Kecepatan Akses Internet

Monday, March 14th, 2016 - Kelas 9 SMP, TIK

Kecepatan Akses Internet

Ukuran transfer data lewat internet diukur dengan satuan bit per detik atau bit per sekon. Misalnya kecepatan maksimum akses internet dial-up di Indonesia mencapai 56 kbps (kilobit per sekon) sedangkan kecepatan transfer data melalui jaringan wireless pada frekuensi 2,4 GHz adalah 2 Mbps (Megabit per sekon).

Apa artinya kecepatan 56 kbps dan 2 Mbps? Masih ingat dengan pengertian bit? Di kelas VII ketika kamu mempelajari cara kerja komputer, tentu kamu sudah berkenalan dengan istilah bit dan Byte. Istilah bit (b) adalah satuan bilangan biner (yang terdiri dari angka 0 dan 1 untuk menyatakan kondisi on/off atau kosong/isi) yang menjadi dasar komputasi digital pada komputer. Bit juga mewakili data yang disimpan dalam memori penyimpanan komputer. Dalam komunikasi data melalui internet, data dialirkan dalam bentuk aliran bit demi bit (bitstream), misalnya 1010 0100 1001 1111 dan seterusnya. Oleh karena itu satuan kecepatan aliran data dinyatakan dalam bit per detik atau bit per sekon. (Ingat, bit berbeda dengan byte (B), 1 Byte terdiri dari 8 bit – buka dan pelajari kembali pelajaran di kelas VII). Seperti satuan yang lain, satuan bit dan bit per sekon (bps) dapat diberi awalan kilo, mega, giga, tera, dan sebagainya untuk menghindari penulisan angka yang panjang. Perhatikan contoh konversi satuan berikut ini.

1 kbps = 1.000 bps
1 Mbps = 1.000.000 bps
1 Gbps = 1.000.000.000 bps
1 kBps = 1.024 Byte per sekon
1 MBps = 1.024 kBps = 1.048.576 Byte per sekon
1 GBps = 1.024 MBps = 1.073.741.824 Byte per sekon

Jumlah bit yang ditransmisikan tiap detik melalui saluran komunikasi data dinamakan bandwidth. Masih ingat perumpamaan bandwidth sebagai jalan raya yang dilalui mobil? Besar jalan raya harus disesuaikan dengan banyaknya mobil yang akan melewatinya. Bila tidak, lalu lintas akan berjalan lambat dan bahkan macet. Demikian juga dengan internet. Kapasitas saluran komunikasi data harus disesuaikan dengan jumlah data yang akan melaluinya. Layanan berbentuk teks dan gambar membutuhkan aliran data yang lebih sedikit dibandingkan layanan suara, musik, atau video. Sebagai gambaran, data berbentuk teks bisa dialirkan dengan bandwidth 2.400 bit per sekon. Data suara berkualitas tinggi membutuhkan bandwidth sebesar 64.000 bit per sekon. Bandwidth sebesar 1,2 juta bit per sekon bagus untuk musik berkualitas tinggi. Sedangkan bandwidth sebesar 45 juta bit per sekon sesuai untuk mengirimkan video.

kecepatan akses internetUntuk mentransfer satu karakter (satu huruf) diperlukan kecepatan sekitar 10 bit per sekon. Maka modem yang memiliki kecepatan 2400 bps (2,4 kbps) mampu mengirimkan 240 karakter per detik. Halaman web sering dilengkapi dengan gambar-gambar yang mempunyai kerapatan bit lebih besar. Dengan kecepatan sebesar ini, dibutuhkan waktu hingga sekitar 8 detik untuk menampilkan sebuah halaman web. Dengan menggunakan modem yang kecepatannya lebih tinggi, kemampuan transfer data akan meningkat, sehingga halaman web akan ditampilkan lebih cepat. Untuk menjelajahi halaman web yang berisi teks dan gambar-gambar berukuran sedang, modem 56 kbps sudah mencukupi.

Namun internet tidak hanya berisi web. Di sana ada jutaan situs yang mendukung multimedia (gambar, animasi, efek-efek 3D, suara, musik, video, film, dan sebagainya). Ada pula hiburan game online, buku atau majalah elektronik, hingga telekonferensi. Untuk menikmatinya, kecepatan koneksi internet 56 kbps tidak cukup. Untuk mendengarkan suara melalui internet dengan kualitas seperti siaran radio FM saja, dibutuhkan koneksi yang mampu menyediakan kecepatan 96 kbps. Bila ingin mendengarkan musik dari internet dengan suara yang bagus seperti dari CD audio, dibutuhkan kecepatan transfer data hingga 128 kbps, sama besarnya dengan kebutuhan untuk melakukan telekonferensi dengan kamera web. Bahkan bila ingin melihat siaran video berkualitas tinggi (setara DVD), kecepatan transmisi data internet yang diperlukan mencapai 5 Mbps! Tidak semua hal bisa dilakukan lewat internet, karena kemampuan ISP dan jaringan telekomunikasi di Indonesia berkisar antara 9,6 kbps hingga 56 kbps.

Pengaruh Teknologi Terhadap Kecepatan Akses Internet

Teknologi terus berkembang dan ISP terus melakukan inovasi. Salah satu solusinya adalah mengganti teknologi koneksi internet dengan yang lebih baik. Ya. Kecepatan akses internet dipengaruhi oleh teknologi koneksi yang digunakan. Berdasarkan kecepatan transmisi data, metode akses internet dapat dibedakan menjadi dua kategori, yaitu koneksi dial up yang lambat dan koneksi broadband yang cepat.cara mempercepat koneksi internet

1. Koneksi Dial up

Koneksi dial up hanya bisa menyediakan kecepatan transfer data maksimal 56 kbps. Apa itu koneksi dial up? Koneksi ini menggunakan jaringan telepon dan modem dial up (modem analog) untuk menghubungkan komputer dengan ISP. Data ditransmisikan dalam bentuk sinyal analog (sinyal listrik) sehingga kecepatannya terbatas. Kelemahan lainnya, ketika saluran telepon sedang digunakan untuk internet, maka telepon tidak dapat menerima panggilan dari luar.

2. Koneksi Broadband

Koneksi broadband (pita lebar) menyediakan kecepatan transfer data hingga di atas 200 kbps. Untuk mencapai kecepatan ini, data ditransmisikan dalam bentuk digital. Contoh koneksi broadband adalah ISDN (kecepatan mencapai 128 kbps), modem kabel (hingga 384 kbps), DSL (hingga 384 kbps atau lebih), wireless, dan melalui komunikasi satelit. Bagaimana koneksi internet dengan ISDN, modem kabel, DSL, wireless, dan satelit dilaksanakan? Jenis-jenis koneksi ini akan kamu pelajari lebih rinci di bab berikutnya.

Sebagai perbandingan, perhatikan kecepatan akses beberapa metode koneksi internet pada tabel berikut ini.

ukuran kecepatan akses internet

Jadi, untuk memperoleh akses internet kecepatan tinggi, kamu harus berlangganan ke ISP yang menyediakan bandwidth tinggi, menggunakan modem yang cepat, dan komputer yang cepat pula. Kenyataannya, banyak faktor lain yang turut mempengaruhi kecepatan akses internet. Coba perhatikan beberapa hal yang mempengaruhi kecepatan transfer data internet berikut ini.

  1. Kecepatan komputer yang digunakan.
  2. Perangkat keras dan perangkat lunak yang dilalui data antara komputer dan internet, misalnya kecepatan modem dan kualitas jalur komunikasi data. Ibaratnya adalah kualitas aspal jalan yang dilalui kendaraan, semakin baik maka lalu lintas lebih lancar.
  3. Kepadatan lalu-lintas data yang melalui saluran komunikasi dari penyedia jasa internet (ISP) ke komputer. Ibaratnya, jalan-jalan di kota besar lebih banyak dilalui kendaraan dibandingkan jalan-jalan di kota kecil dan pedesaan.
  4. Bandwidth yang disediakan oleh ISP atau dengan kata lain kemampuan dan kecepatan server tempat kamu meminta/mengakses data, yaitu server milik ISP tempat berlangganan. Ibaratnya adalah lebar jalan yang disediakan ISP. Semakin lebar, semakin lancar lalu lintasnya.
  5. Banyak sedikitnya jumlah pengguna yang mengakses suatu server pada saat yang bersamaan. Ibaratnya, meskipun jalan raya lebar dan aspalnya bagus, tetapi bila terlalu banyak kendaraan yang melaluinya, maka lalu lintas akan menjadi lambat.

Untuk mengukur kecepatan akses internet yang sesungguhnya, dapat dilakukan melalui tes kecepatan lewat web menggunakan perangkat lunak tertentu atau melalui peralatan MRTG (Multi Router Traffic Grapher).

Pustaka Materi adalah website dengan informasi pendidikan untuk siswa dan guru dalam bentuk materi pelajaran, Buku Sekolah Elektronik (BSE) yang dapat didownload gratis, soal latihan, soal ujian dan peraturan tentang pendidikan.

Anda dapat menghubungi atau berpartisipasi dengan kami
Pustaka Materi