Rangkuman Materi Pelajaran Fisika Kelas 12 SMA

Wednesday, September 28th, 2016 - Ekonomi, Kelas 12 SMA

Rangkuman materi pelajaran Fisika kelas 12 SMA pada halaman ini disusun berdasarkan buku paket pelajaran Fisika untuk kelas 12 SMA yang diterbitkan oleh Kemneterian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Berikut rangkuman materi pelajaran Fisika kelas 12 SMA secara lengkap.Rangkuman Materi Pelajaran Fisika Kelas 12 SMA,ringkasan fisika kelas 12 semester 1,ringkasan fisika kelas 12,rangkuman fisika kelas 12,rangkuman fisika kelas 12 semester 1,ringkasan rumus fisika kelas 12,rangkuman materi fisika kelas 12 sma,rangkuman fisika gelombang kelas 12,rangkuman materi fisika kelas 12 ipa,rangkuman rumus fisika kelas 12 ipa,ringkasan fisika sma kelas xii,ringkasan materi fisika kelas xii bab 1,rangkuman fisika kelas 12 bab 1,rangkuman fisika kelas xii bab 1,ringkasan materi fisika kelas xii ipa,rangkuman rumus fisika kelas xii ipa semester 1,rangkuman materi fisika kelas xii ipa,rangkuman fisika kelas xii ipa,ringkasan materi fisika kelas 12 semester 1,ringkasan materi fisika kelas 12,ringkasan materi fisika kelas 12 semester 2,ringkasan materi fisika kelas xii,ringkasan materi fisika kelas xii semester 1,ringkasan materi fisika kelas xii semester 2,ringkasan materi fisika kelas xii tentang gelombang,rangkuman fisika kelas 12 semester 2,rangkuman fisika kelas 12 sma,rangkuman materi fisika kelas 12 semester 2,ringkasan rumus fisika kelas xii semester 1,rangkuman fisika kelas xii semester 1,rangkuman fisika kelas 10 11 12,rangkuman fisika kelas xii semester 2

Rangkuman Materi Pelajaran Fisika Kelas 12 SMA

Bab I Gejala Gelombang

  1. Gelombang adalah rambat energi getaran.
    Besar-besarannya:

    1. periode T
    2. frekuensi f
      T = \frac{1}{f}
    3. cepat rambat v
    4. panjang gelombang λ
      v = λ . f
  2. Gelombang berjalan:
    1. simpangan
      y = A sin (ωt – kx)
      y = A sin 2π (\frac{t}{T}\frac{x}{\lambda})
    2. fase
      ϕ = (\frac{t}{T}\frac{x}{\lambda})
  3. Hukum Melde
    Cepat rambat gelombang transversal pada dawai memenuhi:
    v = \sqrt{\frac{F}{\mu}}
  4. Sifat-sifat gelombang
    Secara gelombang dapat mengalami : pemantulan, pembiasan, interferensi dan difraksi

Bab II Bunyi

  1. Pola gelombang pada dawai dan pipa organa memenuhi sifat-sifat berikut.
    1. nada-nadanya pada dawai dan pipa organa terbuka semua.
      nada,       n = 0, 1, 2, ….
      panjang ,l = \frac{1}{2}λ, λ, \frac{3}{2}λ, ….
    2. nada-nada pada pipa organa tertutup
      nada,       n = 0, 1, 2, ….
      panjang ,l =\frac{1}{4}λ, \frac{3}{4}λ, \frac{5}{4}λ, ….
    3. frekuensi nadanya memenuhi :
      f=\frac{v}{\lambda}
      untuk dawai v dapat ditentukan dari hukum Melde.
      v=\sqrt{\frac{F}{\mu}}
  2. Intensitas bunyi adalah besarnya energi yang dipancarkan tiap satu satuan waktu tiap satu satuan luas.
    I  = \frac{P}{A}
    A =  4πR2 (luasan bila gelombang sferis)
  3. Taraf intensitas bunyi memenuhi definisi berikut.
    TI = 10 log  \frac{I}{I_0}
    I0 = intensitas ambang (10-12 watt/m2)

    1. untuk kelipatan jarak (n buah)
      TIn = TI1 + 10 log h
    2. untuk kelipatan jarak
      TI2 = TI1 − 20 log k \left ( k=\frac{R_2}{R_1} \right )
  4. Efek Doppler adalah efek perubah frekuensi yang diterima dari sumber karena gerak relatif.
    f_p=\frac{v\pm v_p}{v\pm v_s}.f_s
  5. Pelayangan adalah perbedaan frekuensi dua sumber yang kecil.
    Δf = | f2 – f1 |

Bab III Cahaya

  1. Interferensi adalah gabungan dua cahaya atau lebih.
    1. celah ganda : percobaan Young
      Interferensi maksimum : d sin θ = m λ
      Interferensi minimum : d sin θ = (m – \frac{1}{2}) λ
      d sin θ = \frac{d}{l}
    2. lapisan tipis :
      interferensi maksimum : 2 d sin θ = (m + \frac{1}{2}) λ
      interferensi minimum : 2 d sin θ = m λ
  2. Difraksi adalah pelenturan cahaya.
    1. celah tunggal
      interferensi maksimum : D sin θ  = (m + \frac{1}{2}) λ
      interferensi minimum : D sin θ  = m λ
    2. daya urai
      ym = 1,22 \frac{el}{D}
    3. kisi difraksi memilih syarat sama dengan percobaan Young.
  3. Polarisasi adalah pengurangan komponen cahaya …
    1. karena pembiasan dan pemantulan dapat terjadi dengan syarat:
      ip + r = 90° dan
      tg ip = \frac{n_2}{n_1}
    2. absorsi selektif : hukum Mallus
      II = \frac{1}{2} IO cos2 α

Bab IV Listrik Statis

  1. Setiap dua muatan berdekatan akan mendapat gaya
    Coulomb :
    Besarnya : F = k \frac{Q_1 Q_2}{R^2}
    Arahnya : Sejenis tolak menolak dan berlainan jenis tarik menarik
  2. Medan listrik adalah daerah yang masih dirasakan gaya Coulomb atau gaya elektrostatis.
    Arahnya : meninggalkan muatan positif dan menuju muatan positif
    Besarnya :  E = \frac{F}{Q} = k \frac{Q}{R^2}
  3. Energi potensial merupakan besaran skalar, besarnya memenuhi :
    Ep = k \frac{Q_1 Q_2}{R}
  4. Potensial listrik memenuhi :
    V = \frac{Ep}{Q} = k \frac{Q}{R}
  5. Pada bola konduktor bermuatan memenuhi :
    1. di titik di dalam bola : E = 0 dan V sama dengan V di permukaan
    2. di permukaan bola :
      E = k \frac{Q}{R^2}  dan V = k \frac{Q}{R}
    3. di luar bola (r > R)
      E = k \frac{Q}{R^2}  dan V = k \frac{Q}{R}
  6. Pada keping sejajar terdapat muatan listrik dan meme-nuhi hubungan :
    1. E = \frac{V}{d}
    2. gaya F = q E
    3. berlaku kekekalan energi :
      q V = \frac{1}{2} m v2

Bab V Induksi Magnet

  1. Di sekitar kawat berarus timbul induksi magnet.
    Arahnya sesuai kaedah tangan kanan.
    Besarnya memenuhi :

    1. Di sekitar kawat lurus panjang B = \frac{\mu_0 I}{2 \pi a}
    2. Di pusat lingkaran : B = \frac{\mu_0 I}{2 a}
    3. Di tengah sumbu solenoida : B = μ0 I n
  2. Gaya Lorentz adalah gaya yang timbul akibat medan magnet.
    1. Pada kawat berarus dalam medan magnet.
      F = B i l sin θ
    2. Pada kawat sejajar berarus
      F = \frac{\mu_0 I_1I_2}{2 \pi a}l
    3. Muatan yang bergerak dalam medan magnet.
      F = B q v sin θ

Bab VI Imbas Elektromagnetik

  1. GGL induksi bisa timbul jika ada perubahan fluk magnetik sesuai hukum faraday.perubahan fluk magnetik sesuai hukum faraday
    1. penghantar bergerak dalam medan magnet
      ε = B l v sin θ
      arahnya sesuai kaedah tangan kanan
    2. Generator
      εmax = N B A ω
  2. Jika sebuah induktor dialiri arus AC maka ujung-ujungnya timbul ggl induksi dini.
    ggl induksi dini
  3. Jika ada dua kumparan terjadi induksi silang.
    Contohnya transformator. Berlaku:
    terjadi induksi silang
  4. Arus bolak-balik adalah arus atau tegangan yang berubah-ubah nilainya dari nilai positif hingga negatif.
    Arus bolak-balik
  5. Sifat rangkaian :
    1. Resistor : v sefase I (ϕ = 0)
    2. Induktor :Sifat rangkaian induktor
    3. Kapasitas :Sifat rangkaian kapasitas
  6. Pada rangkaian RLC berlaku diagram fasor :Pada rangkaian RLC berlaku diagram fasor

Bab VII Radiasi Benda Hitam

  1. Setiap benda yang mengalami suhu bukan OK akan mengalami radiasi dan memenuhi persamaan berikut.
    Intensitas : I = e σ T4
    Daya : P = I . A
    Energi : E = P . t
  2. Pada radiasi benda terjadi pergeseran panjang gelombang maksimum saat suhunya naik. Dan berlaku pergeseran Win dengan persamaan : λm T = 2,9 . 10-3
  3. Menurut Planch, cahaya atau gelombang elektromagnetik mengandung paket-paket energi yang disebut foton.
    Energinya sebesar : E = h f
    Contoh bukti energi ini adalah produksi sinar X. Panjang gelombang yang dihasilkan memenuhi : λ = \frac{eV}{hc}

Bab VIII Fisika Atom

  1. Pencetusan model atom dimulai dari Demokretus (sebelum masehi), dan kemudian dilanjutkan oleh Jonh Dalton. Kedua ilmuwan ini masih sepakat bahwa atom merupakan bagian terkecil dari suatu unsur.
  2. Perkembanganya dicetuskan oleh J.J. Thomson, dengan ditemukannya elektron (sinar katoda) yang memiliki e/m = 1,758803 . 1011 C/kg. Menurut Thomson atom seperti roti kismis dengan elektron mengisi kesegala ruang.
  3. Rutherford menjelaskan bahwa elektron mengelilingi inti seperti planet. Buktinya adalah hamburan partikel α pada lempengan emas.
  4. model atom Bohr dapat menjelaskan dengan baik tentang atom hidrogen.
    1. Jari-jari hitungan : rn = n2 . 0,528 Å
    2. Tingkat energi :
      En = \frac{-13,6}{n^2}
    3. Elektron akan memancarkan energi jika pindah ke tingkat energi rendah dan sebaliknya.
    4. Spektrum atom hidrogen memiliki panjang gelombang:
      \frac{1}{\lambda}=R\left ( \frac{1}{n^2_A}-\frac{1}{n^2_B} \right )
  5. Bilangan kuantum ada empat.
    1. Bilangan kuantum utama : n = 1, 2, 3, ….
    2. Bilangan kuantum orbital : l = 0, 1, 2, 3, …,(n-1)
    3. Bilangan kuantum magnetik : m = -l, …, 0, … + l
    4. Bilangan kuantum Spin : s = + \frac{1}{2}, s = – \frac{1}{2}.

Bab IX Relativitas

Akibat-akibat postulat Einstain adalah :

Akibat-akibat postulat Einstain

Bab X Fisika Inti

  1. Isotop disimbulkan : ZXA
    Z = nomor atom yang menyatakan jumlah proton
    A = nomor massa yang menyatakan jumlah netron dan proton dalam inti
  2. Inti atom terdiri dari proton dan netron. Ikatan antar neutron dapat terjadi karena ada defek massa.
    m = (Zmp + (A-Z)mn)-mx
    Energi ikatnya memenuhi :
    E = m . 931 Mev
    m dalam sma.
  3. Isotop ada yang stabil dan ada yang tidak stabil.
    1. Isotop stabil memiliki ciri :
      •  untuk Z < 20 → N = Z
      •  untuk Z > 20 → N > Z
      •  untuk Z > 83 tidak ada yang stabil
      N = jumlah netron dan Z jumlah proton.
    2. Isotop yang tidak stabil akan mengalami peluruhan.
      Sisa peluruhan memenuhi :
      N = No (\frac{1}{2})
      Konstanta peluruhan dismbulkan λ.
      λ = \frac{0,693}{T}
  4. Reaksi Inti
    Reaksi inti adalah perubahan yang terjadi dengan melibatkan inti atom. Pada reaksi inti berlaku :

    1. Hukum Kekekalan jumlah nomor atom.
    2. Hukum Kekekalan jumlah nomor massa.
    3. Hukum Kekekalan massa – Energi
      E =m . 931 MeV
      mm sebelum reaksi – M setelah reaksi

Kami harap dengan disusunnya rangkuman materi pelajaran Fisika kelas 12 SMA seperti diataas dapat memudahkan kita mempelajari materi Fisika di kelas 12 SMA.

Pustaka Materi adalah website dengan informasi pendidikan untuk siswa dan guru dalam bentuk materi pelajaran, Buku Sekolah Elektronik (BSE) yang dapat didownload gratis, soal latihan, soal ujian dan peraturan tentang pendidikan.

Anda dapat menghubungi atau berpartisipasi dengan kami
Pustaka Materi