Metode Pendekatan Dalam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

Wednesday, December 2nd, 2015 - Info Pendidikan

Metode Pendekatan Dalam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

Beberapa pendekatan yang digunakan dalam pelaksanaan pendidikan anak usia dini, antara lain:Metode Pendekatan Dalam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

1. Pendekatan Montessori

Tujuan pendidikan Montessori adalah mengoptimalkan seluruh kemampuan anak mel alui stimulasi yang dipersiapkan. Untuk dapat memberikan stimulasi yang maksimal maka guru harus mempersiapkan perencanaan secara rinci dan mempersiapkan lingkungan pembelajaran yang tenang dan teratur. Kelas yang terdiri dari bermacam-macam usia membuat anak dapat belajar dari anak yang lebih tua usianya selain juga bel ajar dari guru. Walaupun anak belajar secara individual, namun anak dilatih mandiri. Lingkungan dipersiapkan dengan materi -materi yang telah terstruktur misalnya berupa :

  1. Materi sensorial
    Anak dapat berlatih untuk memperluas dan memperhalus persepsi sensorinya. Materi yang digunakan adalah alat -alat yang mengandung konsep tentang ukuran, bentuk, warna, suara, tekstur, bau, berat ringan, dll.
  2. Materi konseptual
    Materi ini merupakan bahan-bahan konkret untuk melatih anak membaca, menulis, matematika dan pengetahuan sosial.
  3. Materi kehidupan praktis (sehari-hari)
    Pembelajaran yang diberikan banyak ditemukan dalam kehidupan sehari hari, misalnya menyapu lantai, mencuci piring, menyiram tanaman, mengancingkan baju, dll.

Pendekatan Montessori menggunakan bahan-bahan yang dapat dimainkan anak, namun di dalam pendekatan ini tidak memberikan anak di bawah 6 tahun untuk berfantasi. Padahal jika seorang anak bermain, maka salah satu unsur bermain adalah berfantasi (berpura-pura). Dengan demikian di dalam pendekatan ini anak tidak bisa bermain secara bebas, tetapi sangat terstruktur sehingga imajinasinya tidak berkembang. Pengaruh guru untuk memberikan mainan yang sudah terpola dan berurutan secara ketat membatasi kreativit as anak dalam mengeksplorasi mainannya. Dengan anak belajar secara mandiri, maka kesempatan anak untuk berinteraksi dengan teman sangat terbatas.

2. High/Scope

Pendekatan ini dikembangkan oleh David Weikart yang pada awalnya bekerja pada Perry Project yang dikenal pada tahun 1960 an di Ypsilanti, Michigan. High/Scope mulai digunakan pada tahun 1962. Dilakukan studi longitudinal sampai seseorang berusia 40 tahun. Studi ini menyebutkan bahwa anak akan memiliki hubungan sosial dan emosional yang baik. Program ini melibatkan anak sebagai pembelajar aktif yang memberikan kesempatan pada anak untuk memilih sendiri aktivitas bermainnya.

High/Scope memiliki komponen penting, yaitu :

  1. Anak sebagai pembelajar aktif yang menggunakan sebagian besar waktunya di dalam learning center yang beragam.
  2. Merencanakan-melakukan-mengulang (plan – do – rewiew). Guru membantu anak untuk memilih apa yang akan mereka lakukan setiap hari, melaksanakan rencana mereka dan mengulang kembali yang telah mereka pelajari.
  3. Pengalaman kunci (key experience). Pengal aman-pengalaman penting anak dipakai untuk pembelajaran .
  4. Penggunaan catatan anekdot untuk mencatat kemajuan yang diperoleh anak

Pendekatan High/Scope memilki 5 unsur yang mendukung pembelajaran aktif anak, yaitu :

  1. Benda-benda yang dapat dieksplor anak
  2. Manipulasi benda-benda oleh anak
  3. Pilihan bagi anak tentang apa yang harus dilakukan anak
  4. Bahasa anak
  5. Dukungan dari orang dewasa.

3. Beyond Centres and Circle Times (BCCT)

Pendekatan ini dikembangkan berdasarkan pada teori perkembangan anak, teori neuriscience, teori multiple intellegence, yang dipadukan dengan pengalaman guru. Pendekatan BCCT mencakup semua aspek perkembangan anak dengan ciri utama pemberian pijakan (scaffolding) untuk membangun konsep, aturan, ide, dan pengetahuan anak. Pijakan yang dikembangkan dalam pendekatan BCCT mencakup:

  1. Pijakan lingkungan main
  2. Pijakan sebelum main
  3. Pijakan selama anak main
  4. Pijakan setelah main.

Untuk mendukung pendekatan BCCT maka dalam proses pembelajaran diterapkan konsep densitas dan intensitas main. Guru, orang tua, dan orang dewasa di sekeliling anak dipandang sebagai komponen yang sangat berbengaruh bagi perkembangan anak. Dalam pendekatan BCCT ditekankan
bahwa pengalaman main akan tercapai dengan sangat baik bila orang dewasa mengerti perkembangan anak dan tahap bermain anak serta menggunakannya untuk mendukung anak kearah keberhasilan pendidikan di tingkat selanjutnya.

Semoga uraian singkat tentang metode pendekatan dalam pendidikan anak usia dini (PAUD) diatas menambah wawasan kita.

Pustaka Materi adalah website dengan informasi pendidikan untuk siswa dan guru dalam bentuk materi pelajaran, Buku Sekolah Elektronik (BSE) yang dapat didownload gratis, soal latihan, soal ujian dan peraturan tentang pendidikan.

Anda dapat menghubungi atau berpartisipasi dengan kami
Pustaka Materi