Rangkuman Materi Pelajaran Sosiologi Kelas 10 SMA

Sunday, September 4th, 2016 - Kelas 10 SMA, Sosiologi

Rangkuman materi pelajaran Sosiologi kelas 10 SMA pada halaman ini disusun berdasarkan buku pedoman belajar Sosiologi untuk kelas 10 SMA yang diterbitkan oleh Kemeneterian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Berikut rangkuman materi pelajaran Sosiologi kelas 10 SMA secara lengkap.Rangkuman Materi Pelajaran Sosiologi Kelas 10 SMA

Rangkuman Materi Pelajaran Sosiologi Kelas 10 SMA

BAB I Sosiologi Sebagai Ilmu

  1. Nilai adalah gambaran mengenai apa yang diinginkan, yang pantas, yang berharga, yang mempengaruhi prilaku sosial orang yang memiliki nilai itu.
  2. Dalam pengertian sosiologis nilai yang difahami adalah ukuran  penting dalam kehidupan manusia sebagai tuntunan pola prilaku setiap manusia di masyarakat. Nilai diyakini sebagai sesuatu yang dianggap benar dan baik, dan nilai juga menjadi batasan pembeda antara yang baik dan yang buruk, yang benar dan salah atau yang pantas dan tidak pantas.
  3. Setiap masyarakat memiliki nilai sosial sebagai ciri identitas masyarakat tersebut. Nilai tersebut dianut, diyakini kebenaran serta dijunjung tinggi keberadaannya. Dalam pandangan sosiologi, nilai dianggap sebagai bagian dari sistem sosial masyarakat.
  4. Nilai memegang peranan penting dalam setiap kehidupan manusia, karena nilai menjadi orientasi dalam setiap tindakan manusia. Nilai-nilai tersebut menjadi prinsip yang berlaku di suatu masyarakat tentang apa yang baik, benar dan berharga yang seharusnya dimiliki dan dicapai oleh masyarakat. Fungsi nilai sosial secara luas yaitu memberikan ketentraman kepada seluruh anggota masyarakat agar dapat bertingkah laku sesuai dengan yang aturan yang diyakini oleh masyarakat guna mencapai tujuan bersama di masyarakat.
  5. Norma sosial lahir di masyarakat awalnya secara tidak sengaja, namun lama kelamaan norma dibuat secara sadar oleh manusia. Norma merupakan kaidah atau aturan yang mengatur tata kelakukan masyarakat. Norma sangat berkaitan dengan nilai, kerena norma adalah bentuk nyata dari nilai. Norma merupakan alat untuk mencapai tujuan yang diinginkan oleh nilai.
  6. Sebagaimana nilai yang memberikan fungsi penting bagi masyarakat, maka norma pun memiliki peranan yang sama dengan nilai. Nilai dan norma saling berkaitan namun keduanya dapat dibedakan. Nilai merupakan sesuatu yang dianggap baik, diinginkan, dicita-citakan dan dianggap penting oleh masyarakat, maka norma merupakan kaidah  atau aturan berbuat dan berkelakuan yang dibenarkan  untuk mewujudkan cita-cita itu. Nilai merupakan pola kelakukan yang diinginkan, dan norma sebagai cara-cara kelakukan sosial yang disetujui untuk mencapai nilai tersebut.

Bab II Nilai dan Norma Sosial

  1. Interaksi sosial adalah hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang perseorangan, antara beberapa kelompok manusia, maupun antara perseorangan dengan kelompok. Interaksi sosial merupakan syarat utama terjadinya aktivitas sosial.
  2. Interaksi sosial pelakunya harus lebih dari satu orang, terjadi melalui adanya kontak dan komunikasi antar pelaku interaksi untuk mencapai tujuan, baik tujuan yang disepakati atau tidak disepakati.
  3. Interaksi sosial dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu; Interaksi antara individu. Interaksi sosial antar individu yaitu hubungan timbal balik yang terjadi antara orang perseorangan. Hubungan terjadi karena adanya pengaruh, reaksi atau tanggapan yang diberikan oleh salah satu individu. Bentuk interaksi antar individu ini dapat berlangsung secara verbal seperti tersenyum atau mengedipkan mata. Dapat pula secara fisik terjadi kontak fisik, misalnya berjabat tangan. Interaksi antara individu dengan kelompok yaitu hubungan timbali balik yang terjadi antara orang perorangan dengan kelompok. Sebagai contoh Kepala sekolah sedang memberikan pembinaan kepada siswa pada saat upacara bendera. Setiap individu yang memiliki kepentingan dan tujuan yang sama dengan individu lainnya akan tergabung dalam kelompok-kelompok sosial. Kepentingan inidvidu melebur menjadi kepentingan kelompok. Perbedaan kepentingan dan tujuan antar kelompok ini akan melahirkan interaksi. Contoh Peringatan 17 Agustusan di Kampung yang melibatkan kerja sama antar kelompok Karang Taruna, kelompok Posyandu dan kelompok Remaja Masjid.
  4. Syarat terjadinya interaksi adalah terjadinya kontak, yaitu yang secara harfiah berarti bersentuh. Dan komunikasi yang berarti menyampaikan pesan. Kontak dapat berlangsung secara primer yaitu kontak yang terjadi secara langsung dan kontak sekunder yaitu kontak dengan menggunakan media alat komunikasi dan orang lain atau secara tidak langsung.
  5. Faktor-faktor yang mendasari proses interaksi yang mendorong tejadinya interaksi ialah Imitasi yaitu tindakan atau usaha untuk meniru tindakan orang lain sebagai tokoh idealnya. Usaha meniru atau tindakan tiruannya tidak selalu persis sama. Sugesti artinya pengaruh karena emosional/perasaan/kata hati tersentuh oleh pandangan, sikap, dan anjuran dari pihak lain. Pengaruh ini sifatnya kualitatif, bukan kuantitatif yang selalu diukur dengan korelasi regresif atau sejenisnya. Identifikasi adalah kecenderungan atau keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain. Simpati merupakan suatu proses seseorang yang  merasa tertarik pada pihak lain. Pada proses ini perasaan seseorang sangat didorong untuk memahami pihak lain. Empati adalah kemampuan mengambil atau memainkan peranan secara efektif dari seseorang atau orang lain dalam kondisi yang sebenar-benarnya, seolah-olah ikut merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain tersebut, seperti rasa senang, sakit, susah dan bahagia. Motivasi adalah dorongan, rangsangan, pengaruh atau stimulus yang diberikan seorang individu kepada individu yang lain sedemikian rupa, sehingga orang yang diberi motivasi tersebut menuruti atau melaksanakan apa yang dimotivasikan secara kritis, rasional dan penuh tanggung jawab.
  6. Interaksi sosial yang hampir terjadi dalam kehidupan manusia, apabila berlangsung secara terus menerus dalam keadaan baik, maka akan menimbulkan keteraturan sosial. Keteraturan sosial merupakan hasil dari hubungan sosial atau interaksi sosial yang berlangsung secara berkesinambungan. Keteraturan sosial ialah sistem kemasyarakatan, hubungan dan kebiasaan yang berjalan secara lancar sehingga dapat mencapai tujuan bersama yang diinginkan. Adanya kesela-rasan antara kerja sama sebagai hasil interaksi dengan nilai dan norma sosial akan menciptakan hubungan sosial yang tertib, harmonis sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku.

Bab IV Sosialisasi dan Kepribadian

  1. Sosialisasi menunjuk pada semua faktor dan proses yang membuat setiap manusia menjadi selaras dalam hidupnya di tengah-tengah masyarakat. Seorang anak dikatakan telah melakukan sosialisasi dengan baik, apabila ia bukan hanya menampilkan kebutuhannya sendiri saja, tetapi juga memper-hatikan kepentingan dan tuntutan orang lain
  2. Sosialisasi ialah sutau proses di mana seseorang menghayati (internalize) norma-norma kelompok di mana ia hidup sehingga timbullah “diri” yang unik. Sosialisasi ialah proses mempelajari kebiasaan dan tata kelakuan untuk menjadi suatu bagaian dari suatu masyarakat, sebagian adalah proses mempelajari peran (Horton.1999.118).
  3. Sosialisasi dapat disimpulkan sebagai proses belajar untuk penyesuain diri di masyarakat. Proses belajar penyesuaian diri manusia ini berlangsung dalam proses yang lama dan bertahap sejalan dengan perkembangan pergaulan hidup manusia, yaitu mulai dari tahap anak-anak, dewasa dan tua.
  4. Proses sosialisasi ini berlangsung melalui kematangan dan belajar, serta melalui media-media tertentu, yaitu keluarga, teman sepermainan, sekolah, media massa, lingkungan kerja.
  5. Cara-cara Sosialisasi dan proses sosialisasi individu di masyarakat dapat ditempuh dengan berbagai cara yaitu: Pelaziman (Conditioning) yaitu sebagian besar prilaku anak diperoleh dengan cara pelaziman. Anak mempertahankan suatu prilaku apabila dengan prilaku itu anak mendapatkan imbalan. Sebaliknya prilaku anak akan berhenti apabila prilaku itu mendapat hukuman. Dalam pelaziman hampir sebagian besar perilaku diperoleh anak secara positif. Dalam hal pelaziman ini peranan orang tua sangat besar. Imitasi yaitu pada proses imitasi ini terjadi proses yang agak majemuk, anak akan melihat model yang akan ditiru perbuatannya. Identifikasi yaitu proses peniruan secara mendalam. Anak tidak hanya meniru aspek luarnya saja tetapi ia ingin menjadikan dirinya identik (sama) dengan tokoh idealnya. Dalam perkembangan proses diri, identifikasi memegang peranan penting sebab melakukan identifikasi seseorang “mengkategorikan” dirinya dalam kategori tertentu. Internalisasi yaitu pada internalisasi anak, anak mengikuti aturan bukan karena takut dihukum atau akan mendapatkan hadiah, bukan pula karena meniru tokoh idealnya. Ia mengikuti aturan karena merasa pasti bahwa norma itu telah menjadi bagian dari dirinya, ia menyadari bahwa perilaku tersebut diharapkan oleh masyarakat.
  6. Kepribadian adalah keseluruhan perilaku dari seorang individu dengan sistem kecenderungan tertentu yang berinteraksi dengan serangkaian sistem. Ungkapan “sistem kecenderungan tertentu” menyatakan bahwa setiap orang memiliki cara berprilaku yang khas dan bertindak sama setiap hari.
  7. Faktor-faktor perkembangan kepribadian. Faktor-faktor dalam perkembangan kepribadian mencakup; Warisan biologis, lingkungan fisik, pengalaman kelompok dan pengalaman yang unik
  8. Timbulnya kepribadian disebabkan karena semua individu dalam suatu masyarakat mengalami pengaruh lingkungan kebudayaan yang sama selama proses sosialisasi dan enkulturasi. Kepribadian dibentuk dari hasil pola sosialisasi dalam diri setiap individu dan dapat bertentangan antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lainnya

Bab V Penyimpangan Sosial

  1. Prilaku menyimpang yang lazim disebut dengan non-kon-formitas merupakan tindakan yang dilakukan oleh individu perorangan atau kelompok dalam masyarakat untuk menghidar dari nilai dan norma. Prilaku yang tidak sesuai dengan nilai dan kaidah dinamakan menyimpang atau suatu perbauatan disebut menyimpang bilamana perbuatan ini dinyatakan sebagai menyimpang.
  2. Terjadinya penyimpangan sosial diakibatkan oleh beberapa faktor yaitu; Adanya perubahan norma–norma dari suatu periode ke periode wakatu lain. Tidak ada norma atau aturan yang bersifat mutlak yang bisa digunakan untuk menentukan benar tidaknya kelakuan seseorang. Norma sesuai dengan masyarakat dan kebudayaan masyarakat yang berbeda satu sama lain. Individu-individu yang tidak mematuhi norma disebabkan karena mengamati orangorang lain yang tidak mematuhi atau karena mereka tidak  dididik untuk mematuhi peraturan.
  3. Teori-teori penyimpangan yaitu: Teori biologis yaitu teori bilogis melihat faktor biologis sebagai penyebab dari sebagian besar tindakan penyimpangan. Teori Psikologi yaitu teori menganggap bahwa ketidakmampuan menyesuaikan diri secara psikologislah yang merupakan penyebab penyimpangan. Teori Sosialisasi yaitu teori ini menghubungkan penyimpangan dengan ketidak mampuan untuk menghayati nilai dan norma yang dominan di masyarakat. Ketidak-mampuan mungkin disebabkan oleh sosialisasi dalam kebudayaan yang menyimpang. Teori Anomi yaitu teori menyatakan bahwa masyarakat kompleks cenderung menjadi masyarakat tanpa norma, yang tidak memberikan pedoman jelas yang dapat dipelajari dan dipatuhi orang. Teori reaksi masyarakat (labeling theory) yaitu teori ini memusatkan perhatian pada pembuat peraturan dan para pelanggar peraturan. Pemberian cap menyimpang pada seseorang seringkali merubah perlakuan masyarakat terhadap orang itu. Teori Konflik yaitu teori konflik terdiri atas teori konflik budaya yang menilai penyimpangan diawali dengan adanya pertentangan norma antara berbagai kebudayaan khusus yang berlainan. Teori konflik kelas sosial melihat penyimpangan bermula dari adanya perbenturan kepentingan antara kelas-kelas sosial yang berbeda. Teori pengendalian yaitu teori ini menghubungkan penyimpangan dengan lemahnya ikatan-ikatan dengan lembaga-lembaga sosial di masyarakat, seperti keluarga, sekolah dan pekerjaan.
  4. Penyimpangan individual dilakukan oleh individu atau orang perorangan. Tujuan individu melakukan penyimpangan didasarkan karena ia sebagai pribadi tidak dapat menyesuaikan dengan nilai dan norma. Atau dengan sengaja melakukan tindakan menyimpang dengan melanggar tata nilai dan peraturan. Penyimpangan kelompok dilakukan oleh sekelompok orang yang tidak mematuhi nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Pelaku penyimpangan kelompok ini melakukan tindakan menyimpang karena perasaan kolektif yang dimiliki oleh anggota kelompok dan perasaan itu tidak memiliki kesamaan dengan anggota lain di luar kelompoknya.
  5. Perilaku penyimpangan tidak sepenuhnya mendapat penolakan dari masyarakat. Masyarakat akan memberikan toleransi terhadap beberapa perilaku penyimpangan karena dapat berfungsi sebagai bentuk pengendalian sosial. Dalam hal ini kita dapat melihat bentuk-bentuk penyimpangan sosial sebagai berikut; yaitu periaku penyimpangan primer dan sekunder

Bab VII Penerapan Pengetahuan Sosiologi

  1. Pengendalian sosial untuk menggambarkan segenap cara dan proses yang ditempuh oleh kelompok orang atau masyarakat sehingga para anggotanya dapat bertindak sesuai dengan harapan kelompok atau masyarakatnya itu. Pengedalian sosian berperan untuk meredam ketegangan sosial.
  2. Dalam proses sosial ada tiga ketegangan sosial yang memerlukan pengedalian sosial yaitu: Ketegangan sosial yang terjadi antara ketentuan dalam adat istiadat dan kepentingan individu. Ketegangan sosial yang terjadi karena keperluan yang bersifat umum bertemu dengan kepentingan golongan yang ada dalam masyarakat. Ketegangan sosial yang terjadi karena golongan yang menyimpang sengaja menentang tata kelakuan yang berlaku di dalam masyarakat. Tujuan pengendalian sosial adalah terciptanya ketertiban sosial, karena tanpa ketertiban sosial masyarakat tidak bisa menjalankan peranannya dengan perasaan aman.
  3. Lembaga sosial memiliki peranan sebagai lembaga yang menjalankan fungsi untuk melaksanakan pengendalian sosial di masyarakat. Lembaga sosial ini adalah lembaga yang telah diakui sebagai pranata sosial dimasyarakat sehingga keberadaan lembaga sosial ini ditaati dan dihormati oleh masyarakatnya.
  4. Adapun lembaga-lembaga sosial itu antara lain adalah sekolah, polisi, pengadilan dan adat. Selain lembaga sosial  yang memiliki peranan untuk melaksanakan pengendalian  sosial, maka jenis pengendalian sosial dapat berupa; teguran, cemoohan, pendidikan, agama, gosip dan pengucilan.
  5. Pengendalian sosial sebagai sebuah proses sosial memerlukan cara-cara untuk mencapai tujuannya yaitu mencapai terwujudnya masyarakat yang tertib dan teratur.
  6. Bagaimanakah cara suatu kelompok atau masyarakat membuat para anggotanya untuk berprilaku sesuai dengan apa yang diharapkan, yaitu diantara melalui; Sosialisasi, tekanan sosial dan kekuatan.
  7. Pengendalian sosial (social control) merupakan pengawasan masyarakat, dalam arti dapat dilakukan oleh individu terhadap individu, individu terhadap kelompok, maupun kelompok oleh kelompok lainnya atau oleh sebuah lembaga sosial yang menyangkut segala aktivitas agar yang diawasi menaati kaidah-kaidah dan nilai-nilai sosial yang berlaku. Pengendalian sosial bertujuan untuk mencapai keserasian antara stabilitas dan perubahan-perubahan terjadi  di dalam masyarakat. Dengan kata lain sistem pengendalian sosial bertujuan untuk mencapai suatu keadaan damai melalui keselarasan, keserasian dan keseimbangan.
  8. Sistem pengendalian sosial merupakan pengawasan oleh masyarakat, dari segi sifatnya pengendalian sosial dapat bersifat preventif yaitu usaha pencegahan sebelum terjadinya pelanggaran, bersifat represif yaitu apabila telah terjadi pelanggaran dan diupayakan supaya keadaanya dapat pulih kembali, atau bisa gabungan antara keduanya.

Semoga dengan disusunnya rangkuman materi pelajaran Sosiologi kelas 10 SMA seperti diatas dapat memudahkan kita dalam mempelajari materi pelajaran Sosiologi pada kelas 10 SMA.

Pustaka Materi adalah website dengan informasi pendidikan untuk siswa dan guru dalam bentuk materi pelajaran, Buku Sekolah Elektronik (BSE) yang dapat didownload gratis, soal latihan, soal ujian dan peraturan tentang pendidikan.

Anda dapat menghubungi atau berpartisipasi dengan kami
Pustaka Materi