Mekanisme Kerja Otot Kelas 11 SMA

Friday, October 2nd, 2015 - Biologi, Kelas 11 SMA

Mekanisme kerja otot pada tubuh manusia secara kasat mata bekerja dengan cara membesar/mengeras dan mengendur/mengecil. Jika seseorang sering mengadakan latihan otot, misalnya senam, lari, atau olahraga lainnya, maka ototnya akan sering berkontraksi, akibatnya otot menjadi besar dan keras. Sebaliknya, jika otot jarang digunakan untuk melakukan latihan fisik, maka otot akan kendur dan mengecil. Otot seperti ini disebut atropi.

Mekanisme Kerja Otot

Otot bekerja dengan cara berkontraksi dan relaksasi. Energi untuk berkontraksi diperoleh dari ATP dan kreatin fosfat, tetapi serabut otot hanya mengandung cukup ATP untuk menggerakkan beberapa kekejangan. Sumber tenaga apakah yang dapat menjadi andalan agar ATP terus tersedia? Sumber yang paling baik ialah respirasi molekul-molekul nutrien seluler yang dibawa
oleh darah ke serabut.

Pada saat berkontraksi, ATP dan kreatin fosfat akan terurai. ATP akan terurai menjadi ADP (Adenosin difosfat dan energi, ADP akan terurai menjadi AMP (Adenosin Monofosfat) dan energi. Kreatin fosfat akan terurai menjadi kreatin dan fosfat. Fosfat yang dihasilkan kemudian akan bergabung dengan ADP menjadi ATP dan akan mengalami peruraian seperti tersebut tadi.

Mekanisme Kerja Otot Kelas 11 SMA

Rangsangan yang datang dari luar akan ditangkap pertama kali oleh sel-sel saraf. Dari sel-sel saraf, rangsangan ini akan diteruskan ke sel-sel otot. Di dalam otot akan diteruskan pada suatu neurohormon yang sangat peka terhadap rangsang yang disebut asetilkolin, sehingga asetilkolin ini akan terangsang. Akibat dari rangsangan ini, asetilkolin akan terurai, akibatnya akan terbentuk miogen. Selanjutnya, miogen ini akan merangsang pembentukan1aktomiosin. Rangsangan miogen terhadap aktomiosin akan menyebabkan terjadinya kontraksi miofibril.

Memahami tentang kerja kontraksi otot pada katak

  1. Tusukkan bagian pangkal bawah caput bagian dorsal kotak dengan jarum pentul sehingga otaknya rusak, dan kehilangan kesadaran.
  2. Ambillah otot betis pada bagian tendon dan origo, kemudian masukkan pada larutan ringer.
  3. Susunlah rangkaian sebagai tempat percobaan. Ambillah otot betis katak yang sudah dimasukkan dalam larutan ringer pada perlakuan di atas, kemudian bentangkan dengan menggunakan benang di kedua ujungnya. Setelah itu, pasang/ikatkan masingmasing ujungnya pada kedua klem statif. Setelah itu, kedua ujung otot betis tersebut masing-masing dihubungkan dengan kabel yang dialiri arus. Gunakan baterai sebagai sumber arusnya. Perlakuan pemberian arus dengan interval masing-masing:
    1. 1 menit 3 kali
    2. 15 detik 3 kali
    3. 5 detik 3 kaliRangkaian percobaan konstransi otot
  4. Dari perlakuan interval di atas, perhatikanlah pada interval mana otot betis ada reaksi dan pada interval mana tidak ada reaksi.
  5. Dari percobaan pada kegiatan ini Anda dapat menyimpulkan akibat yang terjadi apabila otot diberi rangsangan, kemudian tidak diberi rangsangan dan keadaan yang terjadi bila otot diberi rangsangan secara terus-menerus.

Semoga materi tentang mekanisme kerja otot diatas dapat mudah dipahami.

Pustaka Materi adalah website dengan informasi pendidikan untuk siswa dan guru dalam bentuk materi pelajaran, Buku Sekolah Elektronik (BSE) yang dapat didownload gratis, soal latihan, soal ujian dan peraturan tentang pendidikan.

Anda dapat menghubungi atau berpartisipasi dengan kami
Pustaka Materi