Produk Peternakan SMK Peternakan Kelas 10

Monday, November 2nd, 2015 - Kelas 10 SMK, SMK A.P. Ternak

Produk peternakan diantaranya adalah daging, telur, susu, kulit, bulu, tenaga kerja dan lainnya. Setiap produk peternakan memiliki ukuran kualitas dan kuantitas masing-masing. Kualitas dari produk peternakan akan diuraikan pada materi ini.

Produk Peternakan

Masing-masing produk peternakan dijelaskan sebagai berikut:

1.  Daging

Daging adalah sekumpulan otot yang melekat pada kerangka. Istilah daging dibedakan dengan karkas. Daging adalah bagian yang sudah tidak mengandung tulang, sedangkan karkas berupa daging yang belum dipisahkan dari tulang atau kerangkanya.

Daging terdiri dari tiga komponen utama, yaitu jaringan otot (Muscle tissue), jaringan lemak (Adipose tissue), dan jaringan ikat (Connective tissue). Banyaknya jaringan ikat yang terkandung di dalam daging akan menentukan tingkat kealotan/kekerasan daging.

Kualitas daging dipengaruhi oleh faktor sebelum dan setelah pemotongan. Faktor sebelum pemotongan yang dapat mempengaruhi kualitas daging adalah genetik, spesies, bangsa, tipe ternak, jenis kelamin, umur, pakan dan bahan aditif (hormon, antibiotik, dan mineral), serta keadaan stres.

Faktor setelah pemotongan yang mempengaruhi kualitas daging adalah metode pelayuan, metode pemasakan, tingkat keasaman (pH) daging, bahan tambahan (termasuk enzim pengemuk daging), lemak intramuskular (marbling), metode penyimpanan dan pengawetan, macam otot daging, serta lokasi otot. Jenis daging juga dapat di bedakan berdasarkan umur sapi yang disembelih. Daging sapi yang dipotong pada umur sangat muda (3-14 minggu) disebut veal, yang berwarna sangat terang. Daging yang berasal dari sapi muda umur 14-52 minggu disebut calf (pedet), sedangkan yang berumur lebih dari satu tahun disebut beef.

Berdasarkan umur, jenis kelamin, dan kondisi seksual, daging sapi (beef) berasal dari: Steer sapi jantan yang dikastrasi sebelum mencapai dewasa kelamin, Heifer sapi betina yang belum pernah melahirkan, Cow sapi betina dewasa/pernah melahirkan, Bull sapi jantan dewasa dan Stag sapi jantan yang dikastrasi setelah dewasa.

Keunggulan daging adalah mempunyai nilai gizi yang tinggi, sumber protein hewani yang dibutuhkan oleh tubuh dan sangat baik untuk pertumbuhan, dan salah satu komoditas perdagangan yang mempunyai nilai ekonomi yang sangat tinggi. Kandungan nutrisi daging dijelaskan pada Tabel dibawah. Daging segar dapat diolah menjadi produk lainnya seperti sosis, nugget, abon, dendeng, dll. Tingkat konsumsi daging di Indonesia pada tahun 2006 mencapai 6,5 kg per kapita.

Produk Peternakan Kandungan Nutrisi DagingKandungan Nutrisi Daging

2. Susu

Susu merupakan sekresi dari kelenjar ambing mamalia dari ternak ruminansia. Tujuan produksi susu adalah memberi makan kepada anak ternak mamalia. Pada ruminansia kelompok perah, misalnya jenis sapi Frisien Holstein (FH), produksi susunya melebihi jumlah susu yang dibutuhkan oleh anak sapi, kelebihan produksi susu tersebut dapat  dimanfaatkan untuk kebutuhan manusia.

Kebutuhan gizi anak ternak mamalia berbeda satu dengan lainnya, sehingga komposisi susu dari ternak yang satu berbeda dengan ternak lainnya. Susu memiliki nilai gizi yang tinggi, tersusun dari sejumlah zat gizi yang lengkap, mempunyai perbandingan zat gizi yang ideal dibanding jenis makanan lain dan mudah diserap dalam saluran pencernaan (koefisiencerna 100%).  Komposisi kandungan nutrisi susu tertera pada tabel dibawah.

Komposisi Nutrisi Susu beberapa Ternak dan ManusiaKomposisi Nutrisi Susu  beberapa Ternak dan Manusia

Fenomena yang berkembang di Indonesia adalah hanya bayi dan anak-anak yang perlu minum susu. Pada hakekatnya kaum remaja, wanita dewasa, ibu hamil, bahkan para lansia pun perlu minum susu. Susu memang minuman yang menyehatkan. Kandungan gizinya terhitung lengkap. Susu mengandung kalsium yang sangat tinggi, fosfor hingga protein. Meski kandungan protein dalam susu terbilang kecil, tapi berkualitas baik karena berasal dari produk hewani.  Selain itu, susu juga mengandung sejumlah vitamin, di antaranya vitamin A dan D.

Mengingat gizinya yang lengkap ini, ibu hamil disarankan untuk minum susu.  Dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang ditambah susu, maka ibu hamil akan terhindar dari anemia (kurang darah). Dengan demikian, pertumbuhan otak dari janin yang dikandungpun akan maksimal.  Para lansia yang memiliki risiko osteoporosis (pengeroposan tulang) juga perlu sekali minum susu, karena susu memiliki kandungan kalsium yang tinggi. Kalsium, adalah zat gizi yang sangat baik bagi kesehatan tulang. Para ahli meyakini, kalsium yang terbaik untuk kesehatan tulang adalah kalsium alami yang berasal dari susu.  Kalsium susu lebih mudah diserap oleh tubuh dibanding kalsium dari sumber lain.

Asupan kalsium susu ini tidak akan banyak bermanfaat jika konsumsi protein juga tinggi.  Contoh apa yang terjadi di Amerika. Tingkat konsumsi susu di kalangan penduduk AS sangat tinggi yakni mencapai 100 liter per kapita per tahun.  Bandingkan dengan Indonesia  yang hanya 7 liter per kapita per tahun.

Namun, konsumsi protein masyarakat AS juga tinggi. Mereka banyak mengkonsumsi bahan pangan berupa daging yang kaya protein. Padahal asupan protein yang berlebih bisa menghambat penyerapan kalsium oleh tulang. Akibatnya, kasus osteoporosis di Amerika juga tinggi. Selain asupan protein tinggi, hal lain yang bisa menghambat penyerapan kalsium adalah konsumsi gula, kopi, dan garam yang tinggi, juga merokok.

Mengingat pentingnya manfaat susu, para orang tua disarankan untuk membiasakan anaknya minum susu sampai besar.  Dan terus berlanjut sampai lanjut usia.  Hanya saja, kadangkadang para remaja putri juga para ibu muda, enggan minum susu karena takut gemuk. Padahal, gizi yang terkandung dalam susu sangat dibutuhkan oleh mereka. Namun pada saat ini produsen susu mulai membuat produk susu yang rendah (tanpa) lemak sehingga tidak menyebabkan gemuk.

Kandungan kolesterol di dalam susu ditakutkan banyak orang. Namun tidak perlu terlalu khawatir mengenai hal ini karena kandungan kolesterol dalam susu tidak banyak. Dalam satu gelas susu, terkandung sekitar 32 mg kolesterol. Kandungan kolesterol ini terhitung lebih kecil dibanding kandungan kolesterol dalam sepotong daging yang mencapai 54 mg.  Bahkan, kalau kita memang takut dengan kolesterol, telur yang mesti kita waspadai. Sebab, kandungan kolesterol dalam satu butir telur saja mencapai 252 mg.  Jauh lebih banyak ketimbang kolesterol dalam satu gelas susu.

3. Kulit

Kulit dapat dimasak menjadi produk makanan dan produk bahan baku industri.  Di bidang makanan, kulit diolah menjadi krupuk krecek/rambak, dan kerupuk kulit.  Di bidang industri kulit disamak untuk bahan baku garmen antara lain jaket, sarung tangan, celana, rok, ikat pinggang, tas, dompet, sepatu, dll.

Produk Peternakan SMK Peternakan Kelas 10

4. Produk Peternakan Indonesia

Produksi peternakan di Indonesia pada tahun 2006 untuk daging yang utama dari sapi, babi, ayam buras dan  ayam broiler.  Sedangkan untuk produksi telur yang utama adalah telur ayam buras, ayam ras dan itik. Secara rinci disajikan pada tabel dibawah.

Produksi Hasil Ternak IndonesiaHasil produk peternakan Indonesia

Pustaka Materi adalah website dengan informasi pendidikan untuk siswa dan guru dalam bentuk materi pelajaran, Buku Sekolah Elektronik (BSE) yang dapat didownload gratis, soal latihan, soal ujian dan peraturan tentang pendidikan.

Anda dapat menghubungi atau berpartisipasi dengan kami
Pustaka Materi