Olahraga Tenis Meja

Thursday, November 12th, 2015 - Kelas 7 SMP, Penjaskes

Tenis meja adalah permainan bola tangkis di atas meja yang dimainkan oleh dua atau empat orang dengan bet dan bola kecil terbuat dari plastik. Di tengah-tengah meja dipasang net tegak lurus untuk memisahkan bidang permainan.

Sejarah Tenis Meja

sejarah tenis mejaOlahraga ini sudah populer di Inggris pada abad ke-19 dengan nama pingpong, gossima, dan whiff-whoff. Pada tanggal 15 Januari 1926, tenis meja resmi dengan nama table tennis atas prakarsa Dr. George Lehman dari Jerman.

Di Indonesia pada PON I Solo tahun 1948, tenis meja dimainkan dan pada tahun 1948 juga dibentuk Persatuan Pingpong Seluruh Indonesia (PPSI) di Surabaya. Pada tahun 1951, PPSI diubah menjadi PTMSI (Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia).

Teknik Dasar Tenis Meja

Langkah awal untuk menguasai tenis meja adalah mempelajari teknik-teknik dasarnya lebih dulu. Teknik dasar tenis meja, antara lain:

1. Teknik Memegang Bet

Teknik memegang bet (grip) ada dua macam, yaitu:teknik dasar permainan tenis meja

a. Pegangan berjabat tangan (shakehand grip)

Cara melakukannya adalah sebagai berikut.

  • Bagian depan gagang bet dipegang melingkar oleh ibu jari dan ketiga jari lainnya, jari telunjuk terpisah menahan di belakang bet.
  • Posisi bet berdiri mengarah ke depan dan ke belakang pemain.

b. Pegangan seperti memegang pena (penholder grip)

Cara melakukannya adalah sebagai berikut.

  • Bagian depan gagang bet dipegang melingkar oleh ibu jari dan jari telunjuk. Ketiga jari lainnya menahan di belakang gagang bet.
  • Pegangan ini digunakan oleh pemain tipe menyerang dengan pukulan forehand drive yang merupakan satu-satunya andalan dalam pertandingan.

2. Menerima Bola (Stance)

Ada dua cara menerima bola, yaitu:teknik permainan tenis meja

  1. Square stance, yaitu posisi kaki sejajar, badan menghadap penuh ke meja.
  2. Side stance, yaitu posisi badan menyamping, salah satu kaki ditempatkan di depan dan di belakang (zig-zag).

3. Gerakan Kaki (Footwork)

Arah gerakan kaki ke samping kiri dan kanan atau diagonal.

4. Pukulan (Stroke)

teknik pukulan tenis mejaTeknik pukulan yang ada adalah forehand, backhand, push, drive, blok, chop, servis, dan spin.

  1. Forehand
    Teknik pukulan forehand dapat dilakukan dengan cara:

    1. Sikap badan menyamping.
    2. Ayunkan lengan, punggung tangan membelakangi net.
    3. Atur tenaga pada saat perkenaan bola.
    4. Gerakan lanjutan dilakukan setelah memukul bola sampai tangan menyilang.
  2. Backhand
    Teknik pukulan backhand dapat dilakukan dengan cara:pertandingan tenis meja

    1. Badan menyamping, condong ke depan, lutut agak ditekuk.
    2. Tangan memegang bet.
    3. Ayunkan tangan dari dalam ke luar badan.
    4. Ayunkan tangan sampai ke samping badan.
  3. Servis
    Teknik pukulan servis dapat dilakukan dengan cara:

    1. Bola diletakan di telapak tangan dan tangan yang lain memegang bet.
    2. Bet dan tangan yang bebas di atas meja.
    3. Bet dan tangan yang bebas di belakang garis.
    4. Lambungkan bola ke atas.
    5. Pukul bola pada saat turun.
    6. Ayunkan tangan ke depan atau samping badan.
    7. Bola memantul sekali di kedua sisi meja.
  4. Spin
    Teknik pukulan ini dilakukan dengan cara bola dipukul (sedikit digesek) agar bola berputar.
  5. Push
    Teknik pukulan yang dilakukan dengan cara bola didorong.
  6. Chop
    Teknik pukulan dengan cara memotong arah gerakan bola.
  7. Drive
    Teknik memukul dengan menggunakan bet dari bawah serong ke atas bet tertutup.
  8. Lob
    Teknik memukul bola lambung.
  9. Smash
    Teknik pukulan bola yang dilakukan secara keras dan tajam.

Peraturan Tenis Meja

Kalian telah mempelajari teknik-teknik dasar tenis meja. Langkah selanjutnya yang harus kalian ketahui adalah aturan permainan dan perlengkapan yang digunakan untuk main.

  1. Urutan Permainan
    Pukulan (menerima bola dari lawan), jika ganda harus bergantian.
  2. Let (Ulang)
    Pemain berhak mengulang servisnya, jika:

    1. Setelah melakukan servis sempurna, bola menyentuh jaring atau tiangnya dan bola masuk meja lawan.
    2. Waktu melakukan servis, lawan belum siap.
    3. Waktu melakukan servis, bola lain masuk arena pertandingan.
    4. Waktu melakukan pukulan, bola pecah.
    5. Pada pertandingan ganda, setelah melakukan servis sempurna, bola jatuh di bagian kanan meja lawan.
  3. Skor/Angka (Poin)
    Pemain mendapat angka, jika:

    1. Lawan tidak dapat mengembalikan bola.
    2. Lawan gagal mengembalikan bola.

    Seorang kehilangan angka, jika:

    1. Gagal melakukan servis.
    2. Setelah melakukan servis, bola menyentuh net atau tiangnya dan keluar.
    3. Pada saat bermain badan menyentuh meja.
    4. Waktu melakukan pukulan bet terlepas.
    5. Setelah melakukan pukulan bola tidak masuk meja lawan.
  4. Set (Game)
    Ketentuannya:

    1. Satu set, yaitu 21 angka.
    2. Permainan terdiri atas 3 set, 5 set, dan 7 set.
    3. Jika angka seri 20–20, dilakukan pencarian poin sampai perbedaan 2 angka.
  5. Perlengkapan Tenis Meja
    1. Meja
      Berbentuk persegi panjang dengan panjang 2,74 m, lebar 1,525 m, dan tinggi 76 cm.
      Seluruh tepi permukaan meja diberi garis putih serta garis tengah.
    2. Net
      Tinggi net 15,25 cm dengan panjang net 1,5 m dan batas perpanjangan 15,25 cm.
    3. Bola
      Berat bola 2,7 gram dengan diameter 40 mm. Terbuat dari celulose (celluloid), plastik berwarna putih atau orange, dan tidak pudar.
    4. Raket/bet
      Raket 85% terbuat dari kayu, kedua sisi bet yang digunakan untuk memukul bola harus dilapisi karet.

Selamat belajar, semoga uraian materi tenis meja diatas mudah dipelajari dan dipraktikan.

Pustaka Materi adalah website dengan informasi pendidikan untuk siswa dan guru dalam bentuk materi pelajaran, Buku Sekolah Elektronik (BSE) yang dapat didownload gratis, soal latihan, soal ujian dan peraturan tentang pendidikan.

Anda dapat menghubungi atau berpartisipasi dengan kami
Pustaka Materi