Pemeliharaan Ternak di Indonesia SMK Peternakan Kelas 10

Wednesday, April 27th, 2016 - Kelas 10 SMK, SMK A.P. Ternak

Pemeliharaan ternak di Indonesia diantaranya adalah sapi potong, sapi perah dan kerbau. Binatang ternak tersebut memiliki jenis pemeliharaan secara intensif dan semi intensif. Berikut pemeliharaan ternak tersebut.

Pemeliharaan Ternak Di Indonesia

1. Sapi Potong

Pemeliharaan sapi potong terdiri dari pemeliharaan semi intensif dan intensif. Peternak di desadesa memelihara ternak secara semi intensif. Pada sistem pemeliharaan semi intensif tenaga kerja, dan modal tidak di perhitungkan secara bisnis. Tenaga kerja di lakukan sendiri oleh peternak, kandang di buat sendiri dan hijauan di cari dari sekeliling tempat tinggal peternak.  Mereka memelihara beberapa ekor sapi untuk dibudidayakan dan digemukkan. Pemberian pakan dengan hijauan dan jerami dan ditambah konsentrat sedikit.

Pada tahun 2000 mulai tumbuh perusahaan sapi potong komersial. Kebanyakan mereka mengimpor sapi dari luar negeri. Jenis sapi yang di pelihara kebanyakan jenis BX (Brahman Cross). Sapi BX merupakan persilangan antara sapi Brahman dengan sapi daerah sub tropis seperti short horn, drought master, dll. Perusahaan sapi potong memiliki sapi di atas 1000 ekor.  Sistem pemeliharaan intensif dengan pakan konsentrat yang lebih banyak dari pakan hijauannya. Pada pemelihraaan sistem intensif semua biaya dan modal di perhitungkan secara bisnis murni. Populasi sapi potong di Indonesia pada tahun 2006 sebanyak 10.835.686 ekor,  dengan penyebaran populasi ternak pada setiap propinsi tertera pada  tabel berikut.

Pemeliharaan Ternak di Indonesia SMK Peternakan Kelas 10Penyebaran Populasi Ternak di Indonesia (Ekor)

2. Sapi Perah

Pemeliharaan sapi perah terdiri dari pemeliharaan semi intensif dan intensif.  Peternak di desadesa memelihara ternak secara semi intensif. Pada sistem pemeliharaan semi intensif; tenaga kerja, dan modal tidak di perhitungkan secara bisnis. Tenaga kerja dilakukan sendiri oleh peternak, kandang di buat sendiri dan hijauan dicari dari sekeliling tempat tinggal peternak.  Mereka memelihara beberapa ekor sapi untuk dibudidayakan dan sapi pejantannya digemukkan.  Pemberian pakan dengan hijauan dan jerami dan ditambah konsentrat sedikit. Pemerahan dilakukan secara manual dengan tangan. Susu yang dihasilkan kebanyakan dijual ke Koperasi Unit Desa (KUD) dan kemudian di jual ke pabrik pengolahan susu. Beberapa peternak menjual sendiri susu yang sudah di pasteurisasi ke konsumen secara langsung. Bebarapa perusahan besar memelihara sapi perah secara komersial. Contoh perusahaan sapi perah: Taurus Dairy Farm. Sistem pemeliharaan intensif dengan pemberian pakan konsentrat yang lebih banyak. Pada pemeliharaan sistem intensif semua biaya dan modal di perhitungkan secara bisnis murni.

Pemerahan dilakukan dengan mesin perah yang dilengkapi dengan pendingin susu untuk menghambat pertumbuhan bakteri.  Susu yang dihasilkan dipasarkan sendiri langsung ke konsumen dan dijual ke pabrik pengolahan susu.  Populasi sapi perah di Indonesia pada tahun 2006 sebanyak 382.313 ekor, dengan penyebaran di setiap propinsi seperti tertera pada tabel diatas. Jenis sapi perah yang dipelihara kebanyak FH (Friesien Holstein) namun pada tahun 1990 Indonesia mengimpor sapi Sahiwal Cross dari Selandia Baru. Sahiwal cross merupakan sapi perah hasil persilangan sapi Sahiwal dari India dengan sapi FH Selandia Baru. Tujuan persilangan tersebut agar sapi perah lebih tahan panas dan menyesuaikan dengan lingkungan Indonesia.

3. Kerbau

Tujuan pemeliharan ternak kerbau pada umumnya adalah sebagai penghasil tenaga kerja untuk menarik beban baik di darat maupun untuk mengolah sawah. Sedangkan tujuan yang kedua adalah penghasil daging dan susu.  Pemakaian ternak kerbau sebagai penghasil  daging, hanya diberlakukan pada ternak kerbau yang tidak produktif lagi (ternak yang sudah tua, majir atau ternak dengan nilai ekonomis yang rendah). Jumlah ternak kerbau didunia kurang lebih berkisar 126 juta  ekor, dan 122 juta ekor diantaranya berada di negara yang sedang berkembang di Asia. Kebanyakan petani peternak di Indonesia, hanya memiliki sekitar 2 ekor, sedangkan kualitas kerbau yang ada di Pulau Jawa saat ini
mengalami kemunduran.

Kemunduran tersebut disebabkan antara lain: kurangnya pakan hijauan yang berkualitas baik, akibat kurangnya lahan untuk tanaman hijauan pakan ternak, adanya perkawinan silang dalam (inbreeding), tingkat kemunduran ternak, akibat pemotongan setiap tahunnya. Dengan melihat permasalahan tersebut di atas, maka penanganan ternak kerbau melalui tatalaksana pemeliharaan atau manajemen pemeliharaan perlu ditingkatkan. Kira-kira 95% ternak kerbau di Indonesia merupakan kerbau kerja. Kerbau kerja di Indonesia merupakan kerbau jenis lumpur (Swamp type), sedangkan 5% lagi termasuk kerbau sungai (river type).

Pemeliharaan ternak di Indonesia pada dasarnya dilakukan dalam 2 metode intensif dan semi intensif.

Pustaka Materi adalah website dengan informasi pendidikan untuk siswa dan guru dalam bentuk materi pelajaran, Buku Sekolah Elektronik (BSE) yang dapat didownload gratis, soal latihan, soal ujian dan peraturan tentang pendidikan.

Anda dapat menghubungi atau berpartisipasi dengan kami
Pustaka Materi