Pelaku-Pelaku Ekonomi IPS SMP Kelas 8

Friday, January 11th, 2019 - IPS, Kelas 8 SMP

c. Perusahaan industri

Yaitu perusahaan yang usahanya mengolah bahan mentah menjadi barang jadi atau setengah jadi. Perusahaan industri meliputi industri besar, industri kecil/kerajinan.
Ciri-ciri perusahaan industri:

  1. Barang yang diolah dan dijual berbeda.
  2. Menggunakan peralatan atau mesin.
  3. Bertujuan mengubah bahan mentah menjadi barang jadi atau setengah jadi.

Perusahaan industri dapat dibagi menjadi 2 yaitu:

  1. Perusahaan industri besar atau modern yaitu perusahaan yang menggunakan mesin-mesin dan peralatan modern dan memperkerjakan karyawan lebih dari 50 orang.
    Contoh: pabrik pupuk, semen, tekstil dan lain-lain
  2. Perusahaan industri kecil/kerajinan, yaitu perusahaan yang menggunakan peralatan tradisional dalam melakukan kegiatannya dan memperkerjakan tenaga kerja tidak lebih dari 50 orang.
    Contoh: pabrik tahu/tempe, pabrik peralatan dapur, topi, ikat
    pinggang, dll.

d. Perusahaan perdagangan

Yaitu perusahaan yang usahanya membeli barang untuk dijual kembali atau menyalurkan barang dari produsen kepada konsumen tanpa merubah sifat dan bentuk barang.
Ciri-ciri perusahaan perdagangan:

  1. Barang yang dibeli dan dijual sama.
  2. Sebagai perantara dari produsen kepada konsumen.
  3. Pendapatan diperoleh dari menaikkan harga jual di atas harga beli.

Perusahaan perdagangan dapat dibagi menjadi:

  1. Perdagangan besar, yaitu perdagangan yang membeli barang dari produsen dalam jumlah besar/partai dan menjual kepada pihak lain secara borongan/partai.
    Contoh: grosir, agen tunggal, eksportir, importir dan lain-lain.
  2. Perdagangan kecil, yaitu perdagangan yang membeli barang dari pedagangan besar dalam jumlah besar/partai dan menjual kepada konsumen dalam bentuk eceran.
    Contoh: pasar swalayan, toko kelontong, toko buku, toko besi, dan lain-lain

e. Perusahaan jasa

Yaitu perusahaan yang usahanya menjual jasa kepada orang lain dengan mengharapkan imbalan sebagai pendapatannya.
Ciri-ciri perusahaan jasa:

  1. Menghasilkan jasa/pelayanan kepada pihak lain.
  2. Biaya utamanya adalah biaya administrasi dan biaya gaji.
  3. Pendapatan utamanya berasal dari balas jasa yang diterima dari konsumen.

Perusahaan jasa, terdiri dari beberapa macam diantaranya:

  1. Jasa transportasi
    Contoh: bus, truk, kereta api, kapal laut, kapal udara dan lain-lain.
  2. Jasa keuangan
    Contoh: bank, pegadaian, koperasi kredit dll
  3. Jasa pelayanan
    Contoh: pos dan giro, wartel, paket pos, pariwisata hotel.
  4. Jasa pendidikan
    Contoh: sekolahan, kursus, bimbingan belajar, pelatihan dan lain-lain.

Sedang badan usaha yang memiliki dan mempunyai perusahaan dapat dibedakan berdasarkan:

  1. Sumber dananya
    Berdasarkan sumber dana/modalnya, badan usaha dapat dibedakan menjadi 4 macam yaitu:

    1. Badan usaha milik negara yaitu badan usaha yang modalnya berasal dari kekayaan negara baik yang disisihkan maupun tidak.
    2. Badan usaha milik daerah yaitu badan usaha yang modalnya berasal dari kekayaan daerah baik daerah tingkat I maupun daerah tingkat II.
    3. Badan usaha milik swasta yaitu badan usaha yang modalnya berasal dari pihak swasta baik swasta dalam negeri maupun swasta luar negeri.
    4. Badan usaha campuran yaitu badan usaha yang modalnya berasal dari pemerintah dengan pihak swasta dengan perbandingan tertentu.
  2. Bentuk badan hukumnya
    Berdasarkan bentuk badan hukumnya atau berdasarkan tanggung jawab pemiliknya, badan usaha dibagi menjadi 5 yaitu:

    1. Perusahaan perseorangan
      Yaitu perusahaan yang dimiliki, diusahakan, dimodali, dan dipimpin oleh seseorang. Perusahaan perseorangan biasanya lebih kecil dibandingkan dengan bentuk perusahaan yang lain.
      Kebaikan perusahaan perseorangan:

      • Rahasia perusahaan lebih terjamin.
      • Laba perusahaan menjadi milik sendiri.
      • Keputusan yang penting dapat diambil dengan cepat tanpa musyawarah dan lain-lain.

      Keburukan perusahaan perseorangan:

      • Modalnya kecil dan sulit mencari tambahan modal .
      • Risiko yang terjadi harus dipikul sendiri sampai harta di rumah dll.
    2. Persekutuan Firma (Fa)
      Yaitu persekutuan antara 2 orang atau lebih untuk mendirikan usaha di bawah nama tunggal. Setiap anggota firma dapat bertindak atas nama firma dan bertanggung jawab penuh atas perusahaan sampai harta di rumah.
      Kebaikan firma:

      • Perusahaan dapat menghimpun modal cukup besar karena modal diperoleh dari beberapa anggota.
      • Masalah yang terjadi di perusahaan dapat diatasi bersama-sama.

      Keburukan firma:

      • Kesalahan salah satu anggota akan menimbulkan kerugian pada anggota lain.
      • Sulit memutuskan keputusan yang penting dan mendadak karena segala keputusan harus dimusyawarahkan bersama dll.
    3. Persekutuan Komanditer (CV)
      Yaitu persekutuan antara dua orang atau lebih untuk mendirikan perusahaan di bawah nama tunggal, di mana ada sebagian anggota yang aktif bekerja  (anggota aktif) dan sebagian yang lainnya hanya menanam modal (anggota pasif/komanditer).
      Persekutuan komanditer biasanya merupakan perkembangan dari persekutuan firma yang membutuhakan tambahan modal tetapi tidak ingin orang lain ikut mengurusi perusahaannya.
      Wewenang dan tanggung jawab anggota:

      • Anggota/sekutu aktif bertindak sebagai pemilik, pengurus dan pemimpin perusahaan, sehingga ia mempunyai wewenang dan tanggung jawab yang tidak terbatas.
      • Anggota/sekutu pasif sebagai pemilik perusahaan atau penanam modal, ia tidak aktif memimpin dan mengurus perusahaan sehingga tanggung jawabnya terbatas. Jika CV mempunyai utang maka ia bertanggung jawab hanya sampai modal yang ditanamnya saja, tidak sampai harta di rumah.

      Hak anggota:

      • Anggota aktif berhak mendapatkan bagian laba yang lebih besar dibanding anggota pasif, karena anggota aktif bekerja mengurus perusahaan dan anggota aktif berhak menentukan kebijaksanaan perusahaan.
      • Anggota pasif mempunyai hak mendapatkan bagian laba dan berhak mengawasi jalannya perusahaan.
    4. Perseroan terbatas (PT)
      Yaitu perusahaan yang modalnya terdiri dari saham-saham/andil/sero yang dapat dijual kepada masyarakat.
      Kebaikan perseroan terbatas:

      1. PT mudah menghimpun modal besar dari penjualan saham, sehingga kelangsungan hidup PT lebih terjamin.
      2. Para pesero, direktur, dan dewan komisaris tidak menanggung beban yang berat karena tanggung jawab mereka terbatas.

      Keburukan perseroan terbatas:

      1. Biaya pengelolaan PT amat besar.
      2. Cara mendirikan PT harus melalui tahap-tahap yang rumit dan biayanya pun cukup besar.

      Menurut penjualan sahamnya, PT dibedakan menjadi 2 yaitu:

      1. PT terbuka yaitu PT yang saham-sahamnya dijual kepada masyarakat umum.
      2. PT tertutup yaitu PT yang saham-sahamnya dijual kepada kalangan tertentu saja.

      Untuk mengurus jalannya PT ada 3 badan yaitu:

      1. Rapat umum pemegang saham yang memegang kekuasaan tertinggi dalam PT.
        Rapat umum pemegang saham berhak mengangkat dan memberhentikan direksi dan dewan komisaris.
      2. Direksi (direktur) yang bertugas mengurus dan memimpin PT serta mewakili PT dalam menghadapi pihak luar.
        Direksi bertanggung jawab kepada dewan komisaris dan rapat umum pemegang saham.
      3. Dewan komisaris bertugas menentukan garis-garis besar kebijaksanaan perusahaan, mengawasi pekerjaan direktur dan membantu direktur dalam hal-hal tertentu.

      Hubungan antara perusahaan dengan badan usaha

      Sebagaimana telah dijelaskan di muka, bahwa badan usaha adalah kesatuan yurudis dan ekonomi yang bertujuan untuk mendapatkan laba. Untuk mencapai tujuan tersebut, badan usaha menggunakan perusahaan untuk menghasilkan barang dan jasa yang akan dijual kepada pihak lain untuk mendapatkan penghasilan/laba. Sehingga dimungkinkan suatu badan usaha mempunyai beberapa perusahaan baik yang sejenis maupun yang tidak sejenis.
      Contoh badan usaha dan perusahaan yang dimilikinyaContoh badan usaha dan perusahaan

      Dalam menjalankan usahanya, badan usaha mempunyai beberapa misi, baik yang berhubungan dengan tujuan utama pendirian badan usaha maupun  misi yang lainnya. Misi yang diemban oleh setiap badan usaha secara garis besar dapat dibedakan menjadi 3 macam yaitu:

      1. Misi ekonomi yaitu misi badan usaha untuk mendapatkan keuntungan ekonomi. Misalnya untuk mendapatkan keuntungan, mendapatkan kekuasaan ekonomi dan lain-lain.
      2. Misi sosial yaitu misi badan usaha yang berhubungan dengan tujuan-tujuan sosial. Misalnya untuk mengurangi pengangguran, meningkatkan pendapatan masyarakat dan lain-lain.
      3. Misi ekonomi nasional yaitu misi badan usaha untuk membantu pemerintah dalam rangka memajukan dan mendinamisasikan perekonomian nasional. Misalnya meningkatkan ekspor, mengurangi impor dan lain-lain.

      Dalam mengemban misi-misi tersebut, setiap badan usaha mempunyai penekanan yang berbeda-beda. Perusahaan yang dimiliki oleh negara, terutama yang berbentuk perusahaan jawatan, mempunyai misi sosial yang lebih besar dibanding dengan misi ekonomi, sebaliknya perusahaan swasta mempunyai misi ekonomi yang lebih besar dibanding misi sosial.

    5. Koperasi
      Berdasarkan UU No. 25 Tahun 1992, koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.Koperasi adalah badan usaha
      Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut:

      1. Koperasi adalah badan usaha yaitu badan yang mengelola suatu usaha untuk mendapatkan keuntungan. Misalnya pertokoan, simpan pinjam, produksi dan lain-lain.
      2. Koperasi ada yang beranggotakan orang seorang (koperasi primer) dan ada yang beranggotakan badan-badan hukum (koperasi sekunder).
      3. Kegiatan koperasi berdasarkan pada prinsip koperasi yaitu kemandirian yang berarti koperasi harus percaya dan mengandalkan kemampuan sendiri dan tidak menggantungkan pada bantuan pihak lain.
      4. Koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan artinya untuk mencapai kesejahteraan/kemakmuran rakyat terutama golongan ekonomi lemah perlu diadakan gerakan ekonomi yang berbentuk koperasi.
      5. Badan hukum koperasi ialah koperasi yang telah diakui oleh pemerintah sebagai badan hukum. Koperasi yang berbadan hukum mempunyai hak dan kewajiban yang diakui oleh hukum, misalnya berhak membuat perjanjian dengan pihak lain dan wajib mematuhi perjanjian tersebut. Jika dirugikan pihak lain, koperasi yang berbadan hukum dapat menuntut ke pengadilan, sebaliknya jika merugikan pihak lain, koperasi yang berbadan hukum dapat dituntut ke pangadilan.

      Berdasarkan kegiatan, kepentingan dan kebutuhan ekonomi anggotanya,  jenis koperasi dibedakan menjadi:

      1. Koperasi konsumsi yaitu koperasi yang usahanya membeli barang-barang konsumsi sehari-hari untuk dijual kepada anggota dan masyarakat.
      2. Koperasi simpan pinjan/kredit yaitu koperasi yang usahanya menerima simpanan dan memberikan pinjaman baik kepada anggota maupun masyarakat.
      3. Koperasi produksi yaitu koperasi yang anggotanya para produsen barang-barang tertentu. Kegiatan koperasi adalah membantu menyediakan kebutuhan para produsen/anggota seperti pembelian bahan baku, penyimpanan hasil produksi, dan penjualan hasil produksi.
      4. Koperasi pemasaran adalah koperasi yang kegiatannya melakukan barang-barang tertentu agar tercapai tingkat harga yang menguntungkan bagi para anggota koperasi.
      5. Koperasi serba usaha yaitu koperasi yang usahanya lebih dari satu
      6. Koperasi jasa adalah koperasi yang usaha utamanya memberikan layanan jasa kepada para anggota dan masyarakat.

      Jasa yang diberikan dapat berupa jasa angkutan, asuransi, perlistrikan dan lain-lain.
      Sedang dilihat dari keanggotaannya koperasi di Indonesia dapat dibedakan menjadi 2 yaitu:

      1. Koperasi primer yaitu koperasi yang beranggotakan orang per orang paling sedikit 20 orang. Koperasi primer berdasarkan tingkatannya, merupakan koperasi yang paling rendah yang berada di tingkat kelurahan atau kecamatan.
        Contoh: koperasi pedagang pasar, koperasi nelayan, koperasi unit desa.
      2. Koperasi sekunder yaitu koperasi yang beranggotakan badan-badan hukum koperasi.
        Yang termasuk koperasi sekunder antara lain:

        • Pusat koperasi yaitu koperasi yang berada di tingkat kabupaten/kota madya yang beranggotakan koperasi-koperasi primer.
          Pusat koperasi dapat didirikan oleh minimal 5 koperasi primer.
          Contoh: Pusat Koperasi Pegawai Negeri (PKPN).
        • Gabungan koperasi yaitu koperasi yang berada di tingkat proovinsi yang beranggotakan pusat koperasi-pusat koperasi.
          Gabungan koperasi dapat didirikan oleh minimal 3 pusat kopersi.
          Contoh: Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI)
        • Induk koperasi yaitu koperasi yang bertaraf nasional yang beranggotakan gabungan-gabungan koperasi. Induk koperasi dapat didirikan oleh minimal 3 gabungan koperasi.
          Contoh: induk koperasi angkatan darat (Inkopad), induk koperasi angkatan laut (Inkopal), induk koperasi angkatan udara (Inkopau) dan induk koperasi kepolisian (Inkoppol).

Pustaka Materi adalah website dengan informasi pendidikan untuk siswa dan guru dalam bentuk materi pelajaran, Buku Sekolah Elektronik (BSE) yang dapat didownload gratis, soal latihan, soal ujian dan peraturan tentang pendidikan.

Anda dapat menghubungi atau berpartisipasi dengan kami
Pustaka Materi