Rangkuman Materi Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 10 SMA

Sunday, September 4th, 2016 - Bahasa Indonesia, Kelas 10 SMA

Rangkuman materi pelajaran Bahasa Indonesia kelas 10 SMA pada halaman ini disusun berdasarkan buku paket pelajaran Bahasa Indonesia untuk kelas 10 SMA yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Berikut rangkuman materi pelajaran Bahasa Indonesia kelas 10 SMA secara lengkap.Rangkuman Materi Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 10 SMA

Rangkuman Materi Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 10 SMA

BAB 1 PENDIDIKAN

  • Berita adalah cerita atau keterangan, laporan, pemberitahuan mengenai kejadian atau peristiwa yang sedang hangat dibicarakan. Secara umum sebuah berita mengandung unsur 5W1H (what, who, when, where, why, dan how). Maksudnya, dalam sebuah berita biasanya terdapat apa kejadian yang diberitakan, siapa yang mengalami, di mana dan kapan terjadinya, mengapa dan bagaimana peristiwa itu terjadi.
  • Perkenalan merupakan salah satu bagian penting dalam kegiatan sehari-hari, khususnya kegiatan yang bersifat formal seperti rapat, seminar, penyuluhan, dan sebagainya. Hal-hal umum yang perlu diungkapkan dalam perkenalan antara lain: nama lengkap dan gelar, tempat dan tanggal lahir, alamat, pekerjaan atau jabatan, pengalaman pendidikan, riwayat pekerjaan, hobi, dan informasi lain yang sesuai dengan kegiatan yang diadakan.
  • Sebuah paragraf terdiri atas satu kalimat utama dan beberapa kalimat penjelas. Paragraf yang baik setidaknya memuat empat unsur, yaitu kesatuan (kohesi), kepaduan (koherensi), kelengkapan, dan kevariasian. Berdasarkan letak kalimat utamanya, paragraf dibedakan menjadi paragraf deduktif, induktif, dan campuran. Selanjutnya, berdasarkan teknik pemaparannya, dibedakan menjadi paragraf narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi, dan persuasi.
  • Membaca puisi merupakan salah satu bentuk kegiatan1 mengapresiasi puisi. Membaca puisi dalam hal ini adalah kegiatan membaca yang bersifat ekspresif. Maksudnya, kegiatan mengekspresikan teks puisi sehingga apa yang mulanya berbentuk tulis (teks) dapat “dihidupkan” dalam bentuk lisan dengan penuh penjiwaan. Agar upaya menghidupkan bahasa tulis menjadi bahasa lisan dapat berhasil harus memperhatikan beberapa aspek, yaitu lafal, nada, tekanan, dan intonasi.

BAB 2 PERISTIWA

  • Menceritakan secara langsung merupakan salah satu bentuk kegiatan berbahasa, tepatnya berbicara. Kegiatan menceritakan pengalaman (atau yang lainnya) pada orang lain dikatakan tercapai jika pendengar mampu mengungkapkan kembali cerita pengalaman yang didengarkan, menjawab pertanyaan seputar cerita pengalaman yang disampaikan, dan banyak lagi yang lain. Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum melaksanakan kegiatan menceritakan pengalaman (atau yang lainnya) pada orang lain.
    1. Substansi dan urutan pengalaman yang akan disampaikan.
    2. Tempat di mana kamu akan bercerita (forum resmi atau tak resmi).
    3. Siapa yang akan menjadi pendengar.
    4. Persiapkan mental saat menceritakan dan pertanyaan yang akan diajukan.
  • Membaca cepat merupakan keterampilan memilih isi bahan yang harus dibaca sesuai dengan tujuan, keperluan, dan tidak membuang-buang waktu untuk menekuni bagian-bagian yang tidak perlu. Oleh karena itu biasanya proses membaca cepat dilakukan dalam waktu yang relatif singkat. Membaca cepat merupakan satu dari sekian jenis kegiatan membaca ekstensif.
  • Paragraf deskriptif merupakan salah satu dari sekian jenis paragraf yang ada. Paragraf deskriptif merupakan paragraf yang menggambarkan sesuatu dengan jelas sehingga pembaca seolaholah menyatakan atau mengalami sendiri hal atau peristiwa yang digambarkan. Paragraf deskriptif memiliki karakteristik sebagai berikut.
    1. Berupa pemerian objek tertentu.
    2. Objek yang dideskripsikan bersifat faktual.
    3. Sifat-sifat objek yang dideskripsikan jelas.
    4. Bertujuan memberikan pengalaman pada pembaca.
    5. Memberikan sugesti pada pembaca sehingga pembaca memiliki kesan atau interpretasi tertentu
  • Puisi merupakan salah satu bentuk karya sastra yang ditulis dalam bentuk larik-larik yang membentuk bait dengan menggunakan bahasa yang singkat, padat, dan ambiugitas. Mendengarkan pembacaan puisi merupakan salah satu bentuk kegiatan mengapresiasi terhadap karya sastra. Selain menikmati pembacaan, mendengarkan puisi merupakan kegiatan perenungan terhadap unsur yang ada dalam puisi yang didengarkan.

BAB 3 KEHIDUPAN SOSIAL

  • Membaca ekstensif merupakan salah satu jenis kegiatan menyerap informasi secara global/umum. Objeknya meliputi sebanyak mungkin teks dalam waktu yang relatif singkat. Berdasarkan jenisnya, membaca ekstensif dibedakan atas membaca survei, membaca sekilas, dan membaca dangkal. Membaca ekstensif merupakan kegiatan membaca yang dilakukan dalam waktu yang relatif singkat.
  • Menulis paragraf merupakan kegiatan menuangkan ide dan pikiran dalam rangkaian kalimat (kalimat utama dan kalimat penjelas). Paragraf ekspositif merupakan salah satu jenis paragraf yang berisi pemaparan yang bertujuan untuk memperluas pandangan atau pengetahuan pembaca. Teknik penulisan paragraf ekspositif dibedakan atas teknik sebab akibat, teknik definisi, teknik klasifikasi, dan teknik contoh.
  • Mendengarkan pembacaan puisi merupakan salah satu bentuk kegiatan mengapresiasi karya sastra. Salah satu cara memahami isi puisi secara mendalam adalah dengan melakukan analisis isi puisi yang dilalui dalam beberapa tahap. Pertama, analisis terhadap aspek bunyi. Kedua, analisis terhadap aspek kata. Ketiga, pemahaman terhadap unsur intrinsik puisi. Keempat, pemahaman makna secara implisit. Kelima, perenungan terhadap isi puisi secara menyeluruh.
  • Cerpen (cerita pendek) merupakan salah satu bentuk karangan fiksi yang memuat unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik merupakan rangkaian unsur yang ada di dalam karya sastra itu sendiri, yang meliputi tokoh dan penokohan, alur (jalan) cerita, setting (latar) cerita, point of view (sudut pandang penceritaan), teknik penceritaan, dan tema yang digunakan dalam cerita. Sedangkan unsur ekstrinsik merupakan rangkaian unsur yang ada di luar karya sastra, yan meliputi, nilai sosial dan budaya, status sosial, moralitas, religius dan banyak lagi unsur-unsur lain. Hal yang menarik dalam karya sastra itu bisa ada di mana saja, tak terkecuali pada unsur intrinsik dan unsur ekstrinsiknya.

BAB 4 BUDAYA

  • Berdiskusi merupakan salah satu cara untuk mengidentifikasi suatu permasalahan dari berbagai sudut pandang untuk mendapatkan suatu solusi. Hal ini dikarenakan dalam berdiskusi tentu ada banyak kepala yang berpikir. Terdapat beberapa tahap yang perlu diperhatikan dalam menyelesaikan suatu permasalahan yang dimunculkan dalam teks.
    1. Baca dan pahami isi teks.
    2. Lakukan identifikasi terhadap segala sesuatu yang membutuhkan penjelasan.
    3. Ringkas dan lakukan analisis terhadap isi teks.
    4. Diskusikan permasalahan yang ditemukan saat mengidentifikasi.
    5. Berikan tanggapan tentang masalah yang terjadi.
    6. Berikan pertimbangan atas beberapa solusi yang ditawarkan.
    7. Ungkapkan dalam forum, solusi dengan pertimbangan tersebut.
  • Unsur intrinsik dan ekstrinsik, biasanya dikaitkan dengan karya sastra, akan selalu ada dalam setiap cerita. Dalam perspektif karya sastra, unsur intrinsik diartikan sebagai rangkaian unsur yang ada di dalam karya sastra itu sendiri, yang meliputi tokoh dan penokohan, alur (jalan) cerita, setting (latar) cerita, point of view (sudut pandang penceritaan), teknik penceritaan, dan tema yang digunakan dalam cerita. Sedangkan unsur ekstrinsik merupakan rangkaian unsur yang ada di luar karya sastra, yang meliputi, nilai sosial dan budaya yang dimunculkan dalam cerita, status sosial tokohnya yang dimunculkan, aspek moralitas dan religius yang digunakan dan banyak lagi unsur-unsur lain.
  • Membacakan puisi merupakan salah satu bentuk kegiatan mengapresiasi karya sastra yang tidak hanya untuk menikmati puisi sesaat ataupun juga membuat puisi menjadi indah, namun lebih pada pemaknaan puisi dari proses pembacaan yang dilakukan.
  • Puisi, berdasarkan bentuknya dibedakan atas puisi konvensional (lama) dan inkonvensional (modern). Puisi lama merupakan jenis puisi yang terikat oleh aturan dalam penulisan puisi, misalnya persajakan, pengaturan penulisan, musikalitas dan yang lainnya, yang tergolong dalam puisi lama adalah pantun, syair, gurindam, bidal, talibun dan banyak lagi yang lainnya.

BAB 5 LINGKUNGAN

  • Mendengarkan merupakan bentuk kegiatan berbahasa yang menyerap informasi yang diungkapkan atau dibacakan orang lain secara langsung. Salah satu tanda tercapainya sebuah kegiatan mendengarkan adalah kemampuan memberikan tanggapan dengan tepat dan dilengkapi dengan bukti, alasan, dan argumentasi yang mendukung tanggapan yang diberikan. Memberikan tanggapan berarti memberikan masukan, kritik, sampai dengan pujian dari berbagai segi tentang sesuatu yang kurang sesuai. Sebuah tanggapan biasanya disertai dengan saran tentang bagaimana seharusnya dilakukan atau dilaksanakan.
  • Setiap prosa yang diciptakan merupakan rangkaian dari unsur intrinsik dan ekstrinsik. Oleh karena itu untuk bisa memahami isi yang terkandung dalam sebuah karya sastra, lakukan identifikasi terhadap unsur intrinsik dan ekstrinsik terhadap karya sastra tersebut. Nilai-nilai merupakan salah satu bagian dari unsur ekstrinsik yang biasanya memuat nilai sosial dan budaya, moralitas, religius dan nilai-nilai yang lain yang merupakan refleksi dari kehidupan sosial bermasyarakat.
  • Sebuah cerita (prosa) merupakan refleksi dari realitas kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu sangat dimungkinkan ada keterkaitan antara bagian-bagian (unsur intrinsik dan ekstrinsik) dari cerita dengan realitas sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Langkah yang harus dilakukan untuk bisa memahami adanya keterkaitan antara bagian dari cerita dengan realitas sosial bermasyarakat adalah dengan melakukan identifikasi dan analisis terhadap unsur intrinsik dan ekstrinsik dalam cerita tersebut.
  • Menulis puisi merupakan salah satu bentuk dari kegiatan kreatif dan apresiatif dengan mempertimbangkan unsur yang ada dalam puisi dan sistematika penulisan puisi. Proses penulisannya pun melalui beberapa tahap, yaitu tahap penginderaan, tahap perenungan dan pengendapan serta tahap memainkan kata-kata yang telah dipilih.

BAB 6 EKONOMI

  • Salah satu indikator tercapainya kegiatan mendengarkan adalah kemampuan menyimpulkan isi informasi. Menyimpulkan merupakan kegiatan mengihtisarkan isi informasi dengan singkat tanpa menghilangkan detail informasi yang ada. Atikel merupakan salah satu laporan tentang sesuatu hal yang rinci yang berbentuk esay. Sebuah artikel tidak saja memuat satu peristiwa atau kejadian nyata yang up to date namun juga mengungkapkan beberapa peristiwa yang terjadi dengan analisis prediksi dari berbagai segi.
  • Memberikan dukungan terhadap isi artikel merupakan upaya memberikan persetujuan atas isi artikel yang dibaca. Selain itu sertakan juga bukti dan alasan yang mendukung persetujuan atas isi artikel yang tersebut.
  • Menulis paragraf argumentatif berarti menyajikan suatu persoalan dalam bentuk laporan tertulis yang disertai dengan pembuktian dan argumentasi yang mampu membuat pembaca meyakini laporan tersebut. Sebuah paragraf argumentatif memuat karakteristik sebagai berikut.
    1. Mejelaskan pendapat, gagasan, atau keyakinan penulis.
    2. Mengungkapkan fakta yang disertai dengan analisisnya.
    3. Menggali sumber pengalaman, penelitian, sikap, dan keyakinan.
    4. Mempengaruhi pendapat atau keyakinan pembaca.
    5. Menggunakan contoh, angka-angka, statistik, gambar, dan lain-lain untuk membuktikan kebenaran.
    6. Ditutup dengan kesimpulan.
  • Karya sastra Melayu klasik merupakan jenis karya sastra lama yang salah satunya berbentuk hikayat. Sebagai bagian dari karya sastra, sebuah hikayat juga terangkai atas unsur intrinsik dan ekstrinsik. Sebagian bagian dari jenis sastra Melayu klasik, pemaparan cerita dalam hikayat menggunakan bahasa Melayu.

BAB 7 KESEHATAN

  • Menyimpulkan merupakan kegiatan mengikhtisarkan isi informasi, dan umumnya disampaikan dalam kalimat yang singkat dan jelas. Kemampuan menyimpulkan merupakan indikator atau penanda dari tercapainya kegiatan berbahasa yang dilakukan sebelumnya, baik kegiatan mendengarkan maupun kegiatan membaca.
  • Wawancara merupakan salah satu cara yang digunakan untuk memperoleh data atau informasi dengan cara mengajukan pertanyaan pada narasumber atau orang yang berkepentingan dari peristiwa tertentu. Hasil dari wawancara dapat disajikan dalam dua bentuk, yaitu ditulis seperti halnya wawancara (ada teks pertanyaan dan jawaban) dan ditulis dalam bentuk uraian naratif.
  • Sebagai salah satu bentuk karya sastra, puisi mempunyai bentuk yang sangat kompleks. Oleh karena itu dalam proses memahami isi puisi dibutuhkan analisis baik dari segi bentuk maupun dari segi isi.
  • Sebuah karya sastra lahir dari refleksi peristiwa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai bagian dari karya sastra, sebuah hikayat juga lahir dari refleksi peristiwa yang terjadi dalam kehidupan masyarakat Melayu. Oleh karena itu sebuah hikayat juga sarat akan nilai-nilai sosial budaya Melayu.

BAB 8 KESENIAN

  • Puisi itu multinterpretable, artinya puisi mengandung banyak makna. Namun demikian, kita bisa membahasa dan mendiskusikan suatu puisi dari berbagai sudut pandang, baik dari unsur intrinsik maupun ekstrinsik. Dengan demikian kegiatan mendiskusikan isi puisi ditujukan untuk memperoleh gambaran bagaimana penulis menyampaikan penginderaannya, perasaannya, pikiran atau konsep hidupnya, pesan-pesannya.
  • Menulis cerpen merupakan kegiatan kreatif apresiatif. Sebagai salah satu bagian dari karya sastra, cerpen terangkai atas unsur intrinsik dan ekstrinsik. Tidak ada aturan khusus dalam menulis sebuah cerpen namun setidaknya terdapat beberapa poin yang bisa dijadikan pedoman untuk menulis cerpen.
    1. Menentukan atau memilih tema.
    2. Menentukan judul cerpen.
    3. Mengembangkan ide dalam bentuk kerangka cerpen.
    4. Menulis cerpen dalam bentuk draf.
    5. Merevisi dan menyunting draf cerpen.
  • Cerita rakyat merupakan salah satu bagian dari folklor. Walaupun umumnya disebarluaskan secara lisan namun terdapat juga cerita rakyat yang disajikan secara nonlisan. Tokoh dan penokohan merupakan salah unsur intrinsik yang cukup penting keberadaannya dalam sebuah cerita. Sama halnya dengan keberadaan manusia dalam kehidupan sehari-hari, tokoh juga memiliki watak dan karakter manusia pada umumnya. Unsur kemenarikan bisa diamati dari sisi penokohan tersebut.
  • Sebuah paragraf persuasif disampaikan untuk meyakinkan orang lain (pendengar atau pembaca) untuk mau menerima apa yang disampaikan pembicara atau penulis. Tiga syarat yang harus dipenuhi dalam paragraf persuasif.
    1. Watak dan kredibilitas penulis atau pembicara.
    2. Kemampuan pembicara/penulis mengendalikan emosi para pendengar/pembaca.
    3. Bukti dan fakta untuk memperkuat.

BAB 9 TRANSPORTASI

  • Kritik merupakan kecaman (ketidaksetujuan) atas segala sesuatu yang terjadi atau diungkapkan oleh orang lain.  Meskipun merupakan sebuah kecaman, sebuah kritik setidaknya disampaikan dengan bahasa yang singkat dan jelas, dan  biasanya juga disertai dengan bukti, alasan dan saran yang mendukung kritik yang disampaikan.
  • Sebagai salah satu dari kegiatan menyerap informasi secara tertulis, membaca memindai merupakan salah satu jenis membaca yang dilakukan secara cermat dan lama. Teknik membaca memindai merupakan salah satu teknik yang digunakan untuk membaca tabel. Salah satu indikator dari tercapainya kegiatan menyerap informasi adalah kemampuan merangkum informasi tersebut.
  • Latar (setting) cerita merupakan salah satu bagian dari unsur intrinsik yang merangkai sebuah cerita. Secara garis besar, keberadaan latar (setting) cerita dibedakan atas latar tempat, latar waktu dan latar sosial. Latar tempat merupakan hal yang berkaitan dengan masalah goegrafis, yang menyangkut tempat terjadinya suatu peristiwa. Latar waktu berkaitan dengan masalah historis berjalannya waktu (pagi-siang-malam, haribulan-tahun, bahkan pada zaman tertentu). Latar sosial berkaitan dengan kehidupan bermasyarakat yang menyangkut masalah status sosial yang menunjukkan hakikat seseorang dalam masyarakat, dan banyak lagi yang lainnya.
  • Sebagai salah satu kegiatan kreatif-apresiatif, menulis cerpen merupakan kegiatan menceritakan suatu kisah pada orang lain (pembaca). Selain pengalaman sendiri bisa digunakan sebagai bahan kisah dalam cerita, pengalaman orang lain pun juga bisa dimanfaatkan dalam kisah yang akan kita ceritakan

BAB 10 SOSIAL

  • Kemampuan menyimpulkan informasi yang didengarkan merupakan indikator dari tercapainya kegiatan mendengarkan yang telah dilakukan. Mendengarkan merupakan kegiatan berbahasa menyerap informasi yang disajikan secara langsung atau dengan menggunakan alat atau media. Langkah awal yang harus diketahui untuk bisa menyimpulkan adalah memahami ide pokok tiap paragraf dari seuah wacana.
  • Sebagai salah satu kegiatan kreatif, menyusun pidato tidak hanya membutuhkan kemampuan dan kepekaan semata tapi juga latihan yang intens. Sama halnya dengan kegiatan berbahasa yang lain, menyusun pidato pun selalu terdiri atas pembuka (pendahuluan) – inti (pokok  pembicaraan) – penutup (akhir). Agar penyusunan teks pidato tidak berkembang dan meluas, lakukan menentuan topik terlebih dulu selanjutnya menyusun kerangka isi pidato dan mengembangkan, langkah terakhir adalah dengan menyunting naskah tersebut.
  • Mendiskusikan isi puisi merupakan upaya menemukan dan mengungkap makna yang terkandung di dalamnya dan keterkaitan isi puisi dengan yang lainnya, yang dilakukan dalam sebuah forum dan diikuti lebih dari satu kepala. Puisi sebagai salah satu produk kreatif dari seorang sastrawan diciptakan sebagai ungkapan untuk berkomunikasi dengan pembacanya. Oleh karena itu mendiskusikan isi puisi merupakan upaya untuk mengetahui  puisi dari berbagai segi, salah satunya keterkaitan dengan realitas alam, sosial dan banyak lagi yang lainnya.
  • Merangkum merupakan kegiatan mengihktisarkan isi informasi dalam bentuk ringkas. Kemampuan merangkum merupakan salah satu indikator dari kegiatan menyerap informasi, baik yang disajikan secara lisan maupun yang disajikan secara tertulis. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa kegiatan merangkum merupakan kegiatan yang dilakukan setelah melakukan kegiatan berbahasa yang lain.

Semoga dengan dibuatnya rangkuman materi pelajaran Bahasa Indonesia kelas 10 SMA seperti diatas dapat mempermudah kita dalam mempelajari materi pelajaran Bahasa Indonesia di kelas 10 SMA.

Pustaka Materi adalah website dengan informasi pendidikan untuk siswa dan guru dalam bentuk materi pelajaran, Buku Sekolah Elektronik (BSE) yang dapat didownload gratis, soal latihan, soal ujian dan peraturan tentang pendidikan.

Anda dapat menghubungi atau berpartisipasi dengan kami
Pustaka Materi