Kronologis Proklamasi Kemerdekaan IPS Kelas 8 SMP

Wednesday, September 16th, 2015 - IPS, Kelas 8 SMP

Kronologis proklamasi kemerdekaan Indonesia diawali dengan perumusan teks proklamasi, pembacaan teks proklamasi dan penyebarluasan proklamasi kemerdekaan diseluruh nusantara melalui kantor berita antara.

Kronologis Proklamasi Kemerdekaan

Kronologis Proklamasi Kemerdekaan

1. Perumusan teks proklamasi kemerdekaan di rumah Laksamana Muda Tadashi Maeda

Rombongan Sukarno-Hatta tiba di Jakarta pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 23.00 WIB. Setelah itu Hatta meminta Ahmad Subarjo untuk menelepon Hotel Des Indes untuk tempat diadakan rapat, tetapi ditolak karena sudah pukul 24.000 WIB. Berdasarkan izin dari Jepang, kegiatan dapat dilaksanakan sebelum pukul 22.00 WIB. Melalui Ahmad Subarjo, Tadashi Maeda menawarkan rumahnya di Miyokodori (sekarang Jl. Imam Bonjol No. 1, Jakarta) sebagai tempat yang aman untuk menyusun naskah Proklamasi Kemerdekaan.

Pertemuan dihadiri oleh Sukarno, Hatta, Ahmad Subarjo, pada anggota PPKI, dan para tokoh pemuda (Sukarni, Sayuti Melik, BM Diah, dan Mbah Diro). Mereka yang merumuskan Teks Proklamasi berada di ruang makan, ialah: Perumusan teks proklamasi kemerdekaan di rumah Laksamana Muda Tadashi Maeda

  1. Sukarno yang memegang pena dan kertas klad, kemudian menulis naskahnya.
  2. Mohammad Hatta dan Ahmad Subarjo yang mengemukakan ideidenya secara lisan. Ahmad Subarjo menyampaikan kalimat pertama yang berbunyi “Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan Kemerdekaan Indonesia”. Moh. Hatta menyampaikan kalimat kedua yang berbunyi: Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya”.
  3. Kemudian dibacakan di ruang depan, dan Sukarni mengusulkan supaya yang menandatangani naskah tersebut ialah SukarnoHatta atas nama bangsa Indonesia. Usulan tersebut disetujui oleh seluruh yang hadir.
  4. Konsep naskah proklamasi kemerdekaan diserahkan kepada Sayuti Melik untuk diketik. Sayuti Melik mengadakan sedikit perubahan.
    • Tulisan “tempoh” diganti menjadi “tempo”.
    • Tulisan “wakil-wakil bangsa Indonesia” diganti menjadi” “atas nama bangsa Indonesia”.
    • Tulisan “Djakarta, 17-08-’05” diganti menjadi “Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen ‘05”.
  5. Setelah selesai diketik, kemudian naskah teks proklamasi itu ditandatangani oleh Sukarno-Hatta.
  6. Perumusan teks Proklamasi sampai dengan penandatanganan selesai pada pukul 04.00 WIB tanggal 17 Agustus 1945, dan diputuskan pula pembacaan pada pukul 10.00 WIB

2. Pembacaan teks proklamasi kemerdekaan

Pembacaan Teks Proklamasi Kemerdekaan menurut rencana Sukarno dilaksanakan di Lapangan Ikada, tetapi dialihkan di tempat kediaman Sukarno, Jl. Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta. Pengalihan tempat ini disebabkan di Lapangan Ikada sudah berkumpul pasukan Jepang bersenjata lengkap.Pembacaan teks proklamasi kemerdekaan

Upacara proklamasi dihadiri oleh sejumlah tokoh bangsa Indonesia dengan pengawalan para pemuda. Upacara dimulai pada pukul 10.00 WIB dengan tata urutan sebagai berikut:

  1. Pemberian sambutan oleh dua anggota panitia.
  2. Pemberian sambutan oleh Mohammad Hatta.
  3. Pembacaan Teks Proklamasi Kemerdekaan oleh Sukarno.
  4. Pengibaran bendera Merah Putih oleh Latief Hendraningrat dan Suhud, yang secara spontan hadirin menyanyikan lagu “Indonesia Raya”

Upacara proklamasi kemerdekaan Indonesia hanya berlangsung 1 jam. Meskipun singkat dan sederhana, peristiwa tersebut menandai terbentuknya bangsa dan negara Indonesia yang merdeka.

Seputar pengumuman proklamasi kemerekaan Indonesia: tiang bendera terbuat dari bambu yang diberi tali dan ditanam di teras rumah Sukarno. Bendera dijahit oleh Fatmawati Sukarno, dengan bentuk dan ukuran yang tidak standar. Mikrofon dan pengeras suara dipinjam dari suatu toko elektronik.

3. Penyebarluasan berita kemerdekaan Indonesia

Teks Proklamasi yang telah diumumkan tanggal 17 Agustus 1945 oleh Sukarno, beberapa saat kemudian berhasil diselundupkan ke Kantor Pusat Pemberitaan Pemerintah Jepang yang bernama Domei (Kantor Berita Antara, sekarang) oleh Adam Malik, Rinto Alwi, Asa Bafaqih, dan P. Lubis.

Penyebarluasan berita kemerdekaan IndonesiaPada tanggal 17 Agustus 1945 sekitar pukul 18.30 WIB, wartawan Kantor Berita Domei Syahruddin berhasil masuk ke gedung siaran Radio Hoso Kanzi (RRI, sekarang) untuk menyerahkan kepada markonis (petugas telekomunikasi) F. Wuz untuk menyiarkan berita proklamasi secara berulang-ulang.

Penyebaran berita proklamasi juga dilakukan melalui media surat kabar, seperti Harian Suara Asia di Surabaya (koran pertama yang menyiarkan proklamasi), dan Harian Cahaya Bandung. Para pemuda yang berjuang lewat surat kabar antara lain: BM Diah, Sukarjo Wiryopranoto, Iwa Kusumasumatri, Ki Hajar Dewantara, Otto Iskandar Dinata, G.S.S.J Ratulangi, Adam Malik, Sayuti Melik, Sutan Syahrir, Madikin Wonohito, Sumanang S.H., Manai Sophian, Ali Hasyim, dan sebagainya.

Penyebaran berita proklamasi juga menggunakan pengerahan massa, penyampaian dari mulut ke mulut, penyebaran pamflet, dan corat coret di tembok atau tempat lain.

Uraian singkat diatas menjelaskan kronologis proklamasi kemerdekaan Indonesia dari persiapan teks, pembacaan dan penyebarluasan proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Pustaka Materi adalah website dengan informasi pendidikan untuk siswa dan guru dalam bentuk materi pelajaran, Buku Sekolah Elektronik (BSE) yang dapat didownload gratis, soal latihan, soal ujian dan peraturan tentang pendidikan.

Anda dapat menghubungi atau berpartisipasi dengan kami
Pustaka Materi