Macam-Macam Pasar IPS Kelas 8 SMP

Tuesday, September 15th, 2015 - IPS, Kelas 8 SMP

Perbedaan macam-macam pasar yang ada di kota besar, pasar tingkat internasional dengan pasar di daerah tingkat kecamatan/kelurahan akan dijelaskan pada bagian ini.  Untuk mengetahui perbedaan antara pasar yang satu dengan pasar yang lainnya. Maka kita perlu mengetahui macam-macam pasar.

Macam-Macam Pasar Dalam Ilmu Ekonomi

Dalam ilmu ekonomi, macam-macam pasar dapat dibedakan berdasarkan:

  1. Menurut jenis barang yang diperjualbelikan, pasar dibagi menjadi dua  yaitu:
    1. Pasar barang konsumsi, yaitu pasar tempat jual beli barangbarang konsumsi. Seperti sembako, peralatan dan perlengkapan mandi, makanan dan minuman dan lain-lain.
    2. Pasar barang produksi, yaitu pasar tempat jual beli faktor-faktor produksi seperti mesin-mesin, peralatan pertanian, peralatan produksi, tenaga kerja, modal dan lain-lain.
  2. Menurut luasnya jaringan distribusi, pasar dibagi menjadi empat macam yaitu:
    1. Pasar setempat atau pasar lokal,  yaitu pasar memperdagangkan barang-barang yang dibutuhkan oleh konsumen atau masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar pasar. Biasanya barang-barang yang diperdagangkan adalah barang-barang kebutuhan seharihari dan tidak tahan lama, misalnya sayur-mayur, lauk-pauk, buah-buahan dan lain-lain.Macam-Macam Pasar Dalam Ilmu Ekonomi
    2. Pasar daerah, yaitu pasar yang meliputi daerah tertentu (lebih luas dari pasar setempat). Misalnya pasar di kota-kota kabupaten, kotamadya seperti Pasar Klewer di Solo, Pasar Johar di Semarang, Pasar Beringharjo di Yogyakarta. Di pasar ini, biasanya tempat berkumpul para pedagang menengah yang melayani penjualan barang dalam jumlah besar kepada para pedagang kecil.
    3. Pasar nasional, yaitu pasar yang meliputi wilayah satu negara tertentu. Pasar nasional memperdagangkan barang-barang yang dibutuhkan oleh masyarakat dalam suatu negara. Di pasar ini, pembeli dan penjualnya meliputi seluruh warga negara yang membutuhkan barang dan jasa yang diperjualbelikan. Pada pasar nasional, yang diperjualbelikan adalah barang-barang konsumsi seperti pakaian, mesin industri, kendaraan dan juga faktor-faktor produksi seperti tenaga kerja, modal dan lain-lain. Sehingga pasar uang dan pasar modal termasuk pasar nasional.
    4. Pasar internasional, yaitu pasar yang memperdagangkan barang-barang yang dibutuhkan oleh masyarakat di seluruh dunia terutama negara-negara yang tidak memproduksi barangbarang yang diperdagangkan dan atau hasil produksinya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan warga negaranya. Di pasar ini penjual dan pembelinya meliputi seluruh dunia. Barangbarang yang diperdagangkan di pasar internasional harus memenuhi beberapa syarat diantaranya antara lain tahan lama/tidak
      mudah rusak, berkualitas tinggi dan terjamin serta dibutuhkan oleh masyarakat dunia. Yang termasuk pasar internasional diantaranya adalah: pasar tembakau di Bremen (Jerman), pasar intan di Amsterdam (Belanda), pasar kopi di Santos (Brasil), pasar karet di New York (Amerika Serikat) dan sebagainya.
  3. Menurut waktu bertemunya antara pembeli dan penjual, pasar dibagi menjadi tujuh yaitu:
    1. Pasar harian, yaitu pasar yang berlangsung setiap hari. Barang yang diperdagangkan biasanya barang-barang kebutuhan sehari-hari. Pasar harian juga terjadi pada pasar daerah, pasar nasional maupun pasar internasional.
    2. Pasar pasaran (sepasar = 5 hari), yaitu pasar yang berlangsung setiap 5 hari sekali. Pasar seperti ini pada umumnya terjadi di suatu daerah yang penduduknya belum begitu banyak, sehingga kegiatan pasar tidak dilakukan setiap hari. Jika jumlah penduduk semakin banyak dan kebutuhan masyarakat semakin banyak, maka pasar pasaran dapat berubah menjadi pasar harian. Di Jawa dikenal dengan nama Pasar Pon,  Pasar Wage, Pasar Pahing,  Pasar Kliwon, dan Pasar Legi sesuai dengan hari pasarannya. Pada hari pasaran diselenggarakan kegiatan pasar yaitu jual beli. Para penjual berdatangan dari tempattempat yang jauh untuk menjajakan barang-barang dagangannya sementara para pembeli berdatangan untuk membeli barang-barang kebutuhan sehari-hari untuk beberapa hari berikutnya.
    3. Pasar mingguan,  yaitu pasar yang berlangsung setiap pekan atau seminggu sekali. Pasar seperti ini pada umumnya juga berlangsung di daerah yang belum banyak penduduknya. Di Jakarta zaman dahulu ada pasar yang berlangsung seminggu sekali seperti  Pasar Senin yang berlangsung tiap hari Senin, Pasar Minggu yang berlangsung setiap hari Minggu, Pasar Rebo yang berlangsung setiap Rabu, dan lain-lain.
    4. Pasar bulanan, yaitu pasar yang berlangsung setiap bulan sekali. Barang yang diperjualbelikan adalah barang tertentu dan pembelinya biasanya adalah para pedagang yang akan menjual kembali barang yang dibeli kepada orang lain di tempat lain.
    5. Pasar tahunan, yaitu pasar yang berlangsung setiap setahun sekali. Pasar ini ada yang bersifat nasional dan ada yang bersifat internasional. Pasar tahunan sering diadakan berhubungan dengan hari ulang tahun suatu tempat seperti Pekan Raya Jakarta (PRJ) yang diadakan bertepatan dengan ulang tahun kota Jakarta, atau diadakan sesuai dengan tradisi yang ada di suatu daerah seperti pasar malem Sekatenan di Solo dan Yogyakarta atau diselenggarakan sebagai pameran teknologi dari berbagai negara seperti pekan raya Hanover di Jerman.
    6. Pasar musiman, yaitu pasar yang berlangsung setiap musim sekali. Pasar musiman sering dikaitkan dengan musim tertentu yang terjadi di suatu daerah seperti  pasar cembrengan di sekitar pabrik gula yang diadakan setiap musim giling gula dimulai.
  4. Menurut sifatnya, pasar dibagi menjadi dua yaitu:
    1. Pasar nyata (konkret), yaitu pasar tempat bertemunya antara pembeli dan penjual yang melakukan tawar-menawar dan transaksi jual beli terhadap suatu barang dagangan yang sudah tersedia di pasar tersebut. Dari hasil tawar-menawar tersebut terbentuklah harga dan pembayaran dilakukan secara tunai.
      Contoh: pasar sayur-mayur, pasar buah-buahan, pasar burung, pasar barang kelontong dan lain-lain.
    2. Pasar abstrak, yaitu proses interaksi antara pembeli dan penjual dalam rangka mencapai kesepakatan harga dan barang yang akan diperjualbelikan. Dalam pasar abstrak pembeli tidak harus bertemu dengan dipenjual,  tetapi cukup lewat surat, telepon, internet, dan lain-lain. Sedang barang yang diperjualbelikan cukup dengan contohnya saja atau brosur yang berisi informasi tentang barang yang diperjualbelikan.Pasar abstrak
      Syarat pasar abstrak:

      • Penjual dan pembeli tidak bertemu secara langsung.
      • Barang yang ditawarkan berupa contoh atau brosur.

      Contoh: pasar valuta asing, pasar komoditi, pasar modal, pasar uang,  pasar tenaga kerja dan lain-lain.

  5. Menurut strukturnya, pasar dibedakan menjadi 4 jenis yaitu:
    1. Pasar persaingan sempurna, yaitu pasar yang di dalamnya terdapat banyak  penjual dan pembeli, barang yang diperjual-belikan sejenis (homogen), masing-masing produsen bebas untuk menutup atau membuka usahanya. Semua faktor produksi bebas untuk bergerak dari suatau tempat ke tempat lain, penjual dan pembeli mempunyai informasi yang lengkap tentang pasar. Di pasar ini penjual tidak bebas menentukan harga, karena harga ditentukan oleh kekuatan permintaan dan penawaran. Pembeli biasanya akan memilih barang yang harganya murah dan kualitasnya baik dan jauh dibawah harga pasar.
      Contoh pasar persaingan sempurna adalah pasar hasil-hasil pertanian seperti beras, buah-buahan dan sayur-sayuran.
    2. Pasar monopoli,  yaitu pasar yang di dalamnya terdapat  satu penjual (penjual tunggal) dan banyak pembeli, tidak ada penjual lain yang menjual barang yang dapat mengganti secara sempurna barang yang dijual oleh penjual tunggal, ada rintangan (baik alami maupun buatan) bagi pengusaha baru untuk menjual barang yang sama misalnya dalam bentuk penguasaan bahan baku,  peraturan dan perijinan. Pada pasar monopoli harga barang ditentukan secara sepihak oleh penjual.Pasar monopoli
      Contoh pasar monopoli adalah pasar untuk perusahaan-perusahaan PLN, Telkom, Perumka.
    3. Pasar persaingan monopolistis, yaitu pasar yang di dalamnya terdapat banyak penjual macam barang tertentu. Barang dari masing-masing penjual dibedakan satu sama lain, tapi masih dapat saling menggantikan. Penjual bisa mengatur harga sampai pada batas tertentu, alasannya barang yang dijual seolah berbeda dengan barang lain yang di pasar. Tindakan seorang penjual tidak dapat mempengaruhi keadaan pasar karena jumlah penjual cukup banyak. Persaingan monopolistis biasanya terjadi di sektor perdagangan eceran dan  jasa seperti pompa bensin, toko bahan pangan.
    4. Pasar oligopoli, yaitu pasar yang hanya terdapat beberapa penjual untuk satu barang tertentu, sehingga kegiatan dari penjual yang satu bisa mempengaruhi pemasaran barang penjual lain.
      Contoh perusahaan penjual satu jenis mobil atau pedagang besar suatu merek rokok tertentu.
    5. Pasar monopsoni, yaitu pasar yang di dalamnya terdapat satu pembeli dan banyak penjual. Pada pasar monopsoni, harga barang ditentukan sepihak oleh pembeli.
      Contoh: pasar cengkeh. Pembelinya adalah Gappri (gabungan pengusaha pabrik rokok  Indonesia) dan penjualnya adalah petani-petani cengkeh yang jumlahnya sangat banyak.
  6. Berdasarkan macam barang yang diperjualbelikan, pasar dibedakan menjadi 2 macam yaitu:
    1. Pasar homogen atau pasar barang sejenis, yaitu pasar yang didalamnya hanya dijualbelikan satu jenis barang.
      Contoh: pasar beras (Cipinang/Jakarta), pasar sayur-mayur (Bringharjo/Yogyakarta), pasar burung dan lain-lain.
    2. Pasar heterogen, yaitu pasar yang di dalamnya di jualbelikan segala macam barang-barang kebutuhan masyarakat. Pasar heterogen terjadi hampir di semua pasar di daerah baik di kota besar maupun di kota kecil.

Macam-macam pasar telah diuraikan secara lengkap diatas, semoga mudah dipahami.

Pustaka Materi adalah website dengan informasi pendidikan untuk siswa dan guru dalam bentuk materi pelajaran, Buku Sekolah Elektronik (BSE) yang dapat didownload gratis, soal latihan, soal ujian dan peraturan tentang pendidikan.

Anda dapat menghubungi atau berpartisipasi dengan kami
Pustaka Materi