Keragaman Suku Bangsa di Indonesia

Sunday, January 3rd, 2016 - IPS, Kelas 5 SD

Keragaman Suku Bangsa di Indonesia

Bangsa kita terdiri dari beragam suku bangsa. Di lingkungan sekitar kita saja sudah kita jumpai bermacam-macam suku bangsa. Hal ini mencerminkan keadaan bangsa kita.

A. Persebaran suku bangsa di Indonesia

Suku bangsa adalah bagian dari suatu bangsa. Suku bangsa mempunyai ciri-ciri mendasar tertentu. Ciri-ciri itu biasanya berkaitan dengan asal-usul dan kebudayaan. Ada beberapa ciri yang dapat digunakan untuk mengenal suatu suku bangsa, yaitu: ciri fisik, bahasa, adat istiadat, dan kesenian yang sama. Contoh ciri fisik, antara lain warna kulit, rambut, wajah, dan bentuk badan. Ciri-ciri inilah yang membedakan satu suku bangsa dengan suku bangsa lainnya.

Suku bangsa merupakan kumpulan kerabat (keluarga) luas. Mereka percaya bahwa mereka berasal dari keturunan yang sama. Mereka juga merasa sebagai satu golongan. Dalam kehidupan sehari-hari mereka mempunyai bahasa dan adat istiadat sendiri yang berasal dari nenek moyang mereka.

Dari mana nenek moyang bangsa Indonesia berasal? Ada teori yang menyatakan penduduk Indonesia berasal dari daratan Cina Selatan, Provinsi Yunan sekarang. Ada juga teori “Nusantara.”  Mari kita bahas kedua teori ini.

Menurut teori pertama Suku bangsa Yunan datang ke Indonesia secara bergelombang. Ada dua gelombang terpenting.

  1. Gelombang pertama terjadi sekitar 3000 tahun yang lalu. Mereka yang pindah dalam periode ini kemudian dikenal sebagai rumpun bangsa Proto Melayu. Proto Melayu disebut juga Melayu Polynesia. Rumpun bangsa Proto Melayu tersebar dari Madagaskar hingga Pasifik Timur. Mereka bermukim di daerah pantai. Termasuk dalam bangsa Melayu Tua adalah suku bangsa Batak di Sumatera, Dayak di Kalimantan, dan Toraja di Sulawesi.
  2. Gelombang kedua terjadi sekitar 2000 tahun lalu, disebut Deutero Melayu. Mereka disebut penduduk Melayu Muda. Mereka mendesak Melayu Tua ke pedalaman Nusantara. Termasuk bangsa Melayu Muda adalah suku bangsa Jawa, Minang-kabau, Bali, Makassar, Bugis, dan Sunda.

Menurut teori “Nusantara” penduduk Indonesia tidak berasal dari luar. Teori ini didukung banyak ahli, seperti J.Crawfurd, K.Himly, Sutan Takdir Alisjahbana,  dan Gorys Keraf. Menurut para ahli ini penduduk Indonesia (bangsa Melayu) sudah memiliki peradaban yang tinggi pada bada ke-19 SM. Taraf ini hanya hanya dapat dicapai setelah perkembangan budaya yang lama. Hal ini menunjukkan penduduk Indonesia tidak berasal dari mana-mana, tetapi berasal dan berkembang di Nusantara.

Meskipun ada teori yang menyebutkan bahwa bangsa Indonesia mempunyai nenek moyang yang sama, kenyataannya ada beraneka ragam suku bangsa yang mendiami wilayah Indonesia.Tidak diketahui secara pasti berapa jumlah suku bangsa di Indonesia. Diperkirakan ada 300 sampai 500 suku bangsa yang tinggal di Indonesia. Perbedaan jumlah ini dikarenakan perbedaan para ahli dalam mengelompokkan suku bangsa.

Lalu apa yang menyebabkan terjadinya keragaman suku bangsa di Indonesia?  Keragaman suku bangsa di Indonesia antara lain disebabkan oleh:

  1. perbedaan ras asal,
  2. perbedaan lingkungan geografis,
  3. perbedaan latar belakang sejarah,
  4. perkembangan daerah,
  5. perbedaan agama atau kepercayaan, dan
  6. kemampuan adaptasi atau menyesuaikan diri.

Keragaman Suku Bangsa di IndonesiaDari faktor-faktor di atas, faktor lingkungan geografis dan kemampuan adaptasi atau menyesuaikan diri sangat berpengaruh. Faktor lingkungan geografis yang menyebabkan keanekaragaman suku bangsa antara lain sebagai berikut.

  1. Negara kita berbentuk kepulauan. Penduduk yang tinggal di satu pulau terpisah dengan penduduk yang tinggal di pulau lain. Penduduk tiap pulau mengembangkan kebiasaan dan adat sendiri. Dalam waktu yang cukup lama akan berkembang menjadi kebudayaan yang berbeda.
  2. Perbedaan bentuk muka bumi, seperti daerah pantai, dataran rendah, dan pegunungan. menyebabkan terjadinya keragaman suku bangsa di IndonesiaPenduduk beradaptasi dengan kondisi geografis alamnya. Adaptasi itu dapat terwujud dalam bentuk perubahan tingkah laku maupun perubahan ciri fisik. Penduduk yang tinggal di daerah pegunungan misalnya, akan berkomunikasi dengan suara yang keras supaya dapat didengar tetangganya. Penduduk yang tinggal di daerah pantai atau di daerah perairan akan mengembangkan keahlian menangkap ikan, dan sebagainya. Perubahan keadaan alam dan proses adaptasi inilah yang menyebabkan adanya keanekaragaman suku bangsa di Indonesia.

Besar kecilnya suku bangsa yang ada di Indonesia tidak merata. Suku bangsa yang jumlah anggotanya cukup besar, antara lain suku bangsa Jawa, Sunda, Madura, Melayu, Bugis, Makassar, Minangkabau, Bali, dan Batak.Persebaran suku bangsa di Indonesia

Biasanya suatu suku bangsa tinggal di wilayah tertentu dalam suatu provinsi di negara kita. Namun tidak selalu demikian. Orang Jawa, orang Batak, orang Bugis, dan orang Minang misalnya, banyak yang merantau ke wilayah lain. Perhatikan peta dan tabel daerah asal suku-suku bangsa yang ada di Indonesia berikut ini!

  1. Nangroe Aceh Darussalam : Aceh, Gayo, Alas, Kluet, Tamiang, Singkil, Anak Jame, Simeleuw, dan Pulau
  2. Sumatera Utara : Batak Karo, Batak Simalungun, Batak Fakfak, Batak Angkola, Batak Toba, Melayu, Nias, Batak Mandailing, dan Maya-maya
  3. Sumatera Barat : Minangkabau, Melayu, dan Mentawai
  4. Riau : Melayu, Akit, Talang Mamak, Orang utan Bonai, Sahai, dan Laut.
  5. Riau Kepulauan : Melayu
  6. Jambi : Batin, Kerinci, Penghulu, Pedah, Melayu, Jambi, Kubu
  7. Bengkulu : Muko-muko, Pekal, Serawai, Pasemah, Enggano, Kaur, Rejang, Lembak
  8. Sumatera Selatan : Melayu, Kikim, Semenda, Komering, Pasemah, Lintang, Pegagah, Rawas, Sekak Rambang, Lembak, Kubu, Ogan, Penesek Gumay, Panukal, Bilida, Musi
  9. Lampung : Pesisir, Pubian, Sungkai, Semenda, Seputih, Tulangbawang, Krui Abung
  10. Bangka Belitung : Bangka
  11. Banten : Baduy, Sunda, Banten
  12. DKI Jakarta : Betawi
  13. Jawa Barat : Sunda
  14. Jawa Tengah : Jawa
  15. D.I. Yogyakarta : Jawa
  16. Jawa Timur : Jawa, Madura, Tengger
  17. Bali : Bali
  18. Nusa Tenggara Barat : Bali, Sasak, Samawa, Mata, Dongo, Kore, Mbojo, Dompu, Tarlawi, Sumba
  19. Nusa Tenggara Timur : Sabu, Sumba, Rote, Kedang, Helong, Dawan, Tatum, Melus, Bima, Alor, Lie, Kemak, Lamaholot, Sikka, Manggarai, Krowe, Ende, Bajawa, Nage, Riung
  20. Kalimantan Barat : Kayau, Ulu Aer, Mbaluh, Manyuke, Skadau, Melayu-Pontianak
  21. Kalimantan Tengah : Kapuas, Ot Danum, Ngaju, Lawangan, Dusun, Maanyan, Katingan
  22. Kalimantan Selatan : Ngaju, Laut, Maamyan, Bukit, Dusun, Deyah, Balangan, Aba
  23. Kalimantan Timur : Ngaju, Otdanum, Apokayan,Punan, Murut
  24. Sulawesi Selatan : Mandar, Bugis, Toraja, Sa’dan, Bugis, Makassar
  25. Sulawesi Tenggara : Mapute, Mekongga, Landawe, Tolaiwiw, Tolaki, Kabaina, Butung, Muna, Bungku
  26. Sulawesi Barat : Mandar, Mamuju, Mamasa
  27. Sulawesi Tengah : Buol, Toli-toli, Tomini, Dompelas, Kaili, Kulawi, Lore, Pamona, Suluan, Mori, Bungku, Balantak, Banggai
  28. Gorontalo : Gorontalo
  29. Sulawesi Utara : Minahasa, Bolaang-Mangondow, Sangiher Talaud, Gorontalo, Sangir
  30. Maluku : Buru, Banda, Seram,  Kei, Ambon
  31. Maluku Utara : Halmahera, Obi, Morotai, Ternate, Bacan
  32. Papua Barat : Mey Brat, Arfak
  33. Papua : Sentani, Dani, Amungme, Nimboran, Jagai, Asmat, Tobati

B. Menghormati keragaman suku bangsa

Menghormati keragaman suku bangsaBangsa kita terdiri dari bermacam-macam suku bangsa. Keragaman suku bangsa ini merupakan kekayaan bagi bangsa kita. Kita harus mengembangkan sikap menghormati suku-suku bangsa lain dan kebudyaan yang berbeda dengan kebudayaan kita.

Bagaimana kita bisa bersikap menghormati keragaman suku bangsa yang ada di tanah air? Kita bisa mengembangkan sikap berikut ini.

  1. Menerima suku-suku bangsa lain dalam pergaulan sehari-hari. Dalam pergaulan di masyarakat, kita tidak hanya bertemu orang satu suku bangsa. Apalagi kalau kita tinggal di kota. Orang-orang dari suku lain harus kita terima. Mereka adalah saudara kita satu bangsa.
  2. Menambah pengetahuan kita tentang suku-suku lain. Mempelajari suku bangsa lain tidak harus datang ke daerah tempat tinggal mereka. Kita bisa belajar tentang adat istiadat, kesenian, dan bahasa mereka. Dengan mengenal lebih dalam suku-suku lain, ki-ta akan memahami adat istiadatnya. Dengan demikian kita tidak akan mudah curiga.
  3. Tidak menjelek-jelekkan, menghina, dan merendahkan suku-suku bangsa lain. Kita, manusia yang diciptakan Tuhan dengan harkat dan martabat yang sama. Oleh karena itu, kita tidak boleh menghina suku bangsa lain.

Mengapa kita harus menghormati keragaman suku bangsa? Keragaman suku bangsa merupakan kenyataan bangsa kita. Inilah kekayaan bangsa kita. Kalau kita tidak menghormati suku bangsa sendiri, kita tidak akan menjadi bangsa yang kuat. Kita tidak boleh hanya membanggakan suku bangsa kita sendiri dan merendahkan suku bangsa lain. Kalau kita tidak menghormati keanekaragaman suku bangsa, tidak akan tercipta kedamaian dalam hidup bersama. Tidak adanya saling menghormati antarsuku bangsa akan menimbulkan konflik. Contohnya banyak. Antara lain konflik di Poso, konflik di Sambas, dan konflik di Maluku. Dengan adanya konflik-konflik itu persatuan dan kesatuan bangsa jadi ternodai. Bila terjadi perselisihan antarsuku bangsa, bangsa kita akan lemah. Oleh karena itu, sudah seharusnya kita mengembangkan sikap saling menghormati antarsuku bangsa.

Semoga uraian materi “Keragaman Suku Bangsa di Indonesia” diatas mudah dipelajari.

Pustaka Materi adalah website dengan informasi pendidikan untuk siswa dan guru dalam bentuk materi pelajaran, Buku Sekolah Elektronik (BSE) yang dapat didownload gratis, soal latihan, soal ujian dan peraturan tentang pendidikan.

Anda dapat menghubungi atau berpartisipasi dengan kami
Pustaka Materi