Rangkuman Materi Pelajaran Antropologi Kelas 11 SMA

Wednesday, September 21st, 2016 - Antropologi, Kelas 11 SMA

Rangkuman materi pelajaran Antropologi kelas 11 SMA pada halaman ini disusun berdasarkan buku paket pelajaran Antropologi untuk kelas 11 SMA yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Berikut rangkuman materi pelajaran Antropologi kelas 11 SMA secara lengkap.Rangkuman Materi Pelajaran Antropologi Kelas 11 SMA

Rangkuman Materi Pelajaran Antropologi Kelas 11 SMA

Bab I Kesamaan dan Keanekaragaman Budaya

Di Indonesia terdapat beragam budaya yang berbeda-beda. Melalui sebuah wacana kebudayaan nasional yang mengedepankan eksistensi budaya lokal merupakan salah satu usaha untuk menghargai perbedaan budaya yang ada. Melalui kebudayaan nasional inilah budaya lokalitas tetap tumbuh dan berkembang sebagai sebuah ciri khas masyarakat Indonesia. Salah satu solusi yang mampu memberikan pemahaman keberagaman dan persamaan dalam mengembangan budaya lokal yaitu pendidikan multikultural yang memandang semua budaya lokal sama tidak adanya kelompok dominan maupun kelompok inferior sehingga terbangun sebuah jembatan komunikasi yang mampu meredam disintegrasi bangsa.

Hal ini tertuang dalam pasal 32 yang menyebutkan tentang pemerintah Indonesia memajukan kebudayaan nasional. Ini merupakan sebuah komitmen besar bangsa Indonesia untuk tetap memberikan penghargaan dan eksistensi kebudayaan daerah yang masih ada.  Berbagai kemajemukan ini memerlukan sebuah alternatif penyelesaian agar ke depan tidak akan menimbulkan sebuah persoalan baru seperti konflik antar suku. Oleh karena itu suatu usulan pengembangan dalam kemajemukan Indonesia adalah melalui multikultural yang memandang kesederajatan dan kesamaan terhadap kebudayaan daerah. Prinsip-prinsip penegakan pengakuaan persamaan kebudayaan menjadi sangat penting untuk mengelola perkembangan budaya daerah untuk tetap menjadi ciri khas masyarakatnya.

Sebagai negara yang terdiri dari berbagai elemen budaya yang berbeda memunculkan berbagai konflik dan ketegangan karena adanya berbagai perbedaan dalam segala hal seperti bahasa, kepercayaan, perilaku maupun ras. Ini memang menjadi tantangan dan tanggungjawab pemerintah Indonesia untuk mengembangkan konsep relativisme budaya yaitu persamaan dalam memandang kebudayaan sehingga mampu meminimalisir konflik.

Bab II Dinamika dan Pewarisan Budaya

Manusia menciptakan budaya untuk mempertahankan hidupnya dari ancaman dan kekuatan alam yang seringkali tidak bersahabat. Kebudayaan adalah sesuatu hal yang dipelajari dan dialami bersama secara sosial oleh masyarakat manusia. Kebudayaan setiap masyarakat terdiri dari unsur-unsur kebudayaan yang merupakan bagian dari suatu kebulatan yang bersifat kesatuan. Secara garis besar, unsur budaya dibagi menjadi tujuh yang dikenal dengan Universal Categories of Culture yaitu peralatan dan teknologi.

Dinamika kebudayaan terjadi sebagai akibat dari adanya interaksi antarmanusia dan kelompok sehingga terjadilah proses saling mempengaruhi. Hal ini yang mendorong manusia selalu mengadakan kerja sama dengan manusia lain atau kelompok lain sebagai bentuk adaptasi dalam menghadapi lingkungan sehingga keberlangsungan hidup manusia tersebut dapat berjalan. Melalui berbagai proses kebudayaan seperti akulturasi, asimilasi atau difusi kebudayaan mengalami perubahan. Ada 2 faktor yang menyebabkan terjadinya dinamika kebudayaan yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah perubahan penduduk, penemuan baru, ideologi, dan invensi. Sedangkan faktor eksternal adalah lingkungan fisik dan pengaruh kebudayaan lain.

Berbagai konflik yang terjadi di daerah merupakan fakta sejarah yang pernah ada di Indonesia akibat ketidakmampuan manajemen dalam mengatur kemajemukan masyarakat Indonesia. Hal ini kemudian menimbulkan ancaman baru bagi terwujudnya integrasi nasional yang memberikan keamanan dan kenyamanan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Lepasnya Timor Timur dari wilayah negara Indonesia adalah salah satu bukti ketidakmampuan bangsa ini dalam mengelola pluralitas bangsa. Berbagai perasaan etnosentrisme dan primordialisme merupakan penghambat terjadinya integrasi nasional karena perasaan akan kebanggaan terhadap budaya sendiri secara berlebihan sehingga merendahkan kebudayaan lain. Sebagai gantinya maka perlunya pengembangan kekuatan multietnik yang tidak mengandung prasangka dan diskrimasi sehingga semua dapat berjalan dengan adil.

Bab III Kesamaan dan Keragaman Bahasa dan Dialek

Pengertian bahasa antara lain bahasa adalah sebuah sistem, bahasa adalah sebuah sistem tanda, bahasa adalah sistem bunyi, bersifat produktif, untuk memiliki sifat universal, mempunyai variasivariasi dan fungsi.

Dialek adalah sistem kebahasaan yang dipergunakan oleh satu masyarakat untuk membedakan dari masyarakat lain. Dialek bahasa dapat juga disebabkan oleh latar belakang pendidikan pemakaiannya, pekerjaannya atau karena faktor derajat resmi situasinya disebut dialek sosial.

Contoh tradisi lisan dalam beberapa masyarakat bahasa yang ada di Indonesia yaitu wayang kulit, Mak Yong, Didong, Tanggomo, Rabab Pariman, Pantun Sunda.

Beberapa bahasa daerah Indonesia meliputi bahasa Jawa, bahasa Bali, bahasa Minangkabau, bahasa Bugis, bahasa Melayu dan sebagainya. Bahasa adalah sistem tanda bunyi yang digunakan manusia dalam berkomunikasi. Setiap orang sangat dipengaruhi oleh letak geografis, politik, ekonomi, dan adat istiadat dalam bahasa. Sehingga muncullah dialek dalam berbahasa. Salah satu sarana untuk mengetahui dan mendengar dialek bahasa adalah tradisi lisan. Secara sederhana dapat disimpulkan, bahasa melahirkan dialek yang dipelihara, dikembangkan dan diwariskan melalui tradisi lisan.

Semoga dengan disusunnya rangkuman materi pelajaran Antropologi kelas 11 SMA secara lengkap seperti diatas dapat memudahkan kita belajar Antropologi.

Pustaka Materi adalah website dengan informasi pendidikan untuk siswa dan guru dalam bentuk materi pelajaran, Buku Sekolah Elektronik (BSE) yang dapat didownload gratis, soal latihan, soal ujian dan peraturan tentang pendidikan.

Anda dapat menghubungi atau berpartisipasi dengan kami
Pustaka Materi