Rangkuman Materi Pelajaran PKN Kelas 9 SMP

Monday, August 29th, 2016 - Kelas 9 SMP, PKN

Rangkuman materi pelajaran PKN kelas 9 SMP pada halaman ini ditulis berdasarkan buku paket pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) untuk siswa kelas 9 SMP yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Berikut rangkuman materi pelajaran PKN kelas 9 SMP secara lengkap.Rangkuman Materi Pelajaran PKN Kelas 9 SMP

Rangkuman Materi Pelajaran PKN Kelas 9 SMP

1. Pembelaan Negara

  • Negara adalah wadah organisasi dari sekelompok orang dalam suatu wilayah yang diatur oleh pemerintah secara sah. Untuk mewujudkan tujuan tersebut negara memiliki fungsi pertahanan, fungsi keamanan dan ketertiban, fungsi kesejahteraan dan kemakmuran, dan fungsi keadilan.
  • Suatu negara harus memenuhi unsur-unsur konstitutif dan unsur deklaratif. Unsur konstitutif terdiri atas wilayah, rakyat, dan pemerintahan yang berdaulat. Sementara unsur deklaratif ialah pengakuan dari negara lain.
  • Pembelaan negara atau bela negara adalah tekad, sikap dan tindakan warga negara yang teratur, menyeluruh, terpadu, dan berlanjut yang dilandasi oleh kecintaan pada tanah air serta kesadaran hidup berbangsa dan bernegara. Bagi warga negara Indonesia, upaya pembelaan negara dilandasi oleh kecintaan pada tanah air Indonesia dan kesadaran berbangsa, bernegara dengan keyakinan pada Pancasila sebagai dasar negara serta berpijak pada UUD 1945 sebagai konstitusi negara.
  • Dasar hukum pembelaan negara antara lain dalam UUD 1945 pasal 27 ayat (1), pasal 27 ayat (3), pasal 30 ayat (1) dan ayat (2) , dan UU No. 3 Tahun 2002.
  • Pentingnya membela negara antara lain kemerdekaan dan kedaulatan negara dapat dipertahankan, keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dapat dipertahankan, segenap bangsa dapat terselamatkan dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara, kesejahteraan dan keadilan masyarakat Indonesia dapat terwujud, negara dan bangsa Indonesia dihormati oleh masyarakat internasional, serta negara dan bangsa Indonesia dapat berperan serta dalam mewujudkan perdamaian dunia.
  • Keikutsertaan warga negara dalam upaya bela negara diselenggarakan melalui Pendidikan Kewarganegaraan, pelatihan dasar kemiliteran secara wajib, pengabdian sebagai prajurit TNI secara sukarela atau wajib, dan pengabdian sesuai dengan profesi.
  • Peran serta warga negara dalam usaha pembelaan negara dapat dilakukan dalam berbagai lingkungan dan bidang kehidupan.

2. Otonomi Daerah

  • Negara Kesatuan Republik Indonesia menerapkan prinsip-prinsip desentralisasi. Dengan desentralisasi, kekuasaan negara terbagi menjadi “pemerintah pusat “ dan “ pemerintah daerah otonom”. Daerah otonom memiliki hak otonom.
  • Otonomi daerah adalah kewenangan daerah otonom untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Otonomi daerah pada hakikatnya memiliki tiga nilai dasar, yaitu kebebasan, partisipasi, serta efektivitas dan efisiensi kebijakan.
  • Daerah otonom adalah kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas-batas wilayah yang berwenang mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  • Menurut Undang-Undang No. 32 Tahun 2004, pelaksanaan otonomi daerah harus mengarah kepada pembentukan kebijakan pembangunan daerah. Otonomi daerah mendorong pemerintah daerah untuk memberdayakan masyarakat, menumbuhkan prakarsa dan kreativitas, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta mengembangkan peran dan fungsi DPRD. Pelaksanaannya dengan mengembangkan otonomi daerah secara luas, nyata dan bertanggung jawab, mewujudkan perimbangan keuangan antara pusat, daerah secara adil dan mengutamakan kepentingan daerah, dan meningkatkan kualitas SDM di daerah sesuai potensi dan kepentingan daerah.
  • Wilayah NKRI dibagi dalam daerah provinsi, kabupaten/kota yang bersifat otonom. Penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh pemerintah daerah dan DPRD menurut asas otonomi dan tugas pembantuan. Hubungan antara provinsi dan kabupaten/kota bersifat koordinatif, sedangkan hubungan antara Wilayah Administrasi Provinsi dengan Pemerintah kabupaten/kota bersifat hierarkis.
  • Hakikat partisipasi adalah ikut serta, turut terlibat dalam kegiatan bersama baik dengan pikiran, tenaga atau hartanya. Ikut serta melakukan dengan kesadaran sendiri, memiliki tujuan, secara sukarela, atas dasar hak dan kewajiban, serta memiliki kemampuan untuk melakukannya. Bentuk partisipasi dapat berupa buah pikiran, tenaga, dan keuangan /harta benda.
  • Kita sebagai warga negara harus ikut berpartisipasi dalam perumusan kebijakan publik di daerah. Bentuk partisipasi warga negara dalam perumusan kebijakan publik di daerah dapat dilakukan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, pengawasan maupun dalam menikmati hasilnya.
  • Akibat dari ketidakaktifan masyarakat dalam perumusan kebijakan publik dapat melahirkan sebuah kebijakan yang tidak sesuai dengan keinginan dan kepentingan masyarakat itu sendiri. Sementara itu, akibat dari ketidakaktifan masyarakat dalam pelaksanaan kebijakan publik antara lain timbulnya gejolak dalam masyarakat yang mengganggu stabilitas nasional, karena kebijakan yang diambil tidak sesuai dengan harapan masyarakat.

3. Dampak Globalisasi dalam Kehidupan

  • Dalam memahami hakikat globalisasi, setidaknya ada tiga konsep yang sering ditemukan, yaitu kesalinghubungan, integrasi, dan kesalingterkaitan. Globalisasi adalah suatu proses yang menempatkan masyarakat dunia bisa menjangkau satu dengan yang lain atau saling terhubungkan dalam semua aspek kehidupan mereka, baik dalam budaya, ekonomi, politik, teknologi maupun lingkungan. Globalisasi secara umum dapat dipandang sebagai suatu proses menyatunya persoalan, kepentingan, dan kebutuhan masyarakat dunia.
  • Bagi Indonesia, globalisasi memiliki arti penting karena perkembanganperkembangan dan perubahan-perubahan yang sangat cepat dan mendasar. Perkembangan dan perubahan itu berkaitan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta sains, terutama teknologi informasi dan komunikasi. Perkembangan globalisasi akan berpengaruh terhadap segala bidang kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia.
  • Hubungan internasional adalah hubungan antarnegara dalam berbagai aspek kehidupan untuk saling memenuhi kepentingannya masing-masing. Pentingnya hubungan internasional bagi suatu negara adalah agar terpenuhinya segala kebutuhan atau kepentingan melalui jalinan kerja sama.
  • Politik luar negeri adalah suatu kumpulan kebijakan yang ditetapkan oleh suatu negara untuk mengatur hubungannya dengan negara lain. Ada hubungan yang erat dan tidak terpisahkan antara politik luar negeri Republik Indonesia dengan kepentingan nasional, tujuan nasional, dan cita-cita nasional bangsa Indonesia.
  • Politik luar negeri suatu negara hakikatnya merupakan salah satu sarana untuk mencapai kepentingan nasional dan tujuan nasional. Politik luar negeri bebas aktif merupakan salah satu sarana untuk mencapai kepentingan nasional, yaitu mendukung pembangunan nasional.
  • Politik luar negeri Republik Indonesia berpijak pada landasan idiil Pancasila, landasan struktural UUD 1945, dan landasan operasional, yaitu UU (misal UU No. 37 Tahun 1999), Peraturan Pemerintah (PP), RPJMN (Perpres No.7 Tahun 2005), dan Kebijakan Menteri Luar Negeri.
  • Politik luar negeri Indonesia menganut prinsip bebas aktif yang diabdikan untuk kepentingan nasional. Menurut UU No.37 Tahun 1999, Politik Luar Negeri dilaksanakan melalui diplomasi yang kreatif, aktif dan antisipatif, tidak sekadar rutin dan reaktif, teguh dalam prinsip dan pendirian, serta rasional dan luwes dalam pendekatan.
  • Perekonomian global memberi dua dampak yang bertentangan bagi negara-negara termasuk Indonesia. Di satu sisi, perekonomian global mendorong pertumbuhan ekonomi suatu negara. Pada sisi lain, globalisasi ekonomi menimbulkan ketidakadilan global. Globalisasi budaya mendorong multikulturalisme, demokrasi, dan reproduksi budaya, di sisi lain dimaknai sebagai sebuah ketidakpastian nilai-nilai yang menjadi pegangan hidup manusia.
  • Globalisasi politik menimbulkan dilema kedaulatan nasonal. Di satu sisi, politik global mendorong konsolidasi demokrasi di banyak negara dan meningkatkan kontrol global yang mendukung penegakan hak asasi manusia dan peradaban dunia. Sementara di sisi lain, juga memicu munculnya otoritarianisme di tingkat global yang memandulkan demokrasi.
  • Persoalan senjata nuklir, ledakan penduduk, dan krisis sumber daya alam masih merupakan ancaman yang potensial bagi perdamaian dan keselamatan umat manusia di dunia. Gejala lain yang cukup mengkhawatirkan untuk memicu keresahan global ialah kerusakan lingkungan dan berbagai fenomena kejahatan tran-nasional. Di samping itu, globalisasi menghadapi ancaman baru yang cukup serius, yaitu fenomena terorisme global yang sangat potensial untuk mengoyak perdamaian dunia.

4. Prestasi Diri dan Keunggulan Bangsa

  • Manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna karena manusia memiliki kemampuan kodrat berupa potensi cipta, rasa, dan karsa. Dengan potensi tersebut, manusia dapat menciptakan dan mengembangkan kebudayaan. Dengan demikian, manusia memiliki empat potensi hebat, yakni fisik atau tubuh, akal atau pikiran, hati atau perasaan, dan jiwa atau spirit.
  • Dengan adanya empat potensi yang dianugerahkan Tuhan, manusia memiliki empat macam kecerdasan, yaitu kecerdasan fisik atau tubuh (Physical Intelligence atau Physical Quotient/ PQ) yang terkait dengan potensi tubuh, kecerdasan akal atau mental (Intelligence Quotient/IQ) yang terkait dengan potensi akal, kecerdasan emosi atau perasaan (Emotional Quotient/EQ) yang terkait dengan potensi hati, dan kecerdasan jiwa atau spiritual (Spiritual Quotient/ SQ) yang terkait dengan potensi jiwa.
  • Manusia wajib berusaha untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya. Manusia yang mampu mengembangkan potensinya secara benar dan bisa mencapai sesuatu yang bermutu tinggi disebut manusia yang unggul. Sesuatu yang bermutu tinggi yang dicapai manusia disebut prestasi. Dengan demikian, manusia yang unggul ialah manusia yang berprestasi. Agar kita mampu mengembangkan keunggulan dan berprestasi luar biasa, kita harus memiliki kualitas pemenang sejati.
  • Kemenangan dan keunggulan bisa diraih dengan mengembangkan bakatbakat bawaan kita secara benar dan sungguh-sungguh. Bakat-bakat bawaan itu disebut bakat majemuk (multiple intelligence). Bakat majemuk manusia dikenali sebagai delapan bakat terpendam yang luar biasa, yaitu linguistik, matematis logis, spasial, kinestetis-jasmani, musikal, interpersonal, intrapersonal, dan naturalis.
  • Dengan menciptakan wahana atau sarana aktivitas pada organisasi yang tepat maka prestasi yang dikejarnya akan tercapai secara optimal. Bagi siswa, wahana aktivitas mengembangkan potensi diri untuk mencapai prestasi telah ada wadahnya, yaitu OSIS dan Pramuka di sekolah.
  • Kita wajib berusaha agar bangsa Indonesia menjadi bangsa yang unggul. Untuk itu, kita harus memiliki dan mengembangkan budaya keunggulan. Budaya keunggulan tersebut dibangun dengan membuka semua potensi atau kemampuan yang terpendam di dalam diri, dikenali, dan kemudian dikembangkan menjadi prestasi dan keagungan.

Semoga dengan ditulisnya rangkuman materi pelajaran PKN kelas 9 SMP seperti diatas dapt memudahkan kita mempelajari materi PKN di kelas 9 SMP.

Pustaka Materi adalah website dengan informasi pendidikan untuk siswa dan guru dalam bentuk materi pelajaran, Buku Sekolah Elektronik (BSE) yang dapat didownload gratis, soal latihan, soal ujian dan peraturan tentang pendidikan.

Anda dapat menghubungi atau berpartisipasi dengan kami
Pustaka Materi