Rangkuman Materi Pelajaran Fisika Kelas 10 SMA

Thursday, September 8th, 2016 - Fisika, Kelas 10 SMA

Rangkuman materi pelajaran Fisika kelas 10 SMA pada halaman ini disusun berdasarkan buku paket pelajaran Fisika untuk kelas 10 SMA yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Berikut rangkuman materi pelajaran Fisika kelas 10 SMA secara lengkap.Rangkuman Materi Pelajaran Fisika Kelas 10 SMA

Rangkuman Materi Pelajaran Fisika Kelas 10 SMA

Bab I Pengukuran

  1. Satuan yang dipakai saat ini adalah satuan Sistem Internasional (SI).
  2. Ada tujuh besaran pokok dalam SI, yaitu panjang, massa, waktu, suhu, kuat arus listrik, intensitas cahaya, dan jumlah mol.
  3. Besaran pokok  adalah besaran yang digunakan sebagai dasar untuk menetapkan besaran yang lain.
  4. Besaran turunan adalah besaran yang diperoleh dengan menurunkan besaran pokok.
  5. Dimensi suatu besaran adalah cara besaran tersebut tersusun atas besaran-besaran pokoknya.
  6. Dimensi mempunyai dua kegunaan, yaitu untuk menentukan satuan dari suatu besaran turunan dan menunjukkan kesetaraan beberapa besaran yang sepintas tampak berbeda.
  7. Instrumen pengukuran adalah alat-alat yang digunakan untuk mengukur suatu besaran. Misalnya, panjang dengan mistar, massa dengan neraca, dan waktu dengan jam.
  8. Setiap pengukuran pasti terdapat ketidakpastian yang disebabkan beberapa kesalahan, antara lain, kesalahan internal, kesalahan sistematik, dan kesalahan acak.
  9. Kesalahan internal adalah kesalahan yang disebabkan keterbatasan pada pengamat saat melakukan pengukuran.
  10. Kesalahan sistematik merupakan kesalahan yang disebabkan oleh alat yang digunakan dan atau lingkungan di sekitar alat yang mempengaruhi kinerja alat. Misalnya, kesalahan kalibrasi, kesalahan titik nol, kesalahan komponen alat atau kerusakan alat, kesalahan paralaks, perubahan suhu, dan kelembapan.
  11. Kesalahan acak adalah kesalahaan yang terjadi karena adanya fluktuasi-fluktuasi halus pada saat melakukan pengukuran. Misalnya, karena adanya gerak brown molekul udara, fluktuasi tegangan listrik, landasan bergetar, bising, dan radiasi.
  12. Pengukuran tunggal merupakan pengukuran yang hanya dilakukan sekali saja.
  13. Ketidakpastian pada pengukuran tunggal diperoleh dari setengah skala terkecil alat yang digunakan.
  14. Pengukuran berulang adalah pengukuran yang dilakukan beberapa kali.
  15. Nilai yang digunakan sebagai pengganti nilai yang mendekati benar (x0) adalah nilai rata-rata dari data yang diperoleh (\bar{x}_0). Secara matematis dapat ditulis sebagai berikut : \bar{X}_0=\frac{X_1+X_2+X_3+...+X_n}{N}=\frac{\sum X_i}{N}
  16. Ketidakpastian (ΔX) pada pengukuran berulang diperoleh dari nilai simpangan baku nilai rata-rata sampel. Secara matematis dapat ditulis sebagai berikut \triangle X=\frac{1}{N}=\sqrt {\frac{N\sum X_{i}^{2}-(\sum X_{i})^{2}}{N-1}}
  17. Besaran vektor adalah besaran yang mempunyai nilai (besar) dan arah, antara lain, perpindahan, kecepatan, percepatan, momentum, dan gaya.
  18. Resultan vektor merupakan jumlah dari dua atau lebih vektor.
  19. Resultan vektor dapat diperoleh dengan beberapa metode, antara lain, metode segitiga, metode jajargenjang, poligon, dan analitis.
  20. Rumus mencari resultan vektor dan arahnya dengan metode analisis adalah sebagai berikut.R=\sqrt{F_{1}^{2}+F_{2}^{2}+2F_{1}F_{2}cos \alpha} dan \frac {R}{sin \alpha}=\frac{F_{1}}{sin(\alpha-\beta)}=\frac{F_{2}}{sin \beta}
  21. Vektor komponen adalah dua buah vektor atau lebih yang menyusun sebuah vektor.
  22. Rumus mencari resultan vektor dan arahnya yang vektor komponennya diketahui dengan cara berikut. F=\sqrt {F_{x}^{2}+ F_{y}^{2}} dan tan \theta=\frac{F_{y}}{F_{x}}

Bab II Gerak Lurus

  1. Kinematika adalah ilmu yang mempelajari tentang gerak tanpa memperhatikan penyebab timbulnya gerak.
  2. Jarak adalah panjang lintasan yang ditempuh oleh suatu benda dalam selang waktu tertentu dan merupakan besaran skalar.
  3. Perpindahan adalah perubahan kedudukan suatu benda  dalam selang waktu tertentu dan merupakan besaran vektor.
  4. Kelajuan adalah cepat lambatnya perubahan jarak terhadap waktu dan merupakan besaran skalar yang nilainya selalu positif, sehingga tidak memedulikan arah.
  5. Kelajuan diukur dengan menggunakan spidometer.
  6. Kecepatan adalah cepat lambatnya perubahan kedudukan suatu benda terhadap waktu dan merupakan besaran vektor, sehingga memiliki arah.
  7. Kecepatan diukur dengan menggunakan velicometer.
  8. Kecepatan rata-rata adalah hasil bagi antara perpindahan dengan selang waktunya. Secara matematis dapat di tulis \bar v=\frac{\triangle X}{\triangle t}=\frac{x_{2}-x_{1}}{t_2-t_1}
  9. Percepatan rata-rata adalah hasil bagi antara perubahan kecepatan dengan selang waktu yang digunakan selama perubahan kecepatan tersebut. Secara matematis dapat ditulis \bar a=\frac{\triangle v}{\triangle t}=\frac{v_{2}-v_{1}}{t_2-t_1}
  10. Gerak lurus beraturan (GLB) adalah gerak suatu benda dengan kecepatan tetap.
  11. Secara matematis GLB dapat dinyatakan v=\frac{\triangle x}{\triangle t}
  12. GLBB adalah gerak suatu benda pada lintasan garis lurus yang percepatannya tetap.
  13. Persamaan-persamaan pada GLBB adalah sebagai berikut.
    1. Untuk GLBB yang dipercepat
      • v_t=v_0+a.t
      • s=v_{0}t+\frac{1}{2}at^{2}
      • V_{t}^{2}=V_{0}^{2}+2as
    2. Untuk GLBB yang diperlambat
      • v_t=v_0-a.t
      • s=v_{0}t-\frac{1}{2}at^{2}
      • V_{t}^{2}=V_{0}^{2}-2as
  14. Gerak jatuh bebas adalah gerak yang dijatuhkan tanpa kecepatan awal.

Bab III Gerak Melingkar

  1. Benda yang bergerak melingkar mengalami perpindahan sudut, kecepatan sudut, dan percepatan sudut.
  2. Gerak melingkar beraturan adalah gerak suatu benda yang menempuh lintasan melingkar dengan besar kecepatan tetap.
  3. Kecepatan linear pada gerak melingkar dapat ditentukan dengan persamaan v = 2πrf.
  4. Kecepatan sudut merupakan besar sudut yang ditempuh  tiap satu satuan waktu atau ω = 2πf.
  5. Percepatan sentripetal adalah percepatan yang selalu tegak lurus ter-hadap kecepatan linear dan mengarah ke pusat lingkaran.
  6. Persamaan percepatan sentripetal adalah  as  = \frac{v^2}{r}
  7. Hubungan roda-roda ada tiga jenis, yaitu hubungan roda-roda sepusat, bersinggungan, dan memakai sabuk.

Bab IV Dinamika Partikel

  1. Dinamika adalah ilmu mekanika yang mempelajari tentang gerak dengan meninjau penyebab terjadinya gerak.
  2. Gaya adalah dorongan atau tarikan yang menyebabkan sebuah benda bergerak.
  3. Hukum I Newton menyatakan bahwa “Jika resultan gaya pada suatu benda sama dengan nol, maka benda yang diam akan tetap diam dan benda yang bergerak akan tetap bergerak dengan kecepatan tetap”.
  4. Hukum II Newton menyatakan bahwa “Percepatan yang dihasilkan oleh resultan gaya yang bekerja pada suatu benda berbanding lurus dengan resultan gaya, dan berbanding terbalik dengan massa benda”.
  5. Hukum III Newton menyatakan bahwa “Jika benda A mengerjakan gaya pada benda B, maka benda B akan mengerjakan gaya pada benda A, yang besarnya sama tetapi arahnya berlawanan”.
  6. Ada beberapa jenis gaya, antara lain, gaya berat, gaya normal, gaya gesekan, dan gaya sentripetal.
  7. Gaya berat (w) merupakan gaya gravitasi bumi yang bekerja pada suatu benda.
  8. Persamaan gaya berat adalah w = m × g.
  9. Gaya normal (N) adalah gaya yang bekerja pada bidang yang bersentuhan antara dua permukaan benda, yang arahnya selalu tegak lurus dengan bidang sentuh.
  10. Gaya gesek adalah gaya yang bekerja antara dua permukaan benda yang saling bersentuhan.
  11. Gaya gesek dapat dibedakan menjadi dua, yaitu gaya gesekan statis dan gaya gesekan kinetis. Gaya gesek statis (fs) adalah gaya gesek yang bekerja pada benda selama benda tersebut masih diam. Gaya gesek kinetis (fk) adalah gaya gesek yang bekerja pada saat benda dalam keadaan bergerak.
  12. Persamaan gaya gesek statis dan kinetis adalah fs,max = μsN dan fk = μkN
  13. Gaya sentripetal adalah gaya yang menimbulkan percepatan sentri-petal.
  14. Gaya sentripetal pada gerak melingkar berfungsi untuk merubah arah gerak benda.
  15. Persamaan gaya sentripetal adalah Fs = m\frac{v^2}{r} =mω2r
  16. Penerapan hukum-hukum Newton, antara lain, pada gerak benda pada bidang datar, gerak dua benda yang bersentuhan, gerak benda pada bidang miring, gerak melingkar beraturan, dan gerak melingkar vertikal.

Bab V Alat-Alat Optik

  1. Bagian-bagian mata adalah kornea, lensa mata, iris, pupil, aquaeus humour, otot mata (otot akomodasi), retina, bintik kuning, bintik buta, saraf mata, dan vitreous humour.
  2. Daya akomodasi mata adalah kemampuan lensa mata untuk menebal atau memipih sesuai dengan jarak benda yang dilihat.
  3. Titik dekat mata (punctum proximum) adalah titik terdekat yang masih dapat dilihat dengan jelas oleh mata.
  4. Titik jauh mata (punctum remotum) adalah titik terjauh yang masih dapat dilihat dengan jelas oleh mata.
  5. Mata  normal  mempunyai  titik  dekat  25  cm  dan  titik  jauhnya tak terhingga (~).
  6. Bayangan benda yang dibentuk oleh lensa berada di retina dengan sifat-sifat nyata, terbalik, dan diperkecil.
  7. Jenis-jenis cacat mata, antara lain, miopi (rabun jauh), hipermetropi (rabun dekat), presbiopi (mata tua), dan astigmatisma.
  8. Lup (kaca pembesar) adalah sebuah lensa positif yang digunakan untuk melihat benda-benda yang kecil agar tampak lebih besar.
  9. Untuk membentuk bayangan yang maya, tegak, dan diperbesar, benda diletakkan di ruang I lup.
  10. Perbesaran bayangan pada lup untuk mata berakomodasi maksimum dan mata tak berakomodasi adalah sebagai berikut. M= \frac{25}{f}+1 dan M= \frac{25}{f}
  11. Kamera adalah alat yang digunakan untuk menghasilkan gambar fotografi.
  12. Bagian-bagian kamera, antara lain, lensa cembung, diafragma, apertur, shutter, dan film.
  13. Gambar negatif adalah gambar yang warnanya tidak sama dengan aslinya dan tembus cahaya.
  14. Gambar diapositif adalah gambar yang warnanya sama dengan aslinya dan tembus cahaya.
  15. Gambar positif adalah gambar yang warnanya sama dengan aslinya dan tidak tembus cahaya.
  16. Mikroskop adalah alat optik yang digunakan untuk mengamati benda-benda kecil.
  17. Mikroskop terdiri atas dua lensa cembung yang masing-masing sebagai lensa objektif dan okuler.
  18. Sifat-sifat bayangan yang dibentuk mikroskop adalah maya, terbalik, dan diperbesar.
  19. Teleskop (teropong) adalah alat optik yang digunakan untuk melihat benda-benda yang jauh agar tampak lebih dekat dan jelas.
  20. Perbesaran bayangan pada teropong dengan mata berakomodasi maksimum dan mata tak berakomodasi adalah sebagai berikut.M= \frac{f_{obj}}{s_{ok}} dan M= \frac{f_{obj}}{f_{ok}}
  21. Periskop adalah teropong pada kapal selam untuk mengamati benda-benda di permukaan laut.
  22. Proyektor slide digunakan untuk membentuk bayangan nyata yang diperbesar pada layar di dalam ruangan yang cukup gelap dari gambar-gambar diapositif.

Bab VI Kalor dan Suhu

  1. Suhu merupakan derajat panas atau dinginnya suatu benda.
  2. Untuk mengukur suhu suatu benda digunakan termometer.
  3. Berdasarkan penetapan skala termometer dibedakan menjadi empat jenis, yaitu termometer Celsius, Reamur, Fahrenheit, dan Kelvin.
  4. Pada umumnya zat padat, cair, dan gas memuai bila dipanasakan.
  5. Contoh penerapan pemuaian dalam kehidupan sehari-hari, antara lain, bimetal, pengelingan, pemasangan ban baja pada roda kereta api, dan pemasangan kaca pada jendela.
  6. Kalor adalah salah satu bentuk energi panas yang dapat berpindah dari benda yang bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah.
  7. Perpindahan kalor ada tiga cara, yaitu konduksi, konveksi, dan radiasi.
  8. Kalor jenis adalah banyaknya kalor yang diperlukan 1 kg zat untuk menaikkan suhu 1° C.
  9. Selain menaikkan suhu, kalor juga dapat untuk mengubah wujud zat.
  10. Warna hitam adalah penyerap dan pemancar kalor radiasi yang baik.

Bab VII Listrik Dinamis

  1. Aliran arus listrik ditimbulkan oleh aliran elektron.
  2. Arah aliran arus listrik berlawanan dengan arah aliran elektron.
  3. Aliran arus listrik dapat terjadi jika ada beda potensial.
  4. Arus listrik mengalir dari potensial tinggi ke potensial rendah, dan elektron mengalir dari potensial rendah ke potensial tinggi.
  5. Kuat arus listrik adalah banyaknya muatan yang melalui penampang suatu penghantar setiap satuan waktu.
  6. Untuk mengukur kuat arus listrik digunakan amperemeter yang disusun secara seri dengan komponen-komponen listrik.
  7. Sumber tegangan listrik adalah segala sesuatu yang dapat menyebabkan terjadinya arus listrik.
  8. Sumber tegangan dibedakan menjadi dua, yaitu sumber tegangan primer dan sumber tegangan sekunder.
  9. Untuk mengukur beda potensial, digunakan voltmeter yang dirangkai secara paralel dengan komponen yang akan diukur.
  10. Persamaan hukum Ohm adalah V = I × R.
  11. Persamaan hambatan kawat penghantar adalah R = ρ \frac {l}{A}
  12. Alat untuk mengukur hambatan secara langsung adalah ohmmeter.
  13. Pada tegangan tinggi, isolator dapat berfungsi sebagai konduktor.
  14. Pada rangkaian listrik tak bercabang, kuat arus pada setiap titik adalah sama.
  15. Hukum I Kirchoff adalah jumlah kuat arus yang masuk pada setiap titik cabang sama dengan jumlah kuat arus yang keluar dari titik tersebut (Imasuk  = Ikeluar ).
  16. Hukum II Kirchhoff menyatakan bahwa jumlah perubahan potensial yang mengelilingi lintasan tertutup pada suatu rangkaian harus sama dengan nol.
  17. Pada rangkaian hambatan seri, hambatan penggantinya makin besar, sedangkan pada  rangkaian hambatan paralel, hambatan penggantinya makin kecil.
  18. Persamaan hambatan seri, Rs = R1 + R2 + … + Rn
    Hambatan paralel, \frac {l}{R_p}=\frac {l}{R_1}+\frac {l}{R_2}+...+\frac {l}{R_n}
  19. Persamaan daya listrik adalah P = \frac {W}{t} atau P = V x I atau P = \frac {V^2}{R} atau P = I2 x R
  20. Tarif  listrik ditentukan oleh banyaknya energi listrik yang digunakan, yang dapat dibaca pada kWh meter pada setiap rumah.

Bab VIII Gelombang Elektromagnetik

  1. Hipotesis Maxwell adalah  perubahan medan magnet pada dinamo dapat menimbulkan medan listrik dan sebaliknya perubahan medan listrik dapat menimbulkan medan magnet.
  2. Cepat rambat gelombang elektromagnetik sama dengan cepat rambat cahaya di ruang hampa yang besarnya 3 × 10 m/s.
  3. Kelebihan gelombang elektromagnetik adalah dapat merambat di ruang hampa, merupakan gelombang trasversal, mengalami pemantulan (refleksi), mengalami pembiasan (refraksi), mengalami interferensi, mengalami lenturan (difraksi),  dan arah rambatannya tidak ditentukan oleh medan listrik maupun medan magnet.
  4. Hubungan kecepatan perambatan gelombang, frekuensi, dan panjang gelombang adalah c = f.λ
  5. Urutan spektrum gelombang elektromagnetik dari yang berfrekruensi terkecil sampai yang terbesar adalah gelombang radio, gelombang televisi, gelombang radar/mikro, sinar infra merah, cahaya tampak, sinar ultraviolet, sinar-X, dan sinar gamma.

Semoga dengan disusunnya rangkuman materi pelajaran Fisika kelas 10 SMA yang lengkap seperti diatas dapat mempermudah kita mempelajario Fisika di kela s10 SMA.

Pustaka Materi adalah website dengan informasi pendidikan untuk siswa dan guru dalam bentuk materi pelajaran, Buku Sekolah Elektronik (BSE) yang dapat didownload gratis, soal latihan, soal ujian dan peraturan tentang pendidikan.

Anda dapat menghubungi atau berpartisipasi dengan kami
Pustaka Materi