Rangkuman Materi Pelajaran Kimia Kelas 12 SMA

Sunday, October 2nd, 2016 - Kelas 12 SMA, Kimia

Rangkuman materi pelajaran Kimia kelas 12 SMA berikut disusun berdasarkan buku paket pelajaran Kimia untuk kelas 12 SMA yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikna dan Kebudayaan Indonesia. Berikut rangkuman materi pelajaran Kimia kelas 12 SMA secara lengkap.Rangkuman Materi Pelajaran Kimia Kelas 12 SMA,rangkuman kimia kelas 12 semester 1,ringkasan kimia kelas 12 semester 1,ringkasan kimia kelas 12,ringkasan kimia kelas 12 semester 2,rangkuman kimia kelas 12 semester 2,rangkuman kimia kelas 12 ipa,ringkasan materi kimia kelas 12 semester 2,rangkuman kimia kelas xii,rangkuman kimia kelas xii pdf,rangkuman kimia kelas xii smk,rangkuman kimia kelas xii lengkap,rangkuman kimia kelas 12 bab 1,rangkuman kimia kelas 12 bab 3,rangkuman kimia kelas xii bab 2,rangkuman kimia kelas xii semester 1 dan 2,ringkasan materi kimia kelas xii ipa semester 1,rangkuman materi kimia kelas 12 ipa,rangkuman kimia kelas xii ipa semester 1,rangkuman kimia kelas xii ipa,ringkasan materi kimia kelas 12 ipa,rangkuman kimia unsur kelas xii ipa,rangkuman materi kimia kelas xii ipa,ringkasan materi kimia kelas xii ipa,rangkuman kimia unsur kelas 12 ipa,ringkasan materi kimia kelas xii semester 2,ringkasan materi kimia unsur kelas 12,ringkasan materi kimia sma kelas 12,ringkasan materi kimia kelas 12,ringkasan materi kimia kelas 12 semester 1,ringkasan materi kimia kelas xii,rangkuman materi kimia kelas 12 semester 2,rangkuman kimia kelas 12 sma,rangkuman kimia kelas xii semester 1,rangkuman kimia kelas 10 11 12,rangkuman kimia kelas xii semester 2

Rangkuman Materi Pelajaran Kimia Kelas 12 SMA

Bab 1 Sifat Koligatif Larutan

  1. Molalitas adalah besaran yang berguna untuk menghitung jumlah zat terlarut yang dinyatakan dalam mol dan jumlah pelarut dalam kilogram.Molalitas
  2. Fraksi mol merupakan satuan konsentrasi yang semua komponen larutannya dinyatakan berdasarkan mol. Total fraksi mol = 1Fraksi mol
  3. Sifat koligatif bergantung pada jumlah zat yang terlarut pada larutan. Sifat koligatif terdiri atas penurunan tekanan uap (ΔP), kenaikan titik didih (ΔTb) dan penurunan titik beku (ΔT), dan tekanan osmotik.
    1. Penurunan tekanan uap (ΔP)Penurunan tekanan uapSifat koligatif
    2. Kenaikan titik didih (ΔTb) dan penurunan titik beku (ΔTf)Kenaikan titik didih
    3. Tekanan osmotik (π)
      π =MRT
  4. Sifat koligatif larutan elektrolit bergantung pada bilangan faktor Van’t Haff. Jadi, perhitungan penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, dan tekanan osmotik dikalikan dengan faktor Van’t Hoff (i).bilangan faktor Van’t Haff

Bab 2 Reaksi Redoks dan Elektrokimia

  1. Reaksi redoks merupakan reaksi yang berlangsung pada proses elektrokimia, yaitu proses kimia yang menghasilkan arus listrik dan proses kimia yang menggunakan arus listrik. Reaksi redoks disetarakan dengan dua cara, yaitu
    1. cara bilangan oksidasi;
    2. cara setengah reaksi/ion elektron.
  2. Sel elektrokimia, terjadi perubahan energi kimia menjadi energi listrik atau sebaliknya. Sel elektrokimia terdiri atas sel Volta dan sel elektrolisis.
    1. Sel Volta
      1. Katode mengalami reduksi, anode mengalami oksidasi.
      2. Energi kimia diubah menjadi energi listrik.
      3. Katode adalah kutub negatif.
      4. Anode adalah kutub positif.
      5. Reaksi spontan.
    2. Sel Elektrolisis
      1. Katode mengalami reduksi, anode mengalami oksidasi.
      2. Energi listrik diubah menjadi energi kimia.
      3. Katode adalah kutub positif.
      4. Anode adalah kutub negatif.
      5. Reaksi tidak spontan.
      6. Berlaku hukum I Faraday W=\frac{e.i.t}{F}
  3. Korosi adalah reaksi oksidasi pada logam yang disebabkan oleh oksigen dan air. Korosi dapat dicegah dengan proteksi katodik, pembentukan aloi, dan perlindungan pada permukaan logam.

Bab 3 Kimia Unsur

  1. Unsur-unsur kimia di alam terbagi atas unsur logam dan nonlogam.
  2. Unsur logam contohnya besi, aluminium, tembaga, emas, dan perak. Unsur-unsur logam didapatkan dari penambangan mineral-mineralnya di kulit bumi. Kegunaan unsur-unsur logam di antaranya:
    1. bahan baku baja;
    2. industri kendaraan;
    3. konstruksi bangunan;
    4. perabot rumah tangga; dan
    5. badan pesawat terbang.
  3. Unsur nonlogam contohnya nitrogen, oksigen, sulfur, helium, dan fosfor. Unsur nonlogam diperoleh dengan cara pemisahan seperti distilasi dan ekstraksi. Kegunaan unsur-unsur nonlogam di antaranya:
    1. pembuatan pupuk;
    2. industri; dan
    3. metabolisme tubuh.
  4. Setiap unsur memiliki sifat fisis dan sifat kimia sendiri yang membedakannya dengan unsur lainnya.
  5. Sifat fisis menjelaskan bentuk fisik unsur tersebut, seperti titik leleh, titik didih, warna, kelenturan, konduktivitas listrik, dan kerapuhan.
  6. Sifat kimia suatu zat meliputi bagaimana suatu unsur dapat bereaksi dengan unsur lainnya, kecepatan reaksi jika bereaksi dengan unsur lain, jumlah panas yang dihasilkan dari suatu reaksi dengan unsur lain, dan suhu ketika terjadi reaksi.
  7. Unsur golongan alkali dan alkali tanah dapat diidentifikasi melalui warna nyala api yang dihasilkan ketika unsur tersebut dibakar.
  8. Air sadah (hard water) adalah air yang mengandung ion kalsium dan ion magnesium. Ada dua jenis kesadahan, yaitu kesadahan sementara dan kesadahan tetap. Di bidang industri, air sadah menimbulkan kerugian.

Bab 4 Kimia Inti

  1. Isotop adalah unsur-unsur dengan nomor atom yang sama, tetapi nomor massanya berbeda. Misalnya, hidrogen yang memiliki tiga buah isotop; H-1, H-2, dan H-3.
  2. Sifat-sifat unsur radioaktif dipengaruhi oleh kestabilan isotopnya. Suatu isotop bersifat stabil jika jumlah proton dan neutronnya sama. Isotop-isotop yang tidak stabil secara alami mengalami peluruhan dengan memancarkan:
    1. partikel alfa (_{2}^{4}\textrm{He} atau _{2}^{4}\textrm{\alpha})
    2. partikel beta (_{-1}^{0}\textrm{e} atau _{-1}^{0}\textrm{\beta})
    3. partikel gama (_{0}^{0}\textrm{\gamma})
    4. positron (_{1}^{0}\textrm{e})
  3. Waktu paruh adalah waktu yang diperlukan suatu radioisotop untuk meluruh separuhnya.Waktu paruh
  4. Unsur-unsur radioaktif dapat mengalami:
    1. reaksi fisi adalah reaksi penembakan inti atom yang besar menjadi inti atom ringan;
    2. reaksi fusi adalah reaksi penggabungan dua inti atom ringan menjadi inti atom yang besar.
  5. Dampak dari unsur radioaktif:
    1. dampak negatif di antaranya radiasi dan reaksi berantai yang tak terkendali;
    2. dampak positif di antaranya untuk kesehatan, perairan, peternakan, dan arkeologi.

Bab 5 Senyawa Karbon Turunan Alkana

  1. Senyawa karbon turunan alkana terdiri atas alkohol, eter, aldehid, keton, asam karboksilat, ester, dan haloalkana.
  2. Alkohol dan eter memiliki rumus umum CnH2n+2O.
    Gugus fungsi alkohol adalah –OH dan eter –OR.
    Senyawa alkohol biasanya digunakan sebagai pelarut dan zat antiseptik, sedangkan senyawa eter sering digunakan sebagai zat anestetik.
  3. Aldehid dan keton memiliki rumus umum CnH2nO.
    Gugus fungsi aldehid adalah Gugus fungsi aldehid
    dan keton adalah Gugus fungsi keton
    Senyawa aldehid digunakan sebagai desinfektan dan pengawet,sedangkan keton digunakan sebagai pelarut.
  4. Asam karboksilat dan ester memiliki rumus umum CnH2nO2. Gugus fungsi asam karboksilat adalah –COOH dan ester –COOR. Senyawa asam karboksilat sering digunakan sebagai zat aditif dan pengawet, sedangkan ester digunakan sebagai pelarut dan pewangi.
  5. Haloalkana memiliki rumus umum CnH2n+1X dengan X adalah unsur halogen (F, Cl, Br, I). Haloalkana dapat mengalami reaksi hidrolisis menghasilkan alkohol. Haloalkana sering digunakan sebagai pelarut dan insektisida.

Bab 6 Benzena dan Turunannya

  1. Benzena adalah senyawa aromatik dengan rumus kimia C6H6, memiliki struktur berbentuk segienam dan berikatan rangkap yang selang-seling.
  2. Benzena dapat mengalami reaksi substitusi (halogenasi, nitrasi, sulfonasi, alkilasi, dan asilasi). Apabila ada dua substituen yang tersubstitusi, akan menghasilkan posisi orto, meta, atau para.
  3. Sifat fisis dari benzena adalah tidak berwarna, mudah terbakar, dan berwujud cair.
  4. Contoh-contoh senyawa turunan benzena di antaranya aspirin, anilina, asam benzoat, dan parasetamol.

Bab 7 Makromolekul

  1. Makromolekul atau polimer adalah senyawa besar yang terbentuk dari penggabungan unit-unit molekul kecil yang disebut monomer.
  2. Polimer terbagi atas polimer alami dan polimer buatan. Polimer alami contohnya adalah karbohidrat, protein, dan lemak, sedangkan polimer buatan contohnya plastik.
  3. Contoh polimer alami di antaranya sebagai berikut.
    1. Protein
      Protein tersusun atas beberapa asam amino yang mengandung gugus amina (–NH2) dan karboksil (–COOH).Protein tersusun atas beberapa asam amino
    2. Karbohidrat
      Karbohidrat berasal dari tumbuh-tumbuhan dan terdiri atas unsur C, H, dan O dengan rumus molekul Cn(H2O)n. Karbohidrat terbagi atas monosakarida, dan polisakarida.
  4. Polimer buatan diperoleh dari reaksi polimerisasi adisi dan polimerisasi kondensasi.
    1. Polimerisasi adisi
      Contoh: polietena (PE), polivinil klorida (PVC), teflon, dan polipropena.
    2. Polimerisasi kondensasi
      Contoh: nilon, plastik polietilen tereftalat (PET)
  5. Lemak dan minyak merupakan ester dari asam lemak dan gliserol yang disebut trigliserida. Lemak dan minyak bersifat nonpolar sehingga tidak larut di dalam air, tetapi larut di dalam pelarut nonpolar. Contoh lemak dan minyak di antaranya minyak goreng, mentega, dan lemak hewan.

Semoga dengan disusunnya rangkuman materi pelajaran Kimia kelas 12 SMA seperti diatas dapat memudahkan kita mempelajari materi Kimia di kelas 12 SMA.

Pustaka Materi adalah website dengan informasi pendidikan untuk siswa dan guru dalam bentuk materi pelajaran, Buku Sekolah Elektronik (BSE) yang dapat didownload gratis, soal latihan, soal ujian dan peraturan tentang pendidikan.

Anda dapat menghubungi atau berpartisipasi dengan kami
Pustaka Materi