Pengolahan Bahan Dasar Tekstil

Monday, July 13th, 2015 - Kelas 10 SMK, SMK Kriya Tekstil

Pengolahan bahan dasar tekstil meliputi proses awal pembuatan bahan dasar tekstil dari proses pembuatan benang menggunakan serat tekstil dilanjutkan proses pewarnaan benang tersebut hingga proses pembuatan produk tekstil dari bahan dasar tekstil tersebut.

Proses Pengolahan Bahan Dasar Tekstil

Proses Pengolahan Bahan Dasar Tekstil

Pencelupan Benang

Pencelupan benang, adalah proses mewarnai/memberi warna pada benang secara merata. Untuk proses pengolahan bahan dasar tekstil ini tidak harus dilakukan, hanya pada benang-benang yang diperlukan berwarna, sedangkan untuk benang yang putih atau natural tidak perlu dicelup.

Pewarna benang yang dipergunakan harus sesuai dengan jenis benang yang akan dipergunakan, untuk benang yang berasal dari serat alam dipergunakan zat warna alam dan sintetis yang sesuai untuk serat alam, sedangkan untuk benang yang berasal dari serat sintetis dipergunakan zat warna yang sesuai dengan serat sintetis.

Tekstil Struktur

Tekstil struktur adalah tekstil yang terbentuk  dari jenis benang/serat yang melalui proses tertentu hingga membentuk struktur.

Pertenunan

Pertenunan adalah persilangan antara dua benang yang terjalin saling tegak lurus satu sama lainnya, yang disebut benang lusi dan benang pakan, yang akhirnya menghasilkan lembaran kain.

Benang lusi adalah benang yang arahnya vertikal atau mengikuti panjang kain, sedangkan benang pakan adalah benang yang arahnya horisontal atau mengikuti lebar kain. Pada umumnya proses pertenunan meliputi :

  • Pembuatan benang lusi, biasa disebut penghanian yaitu pengaturan dan penyusunan jumlah benang lusi sesuai panjang dan lebar kain yang akan dibuat sesuai desain.
  • Pembuatan benang pakan, yaitu menggulung benang pada alat yang akan dipergunakan sebagai benang pakan.
  • Pencucukan pada gun dan sisir, yaitu proses benang lusi yang sudah berada pada bum lusi, dimasukan/dicucukan satu persatu kedalam mata gun lalu kedalamn celah-celah saisir dengan menggunakan pisau cucuk.
  • Penyetelan, yaitu memasang benang lusi pada alat tenun sehingga benang dapat ditenun.
  • Pertenunan, yaitu proses memasukan benang pakan diantara benang lusi. Untuk proses ini dapat dipergunakan ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) atau ATM (Alat Tenun Mesin).

Perajutan

Perajutan adalah salah satu proses untuk mendapatkan lembaran kain yang dihasilkan dari jeratan-jeratan benang yang bersambung satu sama lainnya, dimana letak jeratan-jeratan ini teratur merupakan suatu deretan. Cara yang dipergunakan untuk membuat jeratan-jeratan benang terdiri dari:

  • Cara tradisional, menggunakan jarum rajut yang terdiri atas dua batang yang terbuat dari kayu, bambu, plastik atau besi yang berbentuk bulat kecil sepanjang 40 cm, yang runcing pada salah satu ujungnya. Dengan gerakan-gerakan yang sederhana alat-alat ini digerakkan dengan tangan untuk mengambil benang dan selanjutnya membentuk rajutan. Alat ini masih digunakan hingga kini, tetapi terbatas untuk kerajinan tangan saja.
  • Cara mesin, sebagai pembentuk rajutan digunakan mesin rajut yang menggunakan jarum yang bergerak naik turun untuk mengambil benang dan membentuknya menjadi rajutan.

Renda

Untuk proses ini hampir sama dengan proses perajutan secara tradisional, hanya alat yang dipergunakan bukan jarum rajut melainkan  menggunakan alat yang disebut hakpen, guna membuat  sengkelit dari benang yang saling berkaitan.

Makrame

Makrame yaitu teknik jalinan benang atau tali dengan menggunakan bermacam-macam simpul.

Kain

Kain adalah lembaran-lembaran hasil dari proses pertenunan, perajutan, yang masih dapat dilanjutkan dengan proses lanjutan sesuai dengan yang diinginkan, antara lain proses batik, sablon dan jahit.

Tekstil Hias Permukaan

Tekstil hias permukaan pada prinsipnya memberikan atau membuat  unsur hias pada suatu permukaan, dalam hal ini permukaan kain tekstil.

Batik

Secara keteknikan, membatik adalah suatu cara penerapan corak di atas permukaan kain dengan canting/cap melalui proses tutup celup dan atau colet dengan lilin batik sebagai perintang pewarnaan.

Pencelupan Kain

Proses ini sama dengan proses pencelupan benang, hanya saja yang dicelup/diwarnai bukan benang melainkan lembaran kain. Begitu pula dengan jenis zat warna yang dipergunakan harus sesuai dengan jenis kain yang akan dicelup.

Sablon/Cetak Saring

Proses pelekatan zat warna secara setempat pada kain, sehingga menimbulkan corak tertentu. Pada umumnya urutan proses sablon/pencapan adalah sebagai berikut:

  • Pembuatan screen, melalui tahapan pekerjaan yaitu  pemasangan kain kasa pada rangka screen dan pemindahan gambar dari film diapositif pada kasa dengan cara penyinaran.
  • Persiapan pasta cap, hal ini tergantung dari jenis kain yang akan dicap harus sesuai dengan jenis zat warna yang akan digunakan, sama seperti pada proses pencelupan benang/ kain.
  • Pencapan kain, pelekatan/pencapan pasta cap pada kain dapat dilakukan sesuai dengan alat yang akan digunakan.
  • Pengeringan, hal ini harus dilakukan untuk menghindari zat warna keluar dari corak-corak yang ditentukan.
  • Fiksasi zat warna, dimaksudkan untuk membangkitkan zat warna, tergantung pada jenis zat warna yang dipergunakan.
  • Pencucian, proses ini berfungsi untuk menghilangkan sisa-sisa pengental, zat warna yang berlebihan yang tidak terfiksasi.

Jahit

Yang termasuk jahit disini meliputi:

  • Jahit perca, adalah proses pembuatan suatu karya kerajinan yang terbuat dari guntingan/potongan kain perca yang digabungkan dengan cara dijahit sesuai desain.
  • Jahit tindas, adalah teknik menghias permukaan kain dengan cara melapisi/mengisi kain dengan bahan pelapis/pengisi kemudian dijahit tindas pada permukaan kain.
  • Jahit aplikasi, adalah teknik menghias permukaan kain dengan cara menempelkan guntingan kain pada kain nlainnya kemudian dijahit dengan tusuk hias sulam.

Pada proses jahit dikenal dua macam, yaitu:

  • Jahit tangan, adalah proses menjahit secara manual dengan mempergunakan tangan untuk menghasilkan suatu karya.
  • Jahit mesin, adalah proses menjahit dengan mempergunakan alat yang dikenal dengan mesin jahit.

Sulam

Sulam/bordir adalah suatu teknik yang digunakan untuk membuat hiasanhiasan pada permukaan kain dengan mempergunakan benang hias sulam, sedangkan untuk proses pengerjaannya dapat menggunakan tangan atau mesin.

Barang Jadi

Hasil akhir dari proses pengolahan bahan tekstil yang sudah siap dipergunakan sesuai fungsinya atau siap jual.

Pustaka Materi adalah website dengan informasi pendidikan untuk siswa dan guru dalam bentuk materi pelajaran, Buku Sekolah Elektronik (BSE) yang dapat didownload gratis, soal latihan, soal ujian dan peraturan tentang pendidikan.

Anda dapat menghubungi atau berpartisipasi dengan kami
Pustaka Materi