Rangkuman Materi Pelajaran Fisika Kelas 11 SMA

Thursday, September 29th, 2016 - Fisika, Kelas 11 SMA

Rangkuman materi pelajaran Fisika kelas 11 SMA pada halaman ini disusun berdasarkan buku pelajaran Fisika untuk kelas 11 SMA yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Berikut rangkuman materi pelajaran Fisika kelas 11 SMA secara lengkap.Rangkuman Materi Pelajaran Fisika Kelas 11 SMA Lengkap,ringkasan materi fisika kelas xi semester 1 kurikulum 2013,rangkuman fisika kelas xi semester 1 kurikulum 2013,ringkasan materi fisika kelas xi semester 1 bab 1,ringkasan materi fisika kelas xi ipa semester 1,rangkuman materi fisika kelas xi ipa semester 2,ringkasan materi fisika kelas xi kurikulum 2013,rangkuman materi fisika kelas xi kurikulum 2013,ringkasan materi fisika kelas 11 semester 2,ringkasan materi fisika kelas 11 semester 1,ringkasan rumus fisika kelas 11 semester 2,ringkasan rumus fisika kelas xi semester 1,rangkuman fisika kelas xi ipa semester 1,rangkuman fisika kelas xi semester genap,rangkuman fisika kelas xi ipa semester 2,rangkuman fisika kelas 11 kurikulum 2013,ringkasan fisika sma kelas xi semester 1,ringkasan materi fisika kelas x xi xii,rangkuman materi fisika kelas 10 11 12,ringkasan rumus fisika kelas x xi xii,ringkasan fisika kelas 11 semester 1,rangkuman fisika kelas 11 semester 1,rangkuman materi fisika kelas xi ipa,ringkasan materi fisika kelas xi ipa,ringkasan materi fisika sma kelas 11,ringkasan fisika kelas xi semester 1,rangkuman fisika kelas xi semester 2,rangkuman fisika kelas 11 semester 2,rangkuman rumus fisika kelas xi ipa,ringkasan rumus fisika sma kelas 11,rangkuman rumus fisika kelas 11 sma,ringkasan materi fisika kelas 11,ringkasan materi fisika kelas xi,ringkasan rumus fisika kelas 11,rangkuman fisika kelas xi bab 1,rangkuman fisika kelas xi bab 2,rangkuman fisika kelas 11 bab 1,ringkasan rumus fisika kelas xi,rangkuman fisika kelas x xi xii,rangkuman fisika kelas 10 11 12

Rangkuman Materi Pelajaran Fisika Kelas 11 SMA

Bab I Kinematika

  1. Kelajuan rata-rata
    Kelajuan rata-rata adalah jarak total dibagi waktu total.Kelajuan rata-rataKelajuan rata-rata merupakan besaran skalar, satuannya meter/detik.
  2. Kecepatan rata-rata
    Kecepatan rata-rata adalah perpindahan dibagi selang waktu.Kecepatan rata-rataKecepatan rata-rata merupakan besaran vektor, perpindahan adalah perubahan posisi.
  3. Kecepatan sesaat
    Kecepatan sesaat adalah limit kecepatan rata-rata jika selang waktu mendekati nol. Kecepatan sesaat merupakan turunan posisi terhadap waktu.Kecepatan sesaatKecepatan sesaat adalah kecepatan setiap waktu. Kecepatan sesaat secara grafis merupakan gradien garis singgung kurva posisi sebagai fungsi waktu. Besarnya kecepatan sesaat disebut kelajuan.
  4. Percepatan rata-rata
    Percepatan rata-rata adalah perubahan kecepatan dibagi selang waktuPercepatan rata-rata
  5. Percepatan sesaat
    Percepatan sesaat adalah limit kecepatan rata-rata jika selang waktu mendekati nol, merupakan turunan kecepatan terhadap waktu atau turunan kedua posisi terhadap waktu. Satuan percepatan meter/detikPercepatan sesaat
  6. Gerak dengan percepatan konstan Pada gerak dengan percepatan konstan berlaku:Gerak dengan percepatan konstan
  7. Gerak jatuh bebas
    Salah satu contoh gerak dengan percepatan konstan adalah gerak jatuh bebas. Benda yang dilepas dari ketinggian h akan mendapat percepatan dari gravitasi bumi yang besarnya dapat dianggap konstan menuju bumi. Kecepatan awal benda adalah nol.
  8. Gerak parabola
    Gerak parabola memiliki komponen kecepatan pada sumbu x dan pada sumbu y, benda yang ditembakkan dengan sudut   memiliki percepatan, kecepatan dan posisi arah sumbu x :Gerak parabola
  9. Gerak melingkar dengan kelajuan konstan
    Partikel yang bergerak dengan jari-jari konstan dan kelajuan konstan memiliki percepatan sentripetal sebesar Gerak melingkar dengan kelajuan konstanKelajuan partikel tetap, akan tetapi arah gerak partikel berubah searah dengan lintasan partikel.
    Partikel memiliki percepatan ke arah radial dan ke arah tangensial.
  10. Gerak melingkar dengan jari-jari konstan
    Pada gerak melingkar dengan jarijari konstan R memiliki kecepatan sudut Gerak melingkar dengan jari-jari konstanKaitan antara kecepatan sudut dan kecepatan linearnya (kecepatan tangensialnya)  v = ωR
    Arah kecepatan linear searah dengan arah lintasan partikelArah kecepatan linear searah dengan arah lintasan partikel
    Partikel memiliki percepatan linear atau percepatan tangensial yang arahnya sejajar lintasan partikel at.Partikel memiliki percepatan linear
    Pada gerak melingkar  dengan kecepatan konstan  berlaku:gerak melingkar dengan kecepatan konstan

Bab II Gravitasi

  1. Hukum Kepler
    Hukum Kepler ada tiga yang merupakan hukum secara empiris.

      1. Semua planet bergerak dalam orbit elips dengan matahari di salah satu fokusnya.
      2. Garis yang menghubungkan tiap planet ke matahari menyapu luasan yang sama dengan waktu yang sama pula.
      3. Kuadrat periode tiap planet sebanding dengan pangkat tiga jarak rata-rata planet dari matahari.

    Konsekuensi dari hukum Kepler kedua: kecepatan planet yang mengelilingi matahari lebih besar pada titik terdekatnya, dan kecepatan planet lebih kecil pada titik terjauhnya. Hukum Kepler ketiga dapat dirumuskan sebagai : T2 = Cr3

  2. Gaya gravitasi
    Hukum Gravitasi Newton menyatakan dua buah benda bermassa m1 dan m2 yang dipisahkan oleh jarak sejauh r akan saling tarik menarik dengan gaya yang sebanding dengan massa kedua benda dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak kedua massa: Gaya gravitasiGaya tarik-menarik berada pada garis lurus  kedua benda. G adalah konstanta gravitasi universal. Tanda (-) menunjukkan gaya tarikmenarik.
  3. Medan gravitasi
    Benda bermassa M akan menyebabkan benda bermassa lain di sekitarnya yang berjarak r  mengalami medan gravitasi atau percepatan gravitasi sebesar g(r) = \frac{Gm}{r^2}
    Medan gravitasi adalah gaya persatuan massa. Arah medan gravitasi menuju massa M.
    Massa M menyebabkan benda bermassa yang lain mengalami percepatan gravitasi sebesar medan gravitasi yang ditimbulkan oleh massa M.
    Medan gravitasi didekat permukaan bumi dapat dianggap konstan.
  4. Hukum Kepler berdasarkan hukum gravitasi Newton
      1. Hukum Kepler yang pertama dapat dijelaskan berdasarkan hukum gravitasi Newton yang menyatakan setiap benda yang dipengaruhi oleh gaya sentral akan memiliki lintasan berupa elips, lingkaran, parabola atau hiperbola.
      2. Hukum Kepler yang kedua dapat dijelaskan berdasarkan  gaya yang bekerja pada planet dan matahari bekerja sepanjang garis lurus  yang menghubungkan planet dan matahari sehingga momentum sudut yang diakibatkn oleh gaya tersebut kekal.
      3. Hukum ketiga Kepler dapat dijelaskan berdasarkan kenyataan gaya antara planet dengan matahari sebanding dengan massa planet dan matahari dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak matahari dan planet.

    Planet yang mengelilingi matahari bermassa M memiliki kaitan antarperiode dan jarak rata-ratanya sebagaiPlanet yang mengelilingi matahari bermassa MPlanet mengelilingi matahari karena adanya gaya sentripetal yang berupa gaya gravitasi antara matahari dan planet tersebut.

Bab III Elastisitas

  1. Tegangan tarik
    Suatu benda yang ditarik atau ditekan  akan mengalami perubahan panjang.  Tegangan tarik adalah perbandingan antara gaya digunakan untuk menarik terhadap luas penampang. Tegangan = \frac {F}{A}Bila gaya yang bekerja berupa gaya tekan maka tegangan  yang terjadi disebut tegangan tekan.
    Regangan adalah perbandingan antara perubahan panjang benda dengan panjang mula-mula Regangan = \frac {\De L}{L}Tegangan pada saat benda patah disebut tegangan patah.
    Perbandingan tegangan terhadap regangan pada daerah grafik yang linear adalah konstan, besarnya konstanta dinamakan modulus Young diberi simbol Y. Y = \frac {tegangan}{regangan}=\frac{F/A}{\De L/L}
  2. Tegangan geser
    Bila gaya yang diberikan searah dengan arah luasan maka gaya tersebut disebut geser.
    Perbandingan gaya geser terhadap luas A dinamakan tegangan geser.Tegangan Geser = \frac {F_s}{A}Regangan Geser = \frac {\De x}{L}=tan \thetaPerbandingan antara tegangan geser terhadap regangan geser dinamakan modulus geser.modulus geser
  3. Hukum Hooke
    Sebuah pegas akan mengerahkan gaya yang berlawanan arah dengan perubahan yang berikan pada pegas. F_x=-k \De x =-k(x-x_0)k adalah konstanta pegas, yang memiliki satuan N/m.
    Dua buah pegas yang masingmasing memiliki kostanta pegas k, disusun secara seri sama dengan sebuah pegas dengan kostanta pegas sebesar k/2.
    Dua buah pegas yang masing–masing memiliki konstanta pegas k,disusun paralel sama dengan sebuah pegas dengan konstanta pegas sebesar 2k.
  4. Osilasi
    Osilasi adalah gerak bolak-balik dari suatu titik sampai kembali ke titik tersebut berulang-ulang.
    Amplitudo adalah simpangan maksimum osilasi.
    Frekuensi adalah banyaknya osilasi yang terjadi tiap satuan waktu, satuan frekuensi getaran/det atau Hertz.
    Periode adalah waktu yang diperlukan oleh satu kali osilasi. Satuan periode adalah detik.
    Fungsi posisi sebagai fungsi waktu berbentuk fungsi sinusoidal
    x = A cos (ω + δ) atau
    x = A sin (ωt + δ)
    Kaitan antara frekuensi dan periode adalah f =\frac {1}{T}Osilasi yang terjadi pada sebuah pegas yang memiliki kosntanta pegas k dan dihubungkan dengan massa m memiliki kecepatan sudut sebesar\omega = \sqrt {\frac {k}{m}}\omega = 2 \pi fKecepatan maksimum massa akan dicapai pada titik kesetimbangan. Pada simpangan maksimumnya kecepatannya nol. Percepatan massa selalu mengarah pada titik kesetimbangan. Percepatan maksimum terjadi pada simpangan maksimum.
    Osilasi yang terjadi pada sebuah bandul bermassa m yang digantungkan pada tali yang panjangnya l memiliki frekuensi sudut sebesar \omega = \sqrt {\frac {g}{l}}Dengan g adalah percepatan gravitasi di tempat itu.

Bab IV Usaha dan Energi

  1. Usaha atau kerja
    Usaha atau kerja didefinisikan sebagai W = F . S
    besar  usaha adalah W = Fs cos θ
    Usaha akan ada jika ada pergeseran s, ada gaya dan sudut  antara gaya dan pergeseran tidak tegak lurus.
  2. Energi
    Energi adalah kemampuan melakukan usaha. Energi kinetik  adalah energi karena karena gerakannya K =\frac{1}{2}mv2
    Teorema usaha energi menyatakan:
    Usaha total yang dilakukan pada sebuah partikel sama dengan perubahan energi kinetik partikel.
    Besarnya perubahan energi kinetik sama dengan usaha ΔK = W
    Tenaga potensial untuk sistem pegas-massa adalah U = \frac{1}{2}kx2
    dengan U  bernilai nol di x =0
    Energi potensial untuk sistem benda-gravitasi di permukaan bumi U= mgh
    dengan U bernilai 0 di permukaan bumi
    Energi potensial untuk sistem matahari-planet U(r)=-\frac{GMm}{r}dengan U bernilai 0 di tak terhingga.
    Energi mekanik adalah jumlah antara energi kinetik dan energi potensial E = K + U
  3. Usaha dan energi pada sistem konservatif
    Perubahan energi potensial suatu sistem  merupakan negatif usaha yang dilakukan sistem konservatif.
    ΔU=-W
    W adalah usaha yang dilakukan sistem.
    Dalam suatu sistem yang konservatif besarnya perubahan energi potensial sama dengan perubahan energi kinetik tetapi tandanya berlawanan.
    ΔU = ΔK
    artinya jika energi potensial membesar maka energi kinetiknya mengecil dan sebaliknya.
    Energi mekanik adalah jumlah antara energi kinetik dan energi potensial.
  4. Hukum kekekalan energi mekanik dalam sistem yang konservatif energi mekanik sistem adalah konstan E = K + U = konstan

Bab V Momentum Linear dan Impuls

  1. Impuls
    Impuls adalah total gaya yang bekerja selama t detik.ImpulsImpuls merupakan besaran vektor, memiliki satuan Kgm/detik. Bila dt sangat kecil mendekati nol makaImpuls merupakan besaran vektorBila dinyatakan dengan gaya rataratanya Bila dinyatakan dengan gaya rataratanyaImpuls menyebabkan terjadinya perubahan momentumImpuls menyebabkan terjadinya perubahan momentum
  2. Momentum
    adalah hasil kali antara massa dan kecepatanMomentumHukum Newton kedua bila dinyatakan dalam momentumHukum Newton kedua bila dinyatakan dalam momentum
  3. Hukum kekekalan momentum
    Hukum kekekalan momentum berlaku pada sistem bila gaya neto = 0.
    Bila Ftotal = 0 berlakuHukum kekekalan momentum
  4. Tumbukan
    Pada tumbukan Ftotal  dapat dianggap = 0 sehingga berlaku hukum kekekalan momentum. Ada tiga jenis tumbukan.
  5. Tumbukan lenting sempurna
    Pada tumbukan lenting sempurna berlaku hukum kekekalam momentum dan kekekalan energi mekanikTumbukan lenting sempurna
  6. Tumbukan tidak lenting sempurna
    Pada tumbukan tidak lenting sempurna berlaku hukum kekekalan momentum tetapi hukum kekekalan tenaga mekanik tidak berlaku.tumbukan tidak lenting sempurnaenergi kinetik awalnya adalah:
    K = \frac{1}{2} mv12 + \frac{1}{2} mv22
    energi kinetik akhirnya adalah:
    K = \frac{1}{2} (m1 + m2) v’2
    Tumbukan antara tumbukan lenting sempurna dan tumbukan tidak lenting sempurna.
    Dalam tumbukan ini berlaku hukum kekekalan momentum, tetapi hukum kekekalan energi mekanik tidak berlaku. Kecepatan relatif sebelum tumbukan tidak sama dengan kecepatan relatif setelah tumbukan. Koefisien restitusi pada tumbukan didefinisikan sebagai e=\frac{(v_2'-v_1')}{v_2 - v_1}Pada tumbukan lenting sempurna koefisien restitusi bernilai satu, pada tumbukan tidak lenting sempurna e = 0.

Bab VI Dinamika Rotasi

  1. Torsi
    Sebuah partikel yang dikenai gaya akan mengalami gerak translasi tanpa rotasi.
    Suatu benda tegar dikenai gaya dapat bergerak translasi ataupun rotasi atau keduanya.
    Benda tegar adalah benda yang jarak antartitik-titik pada benda tidak berubah.
    Torsi didefinisikan sebagai hasil kali gaya dengan lengan torsi.TorsiBesar torsi:
    τ = rF sin θ
    dengan θ  = sudut apit antara r dan F. Lengan torsi sebuah gaya didefinisikan sebagai panjang garis yang ditarik di titik sumbu rotasi sampai memotong tegak lurus garis kerja gaya. Benda yang mendapat torsi akan berotasi.
  2. Pusat massa dan pusat gaya
    Posisi pusat massa suatu sistem partikel didefinisikan sebagai: Posisi pusat massaPusat massa sistem bergerak seperti sebuah partikel yang memiliki massa  sama dengan massa sistem partikel.Pusat massa sistem bergerakPosisi pusat massa sama dengan posisi pusat gaya bila percepatan gravitasi  pada seluruh titik benda tegar sama.
  3. Momen inersia dan tenaga kinetik rotasi
    Tenaga kinetik partikel  yang bermassa m yang berotasi dengan kelajuan sudut ω adalah: K=\frac{1}{2}I \omega ^2Momen inersia sebuah partikel bermassa m yang berjarak r dari sumbu rotasi : I = mr2
    Tenaga kinetik benda tegar yang berotasi adalah :K=\frac{1}{2}I \omega ^2dengan I adalah  momen inersia sistem benda:I=\sum {m_i r_i^2}Momen inersia analog dengan massa dalam gerak translasi.
  4. Hukum kedua Newton untuk rotasi
    Hukum kedua Newton untuk rotasi benda tegar melalui sumbu tetap adalah : τ = Iα
  5. Momentum sudut
    Momentum sudut didefinisikan sebagai hasil perkalian silang antara vektor r dan momentum linearnya.Momentum sudutBesar momentum sudut sistem partikel dengan kelajuan  w adalah:
    L = rmv = rm (rω) = Iω
    Hukum Newton dalam bentuk momentum untuk gerak rotasi adalah:Hukum Newton dalam bentuk momentum
  6. Hukum kekekalan momentum
    Jika torsi total yang bekerja pada sistem partikel adalah nol maka momentum sudut partikel kekal
  7. Pada gerak gabungan antara gerak rotasi dan translasi. Tenaga kinetik sistem partikel yang berotasi sekaligus bertranslasi adalah:
    K=\frac{1}{2}Mv^2 + \frac{1}{2}I \omega ^2

Bab VII Mekanika Fluida

  1. Kerapatan
    Kerapatan atau massa jenis adalah perbandingan antara massa terhadap volumenya.\rho = \frac{massa}{volume}
    satuan kerapatan adalah kg/m3.
    Kerapatan berat adalah berat persatuan volume atau dapat dituliskan sebagai:\rho _s = \frac{mg}{V}Massa jenis relatif adalah perbandingan antara massa jenis benda dengan masa jenis air dengan volume yang sama.\rho _{relatif} = \frac{\rho _{benda}}{\rho _{air}}
  2. Tekanan fluida
    Adalah gaya persatuan luas: P = \frac{F}{A}
    satuan tekanan dalam Sistem Internasional adalah Newton persegi (N/m2) yang dinamakan Pascal (Pa). 1 Pa = 1 N/m2.
  3. Modulus Bulk
    Adalah perbandingan antara tekanan dengan perubahan volume persatuan volume mula-mula: B = - \frac{P}{\De V/V}
  4. Tekanan Hidrostatika
    Tekanan hidrostatika di dalam fluida yang memiliki kerapatan ρ  pada kedalaman h adalah:
    P = Po + ρgh2
    Hukum Pokok Hidrostatika : Titik-titik pada kedalaman yang sama memiliki tekanan yang sama.
    Tekanan gauge merupakan tekanan yang ditunjukkan pada oleh alat ukur.
  5. Hukum Pascal
    Hukum Pascal : Tekanan yang diberikan pada suatu cairan yang tertutup diteruskan ke setiap titik dalam fluida dan ke dinding bejana.
  6. Bunyi hukum Archimedes
    Sebuah benda yang tenggelam seluruhnya atau pun sebagian dalam suatu fluida benda itu akan mendapat gaya ke atas sebesar berat fluida yang dipindahkan.
    Benda yang mengapung:
    Fapung  = Fberat
    ρcairan > ρbenda atau ρbenda > ρfluida
    Benda yang melayang:
    Fapung  = Fberat
    ρbenda = ρfluida
    benda tenggelam:
    Fapung  > Fberat
    ρbenda > ρfluida
  7. Tegangan permukaan: F = gd
  8. Fluida bergerak
    Fluida bergerak memenuhi persamaan bernoulli : C_v = \frac{Q_v}{\De T}

Bab VIII Teori Kinetik Gas

  1. Massa molar dan jumlah zat
    Massa 1 mol zat disebut sebagai massa molar diberi simbol M.
    Satu mol zat berisi NA buah partikel atau molekul NA  = 6,022 x 1023 molekul/mol
  2. Persamaan Umum Gas Ideal
    Persamaan umum untuk gas ideal adalah:
    PV = NkT atau  PV = nRT
    Konstanta k adalah konstanta Boltzman. k = 1,381 x 10-23  J/K,
    R = 8,314 J/mol.
    K = 0,08206 L.atm/mol.K
  3. Tekanan Gas Ideal berdasarkan teori Gas Ideal
    Tekanan yang timbul dalam gas berasal dari tumbukan antara molekul-molekul gas dengan dinding tempatnya.Tekanan yang timbul dalam gasKelajuan akar rata-rata (root mean square =rms) molekul adalah:Kelajuan akar rata-rata
  4. Teorema ekipartisi menyatakan
    Tiap derajat bebasan  memiliki Energi rata-rata sebesar \frac {1}{2}kT  untuk tiap molekul atau \frac {1}{2}RT tiap mole gas, bila zat berada dalam kesetimbangan

Bab IX Termodinamika

  1. Usaha yang dilakukan gas
    Usaha yang dilakukan gas adalah
    Usaha yang dilakukan gas tergantung pada proses yang terjadi.
    Proses isobarik adalah proses dengan tekanan tetap.
    Kerja yang dilakukan gas W = ∫PΔV = luasan dibawah kurva P dengan V
    Proses isotermik adalah proses dengan suhu tetap. Kerja yang dilakukan gas adalah W=nRTln\frac {V_2}{V_1}
    Proses isokorik adalah proses dengan volume tetap.
    Usaha yang dikerjakan adalah nol karena volumenya konstan. Semua kalor yang masuk menjadi tenaga internal.
    Proses adiabatik adalah proses perubahan keadaan gas  tanpa disertai kalor yang masuk ataupun kalor yang  keluar. Pada proses adiabatik berlaku PVγ = konstan atau T1V1(γ-1) =T2V2(γ-1)
  2. Hukum termodinamika pertama
    Hukum termodinamika pertama menyatakan:
    Panas yang ditambahkan pada suatu sistem sama dengan perubahan energi internal (energi dalam) sistem ditambah usaha yang dilakukan oleh sistem.
    Q = ΔU + W
  3. Kapasitas kalor gas
    Kapasitas panas pada tekanan tetap Cp didefinisikan sebagai kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhunya pada tekanan tetap.
    Cp = \frac {Q_p}{\De T}
    Kapasitas panas pada volume tetap Cv  didefinisikan sebagai kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhunya pada volume tetap.
    Cp-Cv = nR
    Kalor jenis c didefinisikan sebagai kalor yang diperlukan 1 kg zat untuk menaikan suhunya 1 K.
    Kaitan antar kalor jenis dengan kapasitas panas adalah:c=\frac {Q}{m\De T}=\frac{C}{m}
  4. Hukum termodinamika kedua
    Mesin kalor adalah suatu alat yang mengubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik.
    Mesin dingin  adalah mesin kalor yang kerjanya berlawanan dengan mesin kalor.
    Hukum termodinamika kedua untuk mesin panas menyatakan Mesin panas yang bekerja secara siklis tidak mungkin tidak menghasilkan efek lain selain menyerap panas dari tandon dan melakukan sejumlah usaha yang ekivalen.
    Efisiensi mesin panas: \eta=\frac{W}{Q_p}=1-\frac{Q_d}{Q_p}
    Hukum termodinamika kedua untuk mesin dingin menyatakan Sebuah refrigerator tidak mungkin bekerja secara siklis tanpa menghasilkan efek lain di luar serapan panas dari benda dingin ke benda panas.
    Koefisien performasi mesin dingin:C_p=\frac{Q_d}{W}
  5. Siklus Carnot
    Siklus Carnot meliputi siklus dari keadaan PV tertentu kemudian mengalami perubahan keadaan dengan proses pemuaian isotermik reversibel diikuti proses adiabatik dan proses pemampatan isotermik reversibel dan kembali ke keadaan semula dengan proses adiabatik.
    Efesiensi mesin Carnot:\eta=1-\frac{Q_d}{Q_p}=1-\frac{T_d}{T_p}
    Tidak ada mesin panas yang lebih efesien dari mesin Carnot tanpa melanggar hukum termodinamika kedua.

Kami harap dengan disusunnya rangkuman materi pelajaran Fisika kelas 11 SMA seperti diatas akan memudahkan kita mempelajari materi Fisika di kelas 11 SMA.

Pustaka Materi adalah website dengan informasi pendidikan untuk siswa dan guru dalam bentuk materi pelajaran, Buku Sekolah Elektronik (BSE) yang dapat didownload gratis, soal latihan, soal ujian dan peraturan tentang pendidikan.

Anda dapat menghubungi atau berpartisipasi dengan kami
Pustaka Materi