Rangkuman Materi Pelajaran PAI Kelas 10 SMA

Thursday, September 8th, 2016 - Kelas 10 SMA, PAI

Rangkuman materi pelajaran PAI kelas 10 SMA pada halaman ini disusun berdasarkan buku paket pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk kelas 10 SMA yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Berikut rangkuman materi pelajaran PAI kelas 10 SMA secara lengkap.Rangkuman Materi Pelajaran PAI Kelas 10 SMA

Rangkuman Materi Pelajaran PAI Kelas 10 SMA

Bab 1 Manusia dan Perannya di Bumi,

  1. Dalam Surah Al-Baqarah [2] ayat 30 Allah menyatakan kehendak-Nya untuk menjadikan manusia sebagai khalifah di bumi.
  2. Surah Al-Mu’minun [23] ayat 12–14 menceritakan proses penciptaan manusia sejak berujud unsur bumi hingga menjadi manusia yang utuh.
  3. Surah Az-Zariyat [51] ayat 56 mengingatkan manusia tentang tugas yang Allah berikan yaitu untuk beribadah kepada-Nya. Tugas ini sekaligus menjadi alasan penciptaan manusia di bumi ini.
  4. Surah An-Nahl [16] ayat 78 menyatakan tentang bekal yang Allah berikan kepada manusia dalam menjalankan tugasnya sebagai khalifah di bumi untuk beribadah kepada-Nya.
  5. Dalam Surah Al-Baqarah [2] ayat 30,  Al-Mu’minun [23] ayat 12–14, Az-Zariyat [51] ayat 56, dan An-Nahl [16] ayat 78 terdapat beberapa bacaan tajwid seperti mad wajib muttasil, gunnah, alif lam qamariyah, dan qalqalah sugra.

Bab 2 Ayat tentang Keikhlasan Beribadah

  1. Surah Al-An‘am [6] merupakan surah keenam dalam Al-Qur’an.
  2. Surah Al-An‘am [6] ayat 162–163 berisi perintah untuk menunaikan ibadah dengan ikhlas karena Allah SWT. Selain itu, ayat ini juga menjelaskan bahwa hidup dan mati seorang hamba hanyalah untuk-Nya.
  3. Surah Al-An‘am [6] ayat 162–163 juga menjelaskan larangan untuk menyekutukan Allah SWT.
  4. Peneladanan terhadap kandungan Surah Al-An‘am [6] ayat 162–163 dapat dilakukan dengan berniat melaksanakan pekerjaan yang baik hanya untuk Allah SWT.
  5. Surah Al-Bayyinah [98] merupakan surah ke-98 dalam Al-Qur’an.
  6. Surah Al-Bayyinah [98] ayat 5 berisi perintah untuk menyembah Allah SWT. dan melaksanakan ibadah dengan ikhlas karena Dia. Selain itu, dalam ayat ini Allah SWT. memerintahkan kepada manusia untuk menunaikan salat dan zakat.
  7. Peneladanan terhadap kandungan Surah Al-Bayyinah [98] ayat 5 dapat dilakukan dengan menyembah Allah SWT. secara ikhlas dan menunaikan salat serta zakat.
  8. Dalam Surah  Al-An‘am [6] ayat 162–163 dan Surah  Al-Bayyinah [98] ayat 5 terdapat beberapa hukum bacaan tajwid, misalnya bacaan alif lam qamariyah dan alif lam syamsiyah, gunnah, lam tarqiq, mad silah, mad jaiz munfasil, serta lam tafkhim.

Bab 3 Memahami Sifat Allah dalam Asma’ul Husna

  1. Sifat wajib merupakan sifat yang harus ada pada Allah SWT. sebagai khaliq. Sifat mustahil yaitu sifat yang tidak mungkin ada pada Allah SWT. sebagai pencipta. Sifat mustahil yaitu sifat yang boleh ada dan boleh pula tidak ada pada Allah SWT.
  2. Asma-’ul husna berarti nama-nama yang bagus atau baik. Asma-’ul husna mencerminkan keindahan, keagungan, dan kesempurnaan-Nya.
  3. Sifat-sifat Allah Swt. yang tercermin dalam Asma-’ul husna sebagai berikut :
    1. Sifat qidam tercermin dalam Asma-’ul husna Al-Awwal
    2. Sifat baqa’ tercermin dalam Asma-’ul husna Al-Baqi
    3. Sifat qiyamuhu binafsihi tercermin dalam Asma-’ul husna Al-Qayyum
    4. Sifat wahdaniyyah tercermin dalam Asma-’ul husna Al-Wahid
    5. Sifat iradat tercermin dalam Asma-’ul husna Al-Malik
    6. Sifal ‘ilmu tercermin dalam Asma-’ul husna Al-Alim
    7. Sifat hayat tercermin dalam Asma-’ul husna Al-Hayy
    8. Sifat sama‘ tercermin dalam Asma-’ul husna As-Sami’
    9. Sifat basar tercermin dalam Asma-’ul husna Al-Basir

Bab 4 Husnuzzan

  1. Secara istilah husnuzzan memiliki maksud sikap mental dan cara pandang yang menyebabkan seseorang melihat sesuatu secara positif atau melihat dari sisi positif.
  2. Sikap husnuzzan dapat kita lakukan kepada Allah, diri sendiri, dan kepada orang lain.
  3. Husnuzzan kepada Allah kita lakukan dalam berbagai hal, yaitu husnuzzzan dalam ketaatan kepada Allah, husnuzzan dalam nikmat, husnuzzan dalam ujian dan husnuzzan dalam melihat ciptaan Allah.
  4. Husnuzzan kepada diri sendiri berupa tidak membatasi kemampuan diri sendiri untuk meraih hal-hal baru.
  5. Husnuzzan kepada sesama kita lakukan dengan mengedepankan penghargaan dan sikap baik kepada sesama. Dengan demikian, kita terdorong untuk berbaik sangka kepada sesama.

Bab 5 Hukum Islam

  1. Al-Qur’an merupakan sumber penetapan hukum Islam yang paling utama. Semua ketentuan hukum yang berlaku tidak boleh bertentangan dengan aturan-aturan yang termuat dalam Al-Qur’an.
  2. Al-Qur’an merupakan kitab suci yang memiliki kedudukan yang sangat penting karena merupakan wahyu Allah, mukjizat Rasulullah, dan pedoman hidup manusia.
  3. Hadis artinya segala perkataan, perbuatan, dan taqrir yang dilakukan oleh Nabi Muhammad.
  4. Hadis jika dilihat dari segi nilai atau derajatnya dapat dibedakan menjadi hadis sahih, hasan dan da’if
  5. Hadis memiliki fungsi yang sangat penting dalam Islam sebagai sumber hukum yang kedua.
  6. Ijtihad merupakan salah satu sumber hukum Islam. Ijtihad dilakukan dengan mencurahkan kemampuan untuk mendapatkan syara’ dengan berlandaskan Al-Qur’an dan hadis.
  7. Rasulullah pernah menjelaskan bahwa jika seseorang berijtihad dan hasil ijtihadnya benar akan mendapat balasan dua pahala, sebaliknya jika keliru tetap mendapatkan pahala satu.
  8. Hukum taklifi adalah tuntutan Allah yang berkaitan dengan perintah untuk mengerjakan ataupun meninggalkan suatu perbuatan.
  9. Hukum wad‘i yaitu ketetapan Allah yang mengandung pengertian bahwa terjadinya suatu hukum adalah karena adanya sebab, syarat, ataupun penghalang.
  10. Ibadah dapat diartikan dengan semua amalan yang diridai dan disukai oleh Allah Swt. Ibadah dapat dibagi menjadi dua, yaitu ibadah mahdah dan gairu mahdah

Bab 6 Sejarah Rasulullah di Mekah

  1. Muhammad mendapatkan wahyu pertama di gua Hira saat berusia empat puluh tahun.
  2. Rasulullah Muhammad saw. mulai berdakwah kepada kalangan keluarganya. Setelah itu, beliau mengajak masyarakat umum.
  3. Kaum kafir Quraisy sangat menentang dakwah Rasulullah.
  4. Dalam dakwah di Mekah, Rasulullah mengutamakan dua hal utama, yaitu menegakkan tauhid kepada Allah dan memberikan teladan akhlak mulia.

Bab 7 Demokrasi dalam Ayat-Ayat Al-Qur’an

  1. Surah Ali ‘Imran [3] ayat 159 membahas tentang tata cara melakukan musyawarah.
  2. Jika dirunut dari asbabun nuzulnya, ayat ini diturunkan sebagai teguran terhadap sikap para sahabat Rasulullah saw. yang telah menyepakati keputusan musyawarah dalam menerapkan strategi Perang Uhud, tetapi mereka melanggar kesepakatan yang dibuatnya. Oleh karena sikap melanggar dari keputusan musyawarah, dalam Perang Uhud, kaum muslimin sulit mengalahkan musuh.
  3. Ketentuan bermusyawarah diatur dalam Surah Ali ‘Imran [3] ayat 159, yaitu bersikap lapang dada, saling memaafkan, bersikap terbuka, dan melengkapinya dengan bertawakal.
  4. Islam sangat menganjurkan musyawarah dalam menyelesaikan suatu persoalan. Bahkan, musyawarah menjadi salah satu nama surah Al-Qur’an, yaitu Surah asy-Syura [42].
  5. Allah memerintahkan kepada manusia untuk melaksanakan musyawarah. Segala hal yang menyangkut masalah keduniaan dan berkaitan dengan kepentingan bersama, hendaknya diselesaikan dengan cara musyawarah. Musyawarah merupakan jalan terbaik untuk mencapai mufakat.
  6. Dalam Surah asy-Syura  [42] ayat 38 disebutkan bahwa ajakan bermusyawarah berada di antara perintah mendirikan salat dan menginfakkan harta. Sebagian ahli tafsir berpendapat bahwa pentingnya bermusyawarah itu sejajar dengan perintah salat atau menginfakkan harta, baik dengan cara zakat atau sedekah.

Bab 8 Iman kepada Malaikat,

  1. Malaikat adalah hamba Allah yang diciptakan untuk menyelesaikan berbagai tugas dan urusan.
  2. Malaikat merupakan makhluk gaib yang memiliki ciri-ciri dan sifat berbeda dengan manusia.
  3. Pengertian iman kepada malaikat adalah meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah telah menciptakan dan mengutus malaikat untuk melaksanakan tugas-tugas tertentu dari Allah Swt.
  4. Menurut beberapa riwayat hadis dijelaskan bahwa jumlah malaikat sangat banyak. Di antara banyak malaikat, ada sepuluh yang harus kita ketahui dan imani.
  5. Keimanan kepada malaikat harus dilakukan secara terpadu, yaitu dengan meyakini sepenuh hati keberadaannya, mengikrarkan dengan lisan, dan membuktikannya dengan sikap dan amal yang benar dalam menjalani hidup sehari-hari.
  6. Contoh sikap iman kepada malaikat dibuktikan dengan perilaku sebagai berikut.
    1. Memiliki kesadaran bahwa malaikat berada di sekitar kita.
    2. Mengimani rukun iman yang lain.
    3. Taat kepada Allah dan rasul-Nya.
    4. Tidak menjadikan malaikat sebagai sekutu Allah.
    5. Menjalankan isi Al-Qur’an.
  7. Cara menerapkan iman kepada malaikat dalam kehidupan sehari-hari misalnya ditunjukkan dengan hal-hal berikut.
    1. Rajin berbuat baik.
    2. Selalu bersikap hati-hati.
    3. Selalu bersikap rendah hati.
    4. Semangat dalam berusaha.
    5. Giat menuntut ilmu.

Bab 9 Adab Hidup Sehari-Hari,

  1. Adab berpakaian, berhias, dalam perjalanan, dan adab bertamu merupakan adab hidup keseharian yang harus kita perhatikan.
  2. Pakaian memiliki tiga fungsi utama, yaitu fungsi penutup aurat, fungsi penunjuk takwa, dan fungsi penunjuk identitas.
  3. Kita dilarang berhias dengan cara berhias orang-orang jahiliyah.
  4. Saat hendak mengadakan perjalanan, kita harus mempersiapkannya sebaik mungkin.
  5. Selama perjalanan, kita harus menjaga etika perjalanan, seperti memilih seseorang sebagai pimpinan perjalanan, selalu bertakwa kepada Allah, dan menjaga perilaku.
  6. Adab bertamu dan menerima tamu harus kita terapkan agar hubungan sesama manusia dapat berjalan dengan baik.

Bab 10 Menghindari Perilaku Tercela,

  1. Hasad menurut istilah adalah membenci nikmat Allah Swt. yang dianugerahkan kepada orang lain. Selain itu, ia juga menginginkan agar nikmat tersebut segera hilang atau terhapus dari orang lain.
  2. Riya merupakan sikap atau perilaku yang ingin dilihat atau diperlihatkan kepada orang lain.
  3. Di antara ciri-ciri sifat riya sebagai berikut.
    1. Merasa senang dan ringan dalam melaksanakan ibadah jika dilihat orang lain.
    2. Merasa senang jika perbuatannya mendapat pujian dari orang lain.
    3. Ada perubahan sikap, gaya bicara, dan penampilan jika berhadapan dengan penguasa.
  4. Aniaya dapat diartikan dengan perbuatan bengis atau berbuat sewenang-wenang. Berbuat aniaya dapat diartikan dengan berbuat sewenang-wenang.
  5. Di antara bentuk kezaliman sebagai berikut.
    1. zalim kepada Allah Swt.;
    2. zalim terhadap anggota tubuh pemberian Allah Swt.;
    3. zalim terhadap harta;
    4. zalim kepada sesama manusia; serta
    5. zalim terhadap sesama makhluk.
  6. Diskriminasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai pembedaan perlakuan terhadap sesama warga negara (berdasarkan warna kulit, golongan, suku, ekonomi, agama, dan lain sebagainya).

Bab 11 Pengelolaan Zakat, Haji, dan Wakaf,

  1. Zakat secara bahasa berarti berkah, bersih, berkembang, dan baik. Zakat secara istilah yaitu mengeluarkan harta yang dimiliki kepada yang berhak berdasarkan ketentuan-ketentuan syariat untuk menyucikan harta tersebut.
  2. Zakat terdiri atas dua macam, yaitu zakat fitri (nafs) dan zakat mal (harta).
  3. Zakat fitri adalah mengeluarkan makanan yang mengenyangkan (makanan pokok yang berlaku) sebanyak satu sa’ pada akhir bulan Ramadan sebelum hari raya Idul Fitri jika ada kelebihan bahan makanan pada saat itu dengan syarat dan ketentuan tertentu.
  4. Besarnya zakat fitri adalah satu sa’ atau seberat 2,176 gram atau 2,2 kg makanan pokok.
  5. Zakat mal yaitu mengeluarkan harta/kekayaan jika telah memenuhi syarat-syarat tertentu.
  6. Berdasarkan sabda Rasulullah barang yang wajib dizakati adalah emas/perak, tanaman/buah-buahan, binatang ternak, harta perdagangan, harta barang tambang, dan harta temuan.
  7. Haji menurut bahasa berarti menyengaja atau bersungguh-sungguh. Menurut istilah, haji artinya menyengaja menuju Baitullah atau Kakbah untuk melaksanakan ibadah kepada Allah pada waktu tertentu dan dilakukan secara tertib.
  8. Kita harus memperhatikan ketentuan rukun, wajib, dan sunahnya. Ketiga ketentuan ini memiliki arti yang berlainan.
  9. Rukun haji artinya segala sesuatu yang menjadi syarat sah ibadah haji seseorang. Jika salah satu rukun ditinggalkan, ibadah haji menjadi tidak sah. Rukun haji tidak dapat digantikan oleh dam (denda).
  10. Pengertian wajib haji yaitu sesuatu yang menjadikan syarat sahnya ibadah haji dan jika ditinggalkan karena sesuatu hal, dapat diganti dengan membayar dam (denda). Dengan demikian, perbedaan antara rukun dan wajib yaitu berlakunya dam sebagai ”tebusan” pelanggaran.
  11. Wakaf secara bahasa berarti menahan, diam, atau berhenti. Pengertian wakaf secara istilah, yaitu menahan suatu harta yang sifatnya tahan lama dan menggunakan manfaat dari harta tersebut untuk kebaikan.
  12. Praktik wakaf telah berlangsung sejak zaman Rasulullah. Wakaf pertama dalam sejarah Islam adalah masjid Quba’ dekat Kota Madinah yang didirikan oleh Rasulullah pada 622 M.

Bab 12 Dakwah Islam Periode Madinah,

  1. Kaum muslimin Mekah dan Rasulullah saw. hijrah ke Madinah (Yasrib).
  2. Kaum muslimin Mekah yang hijrah ke Madinah disebut kaum Muhajirin. Kaum muslimin Madinah yang menerima hijrahnya kaum muslimin Mekah disebut kaum Ansar.
  3. Kaum Ansar menerima hijrahnya Rasulullah saw. dan kaum Muhajirin dengan tangan terbuka.
  4. Di antara strategi dakwah yang dijalankan Rasulullah saw. di Madinah sebagai berikut.
    1. Mendirikan masjid.
    2. Mempersaudarakan kaum Muhajirin dengan kaum Ansar.
    3. Menciptakan perdamaian antarsuku.
    4. Memprakarsai perjanjian Piagam Madinah.
    5. Menggalang kekuatan untuk mempertahankan negara.

Kami harap dengan disusunnya rangkuman materi pelajaran PAI kelas 10 SMA secara lengkap seperti diatas dapat memudahkan kita mempelajari materi PAI di kelas 10 SMA.

Pustaka Materi adalah website dengan informasi pendidikan untuk siswa dan guru dalam bentuk materi pelajaran, Buku Sekolah Elektronik (BSE) yang dapat didownload gratis, soal latihan, soal ujian dan peraturan tentang pendidikan.

Anda dapat menghubungi atau berpartisipasi dengan kami
Pustaka Materi