    • Kalimantan Barat : Sampek, gerdek
    • Kalimantan Selatan :Sampek, gerdek, babun
    • Kalimantan Timur : Sampek, gerdek, babun
    • Sulawesi Utara : Kulintang
    • Sulawesi Tengah : Gambus, kakula, gong, tambur, gendang
    • Sulawesi Tenggara : Okanda, gong
    • Bali : Kendang, seruling, gamelan
    • N T B : Terbang, cungklik
    • N T T : Feko, foimere, keloko, sasando
    • Maluku : Floit, nafiri, tifa, totobuang, badeng
    • Papua : Tifa, atowo
  5. Bahasa Daerah
    • N A  D : Aceh, Gayo, Alas, Aneuk Jamoe, Singkil
    • Sumatra Utara : Batak, Toba, Pok-Pok, Nias, Karo
    • Sumatra Barat : Minangkabau
    • Riau : Melayu (Riau)
    • Jambi : Jambi
    • Sumatra Selatan : Palembang
    • Bengkulu : Rejang Lebong, Enggano
    • Lampung : Lampung
    • DKI Jakarta : Betawi
    • Jawa Barat : Sunda, Bali
    • DI Yogyakarta : Jawa
    • Jawa Tengah : Jawa
    • Jawa Timur : Jawa, Madura, Tengger
    • Kalimantan Barat :Dayak, Iban, Otdonum, Kayan, Busang
    • Kalimantan Selatan : Banjar, Bugis, Dayak: Tawangan, Bukit
    • Kalimantan Timur : Dayak : Tidung, Kayan, Kenya
    • Kalimantan Tengah : Dayak: Otdaum, Lawangan, Katingan, Ngaju
    • Sulawesi Utara : Sangihe Talaud, Mongondow, Tombulu, Tonsea, Tandano, Bulungan, Gorontalo
    • Sulawesi Tengah : Banggai, Saluan, Kaili, Pamora, Balantak, Tolare, Mori Buol
    • Sulawesi Selatan : Toraja, Bugis, Makassar, Mandar
    • Sulawesi Tenggara : Panggano, Cia-cia, Tolah, Wolio, Buton Bugis
    • Bali : Bali: Krama, Lombok
    • N T B : Bima, Bali, Sumbawa, Sasak
    • N T T : Pote, Sabu, Flores, Lembata, Alor, Timor, Sumba
    • Maluku :Goram, Seram, Ambon, Romang, Ulias
    • Papua : Mey brat, Dani, Namboran, Jagai, Asmat, Santoni, Bika, Warompen

D. Adat Istiadat di Masyarakat

Pernahkah di daerah kalian dilakukan suatu upacara adat? Apakah kalian mengikutinya? Berbagai suku bangsa di Indonesia melestarikan berbagai kegiatan terutama upacara adat. Upacara adat merupakan suatu kegiatan yang lazim dilakukan di suatu daerah sejak dahulu kala.

Ada beberapa daerah yang masih kuat adat istiadatnya. Mereka melaksanakan upacara adat dengan saksama dan lengkap. Akan tetapi ada beberapa daerah terutama di perkotaan yang dalam melaksanakan adat kebiasaan sudah mulai teratur. Artinya tidak terikat oleh nilai-nilai dan perlengkapan yang seharusnya disediakan untuk melaksanakan upacara adat tersebut.

Dalam pelaksanaan adat dipakai pakaian adat, diiringi tarian daerah, serta nyanyian daerah dengan alat musik tradisional. Upacara adat di daerah-daerah tertentu masih wajib dan harus dilaksanakan. Bahkan jenis-jenis kebudayaan dan adat istiadat biasa dipertontonkan untuk festival.

Kebiasaan atau adat istiadat yang sifatnya tradisional hanya diterapkan di daerah pedalaman, perdesaan, atau di lingkungan keraton. Sementara masyarakat yang tinggal di perkotaan dan masyarakatnya beragam tidak lagi terlalu mementingkan terselenggaranya berbagai upacara adat. Adapun jenis-jenis upacara adat yang masih sering dijumpai di masyarakat adalah sebagai berikut.

Upacara Adat di Berbagai Provinsi

  • N A D : Kenduri laut, kenduri blang, tula bala
  • Sumatra Utara : Lompat batu, mangongkal holi, jamu laut, tepung mawar
  • Sumatra Barat : Turun mandi, menata kondai, tulak bala, mali maut pasie
  • Jambi : Maoka syih, menanak gigi, talo
  • Bengkulu : Sudeklah rame, buang jung, tabot, kendurai
  • Lampung : Ngalepaskon niat, ngerujak ngelimau, bujenong jaru marga, bungbanga aji
  • DKI Jakarta : Sedekah laut, melepas perahu baru, waktu bertani
  • DI Yogyakarta : Ruwatan, suran, puputan, midodareni
  • Jawa Timur : Kasodo, ruwatan, sunatan, midodareni
  • Kalimantan Selatan : Aruh menyanggar benua, aruh pewayangan, mahidin, badewa
  • Kalimantan Tengah : Harubuh manunggal, bakobat tongang, tebang jarau, tiwah
  • Sulawesi Tengah : Mataro, meponeri benua davao, padungku, moandulasa
  • Sulawesi Tenggara : Monahu ndau, ghoti katumpu, kasambu, kampua
  • Bali : Ngaben, pitrayadnya, resi yadnya, butha yadnya, maralekat
  • N T T : Ketikebas metan, nasasukah
  • Maluku : Panas pela, penobatan kapita, tandang tanah
  • Papua : Ero watu ura, bis, joai, membribabo

E. Cara Menghargai Keragaman di Masyarakat

Apakah kalian merasa terganggu dengan kebiasaan mereka? Tentu saja tidak. Perbedaan itu bisa diambil nilai positifnya dan bisa memperluas wawasan.

Secara singkat cara menghargai keragaman yang ada di masyarakat adalah sebagai berikut.

  1. Tidak menghina atau meremehkan kebiasaan yang berbeda dengan kebiasaan kita.
  2. Tidak merasa bahwa kebudayaan dan kebiasaan diri sendiri lebih beradab dan lebih baik daripada suku bangsa lain.
  3. Merasa ikut memiliki kebudayaan dari daerah lain di Indonesia sebagai kebudayaan nasional.
  4. Merasa bangga bahwa bangsa Indonesia memiliki aneka ragam budaya sehingga memperkuat rasa persatuan dan kesatuan.
  5. Mau mempelajari kebudayaan daerah lain untuk menambah wawasan, pengetahuan, dan keterampilan.
  6. Ikut serta melestarikan beberapa kebudayaan daerah yang hampir punah.
  7. Ikut menyukseskan acara festival kebudayaan daerah.

F. Sikap Menerima Keragaman Suku Bangsa dan Budaya

Dalam suatu masyarakat bisa terdapat beberapa suku bangsa. Agar setiap orang bisa menerima keragaman yang ada di masyarakat, diperlukan beberapa sikap berikut ini.

  1. Bangga memiliki keragaman suku bangsa dan budaya.
  2. Bersyukur menerima perbedaan dari suku bangsa yang berbeda.
  3. Sungguh-sungguh dalam mempelajari adanya perbedaan kebudayaan dengan suku bangsa lain.
  4. Tidak pernah merasa bahwa kebudayaan sendiri lebih baik daripada kebudayaan orang lain.
  5. Menyadari bahwa di dunia ini tidak ada hal yang sama. Demikian juga dalam hal kebudayaan. Hal tersebut menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa.
  6. Menanggapi secara positif jika pemerintah daerah menyelenggarakan acara festival kebudayaan daerah.

Selamat belajar, semoga materi “Keanekaragaman Suku Bangsa dan Budaya” diatas mudah dipahami.

Pustaka Materi adalah website dengan informasi pendidikan untuk siswa dan guru dalam bentuk materi pelajaran, Buku Sekolah Elektronik (BSE) yang dapat didownload gratis, soal latihan, soal ujian dan peraturan tentang pendidikan.

Anda dapat menghubungi atau berpartisipasi dengan kami
Pustaka Materi