Rangkuman Materi Pelajaran Ekonomi Kelas 10 SMA

Friday, September 2nd, 2016 - Ekonomi, Kelas 10 SMA

Rangkuman materi pelajaran Ekonomi kelas 10 SMA pada halaman ini disusun berdasarkan buku paket pelajaran Ekonomi untuk kelas 10 SMA yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Indonesia. Berikut rangkuman materi pelajaran Ekonomi kelas 10 SMA secara lengkap.Rangkuman Materi Pelajaran Ekonomi Kelas 10 SMA

Rangkuman Materi Pelajaran Ekonomi Kelas 10 SMA

BAB 1 PERMASALAHAN EKONOMI

  1. Kebutuhan menurut intensitas kemanfaatan dibedakan menjadi:
    a. Kebutuhan primer
    b. Kebutuhan sekunder
    c. Kebutuhan tersier
  2. Kebutuhan menurut sifatnya:
    a. Kebutuhan Jasmani
    b. Kebutuhan Rohani
  3. Kebutuhan menurut subyeknya:
    a. Kebutuhan perseorangan
    b. Kebutuhan kolektif
  4. Kebutuhan menurut waktunya:
    a. Kebutuhan sekarang
    b. Kebutuhan yang akan datang
  5. Hal-hal yang dapat mempengaruhi kebutuhan antara lain: keadaan alam, peradaban, adat istiadat, dan  agama
  6. Jenis-jenis benda pemuas kebutuhan:
    a. Menurut cara mendapatkannya: benda ekonomi, benda bebas,
    b. Benda menurut kegunaanya (utility): benda konsumsi, benda produksi
    c. Benda menurut hubungannya dengan benda lain; benda substitusi, benda komplementer
  7. Kegunaan barang pemuas kebutuhan dibedakan menjadi : Form utility (nilai guna bentuk), Place utility (nilai guna tempat), Time utility (nilai guna waktu), Ownership utility (nilai guna kepemilikan)
  8. Berbagai macam sistem ekonomi :
    a. Sistem Ekonomi Tradisional
    b. Sistem Ekonomi Terpusat
    c. Sistem Ekonomi Pasar
    d. Sistem Ekonomi Campuran

BAB 2 PERILAKU KONSUMEN DAN PRODUSEN

  • Konsumsi adalah kegiatan menghabiskan atau mengurangi nilai guna suatu barang dan jasa
  • Konsumen adalah orang atau pihak yang melakukan kegiatan konsumsi tersebut
  • Nilai suatu barang/jasa dapat dibedakan menjadi dua, yaitu nilai pakai (value in use) dan nilai tukar (value in exchange)
  • Nilai pakai dan nilai tukar, masing-masing dapat dilihat dari sisi subjektif (dari sisi orangnya) dan dari sisi objektif (dari sisi barangnya).
  • Hukum Gossen I berbunyi “ Jika pemuasan kebutuhan dilakukan terus menerus, maka kenikmatan semakin lama  semakin berkurang, dan pada suatu saat akan tercapai titik kepuasan”
  • Hukum Gossen II berbunyi “Manusia berusaha memuaskan kebutuhannya yang beraneka ragam hingga mencapai tingkat intensitas yang sama (harmonis)”
  • Untuk menjelaskan perilaku konsumen dalam memperoleh kepuasan terhadap barang dan jasa yang dikonsumsi terdapat dua pendekatan teori, yaitu pendekatan kardinal dan pendekatan ordinal.
  • Faktor yang dapat mempengaruhi konsumsi seseorang:
    1. Tingkat pendapatan
    2. Harga barang dan jasa
    3. Adat istiadat dan kebiasaan konsumen
    4. Barang substitusi
    5. Jumlah penduduk
    6. Banyaknya barang konsumsi yang tahan lama dalam masyarakat
    7. Ramalan/dugaan masyarakat akan adanya perubahan harga
    8. Selera Konsumen
  • Produksi sering diartikan sebagai kegiatan menambah dan atau menciptakan guna/manfaat (utility) suatu barang. Sedangkan orang yang melakukan kegiatan produksi disebut dengan produsen.
  • Faktor produksi terdiri dari:
    1. Faktor produksi alam (natural resources)
    2. Faktor produksi tenaga kerja (human resources)
    3. Faktor produksi modal (capital resources)
    4. Faktor produksi kewirausahaan (entrepreneurship resources)

BAB 3 PERMINTAAN, PENAWARAN, HARGA, DAN  KESEIMBANGAN

  1. Permintaan (Demand) adalah jumlah barang atau jasa yang rela dan mampu dibeli oleh konsumen/pelanggan pada berbagai kemungkinan harga selama periode tertentu dengan asumsi faktor-faktor lainnya dianggap tetap (ceteris paribus). Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi permintaan suatu barang adalah harga barang itu sendiri (Px), harga barang lain (Py) bisa barang substitusi dan barang komplementer, pendapatan konsumen (Y), selera/preferensi konsumen (t), dan jumlah Penduduk (Pop).
  2. Penawaran (Supply) diartikan kesediaan penjual untuk menjual/menyerahkan berbagai jumlah barang pada berbagai tingkat harga dalam waktu tertentu dan keadaan tertentu. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi penawaran antara lain harga barang itu sendiri (Px), harga barang lain (Py), tingkat teknologi (T) dan harga sumber daya/input (I).
  3. Elastisitas dapat diartikan sebagai derajat kepekaan suatu gejala ekonomi terhadap perubahan gejala ekonomi lain. Pengertian lain elastisitas diartikan sebagai tingkat kepekaan perubahan kuantitas suatu barang yang disebabkan oleh adanya perubahan faktor-faktor lain seperti perubahan harga barang itu sendiri, harga barang lain dan Income. Macamnya ada 3 (tiga) yaitu: Elastisitas Harga/permintaan; Elastisitas Silang dan Elastisitas pendapatan/income.
  4. Keseimbangan pasar (Equilibrium price) atau harga keseimbangan atau harga pasar diartikan sebagai tingkat harga yang terjadi berdasarkan kesepakatan antara pembeli dan penjual. Keseimbangan terjadi saat kurva permintaan berpotongan dengan kurva penawaran. Titik perpotongan antara kedua kurva tersebut disebut dengan titik keseimbangan (Equilibrium), harganya pada sumbu vertikal disebut harga keseimbangan (Price Equilibrium) dan kuantitasnya pada sumbu horizontal disebut jumlah/kuantitas keseimbangan (Quantity Equlibrium). Metode untuk menghitung keseimbangan ada 3 (tiga) macam yaitu Pendekatan Tabel, Pendekatan Grafik dan Pendekatan Matematis.

BAB 4 PASAR, PASAR BARANG DAN PASAR INPUT

  1. Pasar diartikan sebagai “tempat” bertemunya kekuatan penjual (supply) dan kekuatan pembeli (demand) sampai timbul transaksi. Pengertian pasar yang menekankan pentingnya tempat atau dalam arti fisik disebut pasar tradisional (pasar konkret). Pengertian pasar yang menekankan “bertemunya” kekuatan penjual dan kekuatan pembeli (tidak harus secara fisik) sampai menimbulkan transaksi. disebut pasar modern (pasar abstrak).
  2. Penggolongan pasar dapat dilakukan menurut:
    1. Barang yang ditransaksikan: (1) Pasar Output; dan (2) Pasar Input.
    2. Struktur Penjualnya: (1) Pasar Persaingan Sempurna; (2). Pasar Persaingan
      Tidak Sempurna, terdiri atas Pasar Monopoli; Pasar Oligopoli (bisa dipecah
      lagi menjadi Duopoli dan Oligopoli) dan Pasar Persaingan Monopolistik.
    3. Struktur Pembelinya: (1) Pasar Monopsoni; dan (2) Pasar Oligopsoni.
    4. Komoditas yang Diperdagangkan: (1) Pasar Komoditi atau pasar barang; (2)
      Pasar Tenaga Kerja; (3) Pasar Uang; dan (4) Pasar Modal.
  3. Pasar barang (komoditi) atau dikenal dengan Bursa komoditi adalah suatu pasar yang kegiatannya  mempertemukan antara penjual dan pembeli untuk melaksanakan transaksi jual atau beli barang/komoditi tertentu. Pasar Komoditi dapat dibedakan menjadi 2 (dua) :
    1. Pasar Fisik adalah suatu kegiatan perdagangan yang penyerahan barang dagangan dari penjual kepada pembeli dilakukan segera setelah transaksi atau ada penyerahan barang secara tunai;
    2. Pasar komoditi berjangka adalah suatu kegiatan perdagangan dalam hal ini yang diperdagangkan adalah surat kontrak yang mewakili barang yang disimpan di gudang. Pada pasar ini penyerahan barang dilakukan kemudian bahkan bisa sampai beberapa bulan sesuai perjanjian.
  4. Pasar input adalah pasar faktor-faktor produksi. Pasar faktor produksi bisa dijabarkan menjadi : (1) Pasar tenaga kerja; (2) Pasar Uang; dan (3) Pasar Modal.

BAB 5 KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM BIDANG EKONOMI

  1. Ilmu ekonomi makro mempelajari perilaku ekonomi sebagai keseluruhan tentang kehidupan ekonomi.
  2. Ilmu ekonomi mikro mempelajari keputusan-keputusan individu baik sektor rumah tangga maupun perusahaan dalam mengalokasikan sumber daya  untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
  3. Kebijakan pemerintah di bidang ekonomi meliputi:
    1. Kebijakan fiskal, merupakan kebijakan yang mengatur tentang penerimaan dan pengeluaran negara.
    2. Kebijakan moneter, kebijakan yang ditetapkan dan dilaksanakan oleh  Bank Indonesia untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah yang dilakukan antara lain melalui pengendalian jumlah uang beredar dan atau suku bunga.
    3. Kebijakan  ekonomi internasional, kebijakan yang ditetapkan dalam hubungan perdagangan intenasional.
    4. Kebijakan pendapatan, kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah untuk mempengaruhi tingkat pendapatan masyarakat.
  4. Masalah yang dihadapi pemerintah di bidang ekonomi antara lain: kemiskinan, inflasi, pengangguran dan lapangan kerja.

BAB 6 PENDAPATAN NASIONAL

  1. Product Domestic Regional Bruto (PDRB) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi yang ada di daerah selama 1 (satu) tahun
  2. Product Domestic Buto (PDB atau GDP) adalah jumlah dari seluruh produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu Negara selama satu tahun termasuk di dalamnya barang dan jasa  yang dihasilkan oleh orang asing dan perusahaan asing yang beroperasi di dalam negeri.
  3. Produksi Nasional Kotor atau Gross National Product (GNP) adalah jumlah seluruh barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat selama satu tahun termasuk di dalamnya jumlah barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat Negara tersebut yang bekerja di luar negeri tetapi tidak diperhitungkan barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat asing yang bekerja di dalam negeri
  4. Produksi nasional neto atau Net National Product (NNP) adalah produksi nasional kotor (GNP) dikurangi penyusutan barang-barang modal.
  5. Pendapatan nasional Bersih atau Net National Income (NNI) adalah produksi nasional neto dikurangi dengan pajak tidak langsung.
  6. Pendapatan perseorangan (PI) adalah Pendapatan yang berhak diterima oleh seseorang sebagai bentuk balas jasa atas keikutsertaannya dalam proses produksi.
  7. Pendapatan Bebas (DI) adalah pendapatan dari seseorang yang siap digunakan baik untuk keperluan konsumsi maupun untuk ditabung.
  8. Pendapatan perkapita adalah pendapatan rata-rata dari penduduk suatu negara yang diperoleh dari pendapatan nasional pada tahun tertentu dibagi dengan jumlah penduduk suatu negara pada tahun tersebut.
  9. Rumus pendapatan perkapita yaitu :
    1. Dilihat dari komponen produk domestik bruto (PDB)
      Rumus : Rumus pendapatan perkapita
    2. Dilihat dari komponen produk nasional bruto
      Rumus :komponen produk nasional bruto
  10. Inflasi merupakan suatu peningkatan harga secara umum dalam perekonomian yang terjadi secara terus menerus.
  11. Jenis–jenis  Inflasi
    1. Inflasi dilihat dari Tingkat Keparahannya
      1) Inflasi Ringan  ( di bawah 10% per tahun )
      2) Inflasi sedang  ( antara 10%  –  30% per tahun )
      3) Inflasi berat     ( antara  30%  –  100% per tahun)
      4) Inflasi sangat berat atau hiperinflasi  ( di atas 100% per tahun )
    2. Inflasi di lihat dari Penyebabnya
      1) Demand Pull Inflation
      Inflasi karena adanya peningkatan jumlah permintaan efektif baik dari
      masyarakat maupun pemerintah.
      2) Cost  Push  Inflation
      Inflasi  yang disebabkan oleh kenaikan biaya-biaya produksi.
    3. Inflasi dilihat dari Asalnya
      1) Inflasi yang berasal dari luar negeri (Imported Inflation)
      2)  Inflasi yang berasal  dari Dalam Negeri (Domestic Inflation)
  12. Indeks Harga Konsumen (IHK) adalah angka indeks yang menghitung dari kelompok barang yang paling banyak dibeli oleh masyarakat/konsumen.

BAB 7 KONSUMSI DAN INVESTASI

  1. Pengertian konsumsi adalah sebuah aktivitas guna menghabiskan atau mengurangi nilai guna suatu barang.
  2. Bentuk umum dari fungsi konsumsi sebagai berikut:
    C  =  a  +  b  . Y
    Di mana
    a = konsumsi otonom
    b = MPC
  3. Bentuk umum dari fungsi tabungan sebagai berikut
    S =  – a  +   (1  –  b) . Y  atau
    S =  – a  +  MPS  .  Y
  4. Pengertian investasi dapat diartikan sebagai pengeluaran yang ditujukan untuk menambah atau mempertahankan persediaan modal atau persediaan kapital (capital stock). Penggolongan Investasi: Investasi Bruto dan Investasi Netto.
  5. Dalam konsep nilai waktu dari uang kita mengenal 2 (dua) macam, yaitu:
    1. Konsep  Nilai Sekarang  (Present Value) digunakan untuk menghitung nilai sekarang untuk return–return yang akan diterima di waktu yang akan datang.
      Rumus Umum:
      PV  =  FV ( 1 + r )–n  atau  PV  = FV/ (1 –  r)n
    2. Konsep  Nilai Mendatang  (Future Value) digunakan untuk menghitung nilai yang akan datang dari sejumlah uang yang dimiliki saat ini.
      Rumus Umum :
      FV  =  PV ( 1 + r )n
  6. Kurva MEC merupakan kurva yang menunjukkan hubungan negatif antara Investasi (I) dan tingkat bunga (rate of interest = ri). Konsep Marginal Efficiency of Capital (MEC) sebenarnya sama dengan pengertian Internal Rate of Return (IRR). IRR sendiri dapat diartikan sebagai suatu tingkat bunga yang menyebabkan nilai sekarang dari arus kas masuk bersih proyek (Proceed atau dikenal Present Value Cash Inflow) akan sama dengan nilai sekarang dari arus kas keluar (Outlay atau Present Value Cash Outflow).
  7. Pendapatan nasional ekulibrium ialah tingkat pendapatan nasional di mana tidak ada kekuatan ekonomi yang mempunyai tendensi untuk mengubahnya. Keadaan ekulibrium apabila dipenuhi syarat, tabungan akan sama dengan investasi atau ketika S = I.
  8. Angka pengganda atau multiplier adalah bilangan dengan mana investasi harus kita kalikan, apabilka kita ingin mengetahui besarnya perubahan pendapatan nasional ekuilibrium yang baru, yang diakibatakan oleh adanya perubahan investasi.

BAB 8 UANG DAN PERBANKAN

  1. Uang adalah suatu benda yang diakui masyarakat/negara untuk dijadikan sebagai perantara dalam melakukan pertukaran barang/jasa.
  2. Syarat-syarat uang
    1. Dapat diterima oleh masyarakat umum (acceptability),
    2. Tidak berkurang nilainya (stability of value),
    3. Tahan lama dan tidak mudah rusak (durability),
    4. Mudah dipindahkan dan dibawa ke mana-mana (portability),
    5. Mudah dibagi tanpa mengurangi nilai (disability),
    6. Memiliki satu kualitas saja (uniformity
    7. Jumlahnya terbatas dan tidak mudah dipalsukan,
  3. Fungsi uang dikategorikan menjadi dua, yaitu :
    1. Fungsi Asli (Primer): 1)  Alat Tukar Menukar; 2) Alat Satuan Hitung (Alat Pengukur Nilai)
    2. Fungsi Turunan: 1) Alat Pembayaran Utang; 2)  Alat Untuk Menimbun  kekayaan; dan 3)  Alat Pemindah Kekayaan
  4. Jenis–jenis  Uang
    1. Berdasarkan Bahannya:  1) Uang Logam; 2) Uang Kertas
    2. Berdasarkan Lembaga Yang Mengeluarkannya
      1) Uang Kartal (Chartal = Kepercayaan),
      2) Uang Giral (Giro = Simpanan di bank),
    3. Berdasarkan Nilai
      1) Bernilai Penuh (Full Bodied Money)
      2) Tidak Bernilai Penuh (Token Money),
    4. Berdasarkan Pemakai
      1) Internal Value,
      2) External Value,
  5. Permintaan uang adalah keinginan masyarakat untuk mewujudkan bagian tertentu dari pendapatannya dalam bentuk uang kas.
  6. Motif orang memiliki uang tunai menurut JM Keynes ada tiga, yaitu:
    1. Motif untuk bertransaksi
    2. Motif Berjaga-jaga
    3. Motif Spekulasi
  7. Penawaran uang adalah seluruh jumlah mata uang yang telah dikeluarkan dan diedarkan oleh bank sentral, baik itu uang logam maupun uang kertas.
  8. Bank adalah Badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk-bentuk lain dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
  9. Tugas utama dari bank yaitu sebagai lembaga mediasi (perantara) dari pihak yag kelebihan dana (the lender) dan pihak yangf membutuhkan dana (the borrower). Oleh karena itu bank dapat berperan sebagai penyalur kredit dan pencipta kredit:
  10. Bank sentral yang merupakan lembaga negara yang independen bebas dari campur tangan pemerintah dan pihak-pihak lain, kecuali untuk hal-hal yang secara tegas diatur dalam undang-undang.
  11. Tugas Bank Sentral sebagai berikut:
    1. Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter
    2. Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran
    3. Mengatur dan mengawasi bank
    4. Sebagai penyedia dana terakhir (last lending resort)
  12. Bank Umum adalah bank yang dapat memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran yang bertugas menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat serta memberikan jasa-jasa kepada masyarakat dalam bidang keuangan. dibagi menjadi dua yaitu bank konvensional dan bank syariah
  13. Kebijakan moneter merupakan kebijakan bank sentral atau otoritas moneter dalam bentuk pengendalian besaran moneter dan suku bunga untuk mencapai perkembangan kegiatan perekonomian yang diinginkan.
  14. Macam-macam kebijakan moneter
    1. Politik diskonto
    2. Politik open market
    3. Kredit selektif
    4. Cash ratio
    5. Dorongan moral (moral suasion)

Kami harap dengan disusunnya rangkuman materi pelajaran Ekonomi kelas 10 SMA seperti diatas dapat mempermudah kita dlam mempelajari materi Ekonomi di kelas 10 SMA.

Pustaka Materi adalah website dengan informasi pendidikan untuk siswa dan guru dalam bentuk materi pelajaran, Buku Sekolah Elektronik (BSE) yang dapat didownload gratis, soal latihan, soal ujian dan peraturan tentang pendidikan.

Anda dapat menghubungi atau berpartisipasi dengan kami
Pustaka Materi