Rangkuman Materi Pelajaran Seni Teater Kelas 9 SMP

Wednesday, August 31st, 2016 - Kelas 9 SMP, SBK

Rangkuman materi pelajaran Seni Teater kelas 9 SMP pada halaman ini ditulis berdasarkan buku paket mata pelajaran Seni Teater untuk kelas 9 SMP yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Berikut rangkuman materi pelajaran Seni Teater kelas 9 SMP secara lengkap.Rangkuman Materi Pelajaran Seni Teater Kelas 9 SMP

Rangkuman Materi Pelajaran Seni Teater Kelas 9 SMP

Bab 9 Apresiasi Karya Seni Teater

Teater Asia mengombinasikan penceritaan sebuah cerita, tarian, musik, dan komedi, serta menggabungkan topeng, riasan, setting/dekor, kostum, properti, dan naskah. Berbeda dengan teater dari negara Barat, umumnya teater Asia terfokus pada pertunjukkan daripada naskah.

Proses kemunculan teater di Asia adalah kontribusi dari agama-agama besar yang tumbuh di Asia seperti Buddha, Hindu, Tao, dan lain-lain. Pesan moral yang ingin disampaikan pada drama Asia Timur seringkali mengangkat konflik mengenai keetisan atau kesusilaan, serta lebih terfokus pada kehidupan setelah kematian daripada kandungan ajaran suatu agama.

Bab 10 Mengekspresikan Karya Seni Teater

Keberhasilan suatu pertunjukan teater ditentukan oleh unsur-unsur yang saling bekerja sama dan solid. Kelompok teater yang solid, berproses secara militan, serta cerdas dalam meraih peluang dan gagasan di dunia teater setidaknya kelompok itu sudah menunjukkan semangat untuk maju.

Sutradara ialah orang yang mengaktualisasikan teks atau naskah ke atas panggung. Ia akan dihadapkan pada pemeran (pemain), staf panggung seperti tim penata artistik, serta publik atau penonton.

Pimpinan produksi bertugas mengatur jalannya segala keproduksian dari pengaturan jadwal pementasan, kesejahteraan tim panggung, pencarian dana, perizinan, dokumentasi, dan publikasi.

Wilayah pemanggungan (sutradara) dan pimpinan produksi harus saling memahami dan bekerja sama agar pertunjukan teater berjalan sesuai dengan yang diinginkan.

Bab 11 Mengidentifikasi Teater di Luar Asia

Teater mancanegara di luar Asia berawal pada zaman Yunani Klasik dan berkembang hingga kemunculan teater modern yang ditandai dengan berkembangnya teater realis.

Ciri-ciri teater modern barat antara lain berawal dari naskah, penciptaan bangun cerita standar, unsur-unsur teater digunakan secara maksimal dan pertunjukan terikat oleh teknik dan hukum dramaturgi, berkembangnya aliran realis dan naturalis, gedunggedung pertunjukan modern memiliki efek-efek khusus dan teknologi baru yang memungkinkan pencapaian artistik secara maksimal, dan muncul pula teater kontemporer atau teater mutakhir yang bersifat eksperimental.

Teater memiliki peranan yang cukup besar dalam masyarakat modern, baik bagi personil yang terlibat maupun bagi penonton teater.

Teater modern sebagai seni kolektif memungkinkan berbagai jenis seni berpadu. Selain itu, juga memunculkan berbagai unsur yang mendukung pertunjukan.

Teater modern memiliki pesan sebagai perwujudan salah satu fungsi teater sebagai media komunikasi kepada masyarakat dan diharapkan dapat memberikan pengetahuan serta wawasan baru yang dapat memengaruhi pemikiran, perasaan, dan kejiwaan bagi penonton.

Bab 12 Berekspresi Melalui Teater

Pertunjukan teater merupakan sebuah kerja kolektif yang memerlukan kerja sama, kedisiplinan, dan tanggung jawab seluruh personil yang terlibat.

Beberapa hal penting sebelum mementaskan teater adalah menentukan tema, menentukan tujuan pertunjukan, membagi peran sesuai tema, dan merencanakan pelaksanaan kegiatan.

Pemain teater sebaiknya menguasai olah tubuh, vokal, dan mempunyai daya konsentrasi, imajinasi, fantasi, observasi, serta mempunyai kecerdasan, wawasan, serta pengetahuan yang luas tentang berbagai hal dalam kehidupannya. Hal ini untuk menciptakan karakter tertentu dan berakting secara wajar.  Akting yang wajar hanya dapat diciptakan hanya dengan berlatih keras.

Pertunjukan teater membutuhkan persiapan dan pengelolaan yang benar. Persiapan dan pengelolaan meliputi tim artistik dan tim produksi.

Menggelar pertunjukan teater memerlukan persiapan penataan artistik dan teknis acara pertunjukan. Pertunjukan sebaiknya dilakukan dengan penuh tanggung jawab, percaya diri, disiplin, dan senang hati.

Evaluasi kerja diperlukan untuk menilai pertunjukan dari berbagai aspek. Misalnya dari segi kerja tim artistik dan hasil kerja tim produksi. Evaluasi pertunjukan diharapkan dapat dijadikan sebagai cambuk dan semangat untuk memperbaiki kesalahan dan untuk terus maju.

Semoga dengan ditulisnya rangkuman materi pelajaran Seni Teater kelas 9 SMP seperti diatas dapat memudahkan kita mempelajari materi Seni Rupa untuk kelas 9 SMP.

Pustaka Materi adalah website dengan informasi pendidikan untuk siswa dan guru dalam bentuk materi pelajaran, Buku Sekolah Elektronik (BSE) yang dapat didownload gratis, soal latihan, soal ujian dan peraturan tentang pendidikan.

Anda dapat menghubungi atau berpartisipasi dengan kami
Pustaka Materi