Petunjuk Adanya Evolusi Biologi Kelas 12 SMA

Saturday, September 19th, 2015 - Biologi, Kelas 12 SMA

Petunjuk adanya evolusi dapat diketahui dan dijelaskan melalui fakta. Ada beberapa fakta yang dapat digunakan sebagai petunjuk evolusi, antara lain seperti berikut.

Fakta Sebagai Petunjuk Adanya Evolusi

1. Anatomi Perbandingan

Jika Anda membandingkan hewan mamalia satu dengan yang lain, mungkin Anda akan berpikir, bahwa bagian-bagian tertentu pada tubuh setiap spesimen disusun menurut pola dasar yang sama dan struktur yang sama, menurut pola dasar yang sama pula. Dapat kita katakan bahwa hanya ada satu cara terbaik dalam menyusun organ tersebut dan cara itulah yang digunakan oleh Sang Pencipta, Tuhan Yang Maha Esa.

Organ-organ fungsional pada makhluk hidup dapat dibedakan menjadi dua yaitu sebagai berikut.

a. Homologi

Petunjuk Adanya Evolusi Homologi organHomologi adalah dua organ yang mempunyai bentuk dan fungsi yang berbeda, tetapi kedua organ tersebut memiliki bentuk dasar yang sama. Perbandingan organ-organ secara homologi dapat dilihat pada gambar di samping.

b. Analogi

Analogi adalah dua organ yang mempunyai bentuk dasar yang berbeda, tetapi akibat peristiwa evolusi konvergen menjadikan organ tersebut mempunyai fungsi yang sama. Agar lebih jelas dapat Anda lihat pada gambar berikut.

Perbandingan antara analogi dan homologi

2. Embrio Perbandingan

Embrio hewan-hewan dan manusia menunjukkan kecenderungan yang hampir sama. Perhatikan gambar berikut.

  1. Sifat-sifat umum muncul sebelum sifat-sifat yang khusus.
  2. Perkembangan juga dimulai dari yang umum, kemudian baru menuju perkembangan yang khusus.
  3. Bentuk embrio dari berbagai makhluk hidup hampir serupa, tetapi pada tahap dewasa menunjukkan perbedaan yang nyata.Perbandingan berbagai macam embrio vertebrata

Keterangan:

1. Ikan
2. Salamander
3. Kura-kura darat
4. Ayam
5. Kelinci
6. Manusia

3. Fisiologi Perbandingan

Pada umumnya ditemukan persamaan proses fisiologi antara berbagai makhluk hidup, misalnya dalam hal sintesis protein, proses metabolisme, respirasi, ekskresi, dan lain-lain.

4. Petunjuk Dari Alat Tubuh Yang Tersisa (vestigial)

Pada morfologi beberapa hewan vertebrata dan manusia dapat ditemukan adanya struktur vestigial, yaitu suatu bentuk anatomi yang berkembang dan berfungsi sempurna dan akan tereduksi.

Alat-alat tubuh yang tersisa ini dianggap sebagai suatu perjalanan dari evolusi makhluk hidup tersebut.

Struktur vestigial antara lain:

  1. umbai cacing, tulang ekor, buah dada pada pria;
  2. sisa-sisa kaki pada ular;
  3. sisa sayap pada burung yang tidak berfungsi untuk terbang seperti burung pinguin, kasuari, dan burung onta.

5. Petunjuk Palaentologi

Palaentologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang fosil. Pada Tugas Kelompok, Anda akan mendapatkan data tentang fosil-fosil yang terdapat di museum, misalnya Sangiran. Dari anggota tubuh manakah fosilfosil yang disimpan di Museum Sangiran itu?

Fosil adalah sisa-sisa makhluk hidup yang telah membatu. Sisa-sisa tersebut dapat berupa tulang, cangkang, gigi, jejak kaki, maupun bagian-bagian yang lain. Contoh-contoh fosil yang pernah ditemukan dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Petunjuk Palaentologi

Fosil-fosil di atas dipelajari oleh para ilmuwan untuk dikaitkan dengan sejarah evolusi makhluk hidup. Jadi, fosil adalah bukti terjadinya evolusi makhluk hidup.

Beberapa tokoh yang mempelajari tentang fosil adalah sebagai berikut.

a. Leonardo Da Vinci (1452-1519)

Da Vinci adalah seorang pelukis terkenal berkebangsaan Italia. Ia berpendapat bahwa fosil merupakan bukti dari adanya makhluk hidup dan kehidupan di masa lampau.

b. George Cuvier (1769-1832)

Cuvier adalah seorang ahli anatomi dari Perancis, yang mempunyai gagasan bahwa makhluk hidup diciptakan khusus pada setiap zaman dan pada setiap zaman tersebut diakhiri dengan makhluk hidup yang berbeda dengan makhluk hidup pada lapisan bumi sebelumnya.

c. Charles Darwin

Darwin berpendapat bahwa makhluk hidup yang terdapat pada lapisan bumi yang tua akan mengadakan perubahan bentuk yang disesuaikan dengan lapisan bumi yang lebih muda sehingga pada lapisan bumi lebih muda ditemukan fosil yang berbeda dengan lapisan bumi yang lebih tua.

Dari beberapa pendapat tokoh-tokoh evolusioner tersebut dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa pada masa lampau terdapat makhluk hidup yang berbeda dengan makhluk hidup sekarang. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan di permukaan bumi secara bertahap yang menyebabkan adanya perubahan pula pada makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Penemuan berbagai macam fosil biasanya berupa bagian-bagian tubuh tertentu saja dan jarang ditemukan dalam keadaan yang utuh. Hal itu disebabkan oleh faktor-faktor berikut.

  1. Bagian tubuh yang menyusun organisme lunak sehingga mudah hancur dan jarang menjadi fosil.
  2. Terjadinya lipatan batuan bumi atau patahan bumi.
  3. Adanya pengaruh air, angin, dan bakteri.

Fosil yang ditemukan lebih lengkap dari fosil yang lain adalah fosil kuda. Fosil ini ditemukan oleh Marsh dan Osborn. Hasil penemuan tersebut kemudian dibuat urutan evolusi secara lengkap yang dapat dilihat pada gambar berikut.urutan evolusi secara lengkap

Dari tersebut dapat dijelaskan bahwa terdapat perubahan dan perkembangan yang mengarah pada evolusi bentuk dan fungsi antara lain:

  1. tubuh bertambah besar;
  2. kepala bagian depan semakin panjang;
  3. leher semakin panjang sehingga gerakannya semakin bebas;
  4. perubahan geraham depan dan geraham besar sehingga sangat sesuai untuk makanan yang berupa rumput;
  5. anggota tubuh yang lain semakin bertambah panjang, sehingga sesuai dengan gerakan untuk berlari cepat;
  6. jari kaki mereduksi dari lima menjadi satu, sehingga dapat mendukung gerakan ketika berlari cepat.

Selain mengidentifikasi bentuk dan struktur fosil, pada penemuan fosil dapat pula dilakukan penghitungan umur fosil. Penetapan umur fosil dapat dilakukan dengan cara-cara berikut.

  1. Cara langsung, yaitu dilakukan dengan mengukur umur fosil itu sendiri.
  2. Cara tidak langsung, yaitu dilakukan dengan mengukur umur lapisan bumi tempat fosil ditemukan.

Contoh cara-cara penetapan umur fosil yaitu seperti berikut.

a. Peristiwa laju sedimentasi

Hasil sedimentasi ini dapat berbentuk delta. Cara penghitungannya menggunakan rumus sebagai berikut:Rumus Peristiwa laju sedimentasi

b. Penentuan Umur dengan Zat Radioaktif

Cara ini dapat dicontohkan sebagai berikut:
Pada peristiwa transformasi uranium (U) ke plumbum (Pb) memiliki lama 7.600.000.000 tahun, maka dapat dirumuskan:Formula Penentuan Umur dengan Zat Radioaktif

Uraian diatas menjelaskan tentang petunjuk adanya evolusi, semoga dapat dipahami.

Pustaka Materi adalah website dengan informasi pendidikan untuk siswa dan guru dalam bentuk materi pelajaran, Buku Sekolah Elektronik (BSE) yang dapat didownload gratis, soal latihan, soal ujian dan peraturan tentang pendidikan.

Anda dapat menghubungi atau berpartisipasi dengan kami
Pustaka Materi