Rangkuman Pelajaran SBK Kelas 6 SD

Tuesday, August 9th, 2016 - Kelas 6 SD, SBK

Rangkuman pelajaran SBK kelas 6 SD dibawah ditulis berdasarkan buku pedoman belajar Pelajaran Seni Budaya dan Ketrampilan untuk kelas 6 SD yang diterbitkan  oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Berikut rangkuman pelajaran SBK kelas 6 SD tersebut kami sampaikan sesuai materi pada buku tersebut.Rangkuman Pelajaran SBK Kelas 6 SD

Rangkuman Pelajaran SBK Kelas 6 SD

Bab I Mengenal Motif Batik

  1. Menurut akar budayanya motif batik dikelompokkan menjadi dua, yaitu motif batik keraton (klasik) dan motif batik bebas.
  2. Daerah pembuatan batik keraton (klasik) yaitu Surakarta dan Yogyakarta.
  3. Daerah pembuatan batik pesisir yaitu daerah-daerah di pesisir utara Pulau Jawa dan daerah pembatikan di luar Pulau Jawa, misalnya Kalimantan, Sulawesi, Madura, dan Papua.
  4. Membatik adalah proses pembuatan motif atau ragam hias pada kain dengan perintangan.
  5. Teknik membatik antara lain teknik canting tulis, teknik celup ikat, teknik printing, dan teknik colet.

Bab II Berkarya Batik, Gambar Ilustrasi, dan Boneka

  1. Membatik dengan teknik sederhana berarti membatik dengan teknik canting tulis dan celup ikat.
  2. Gambar ilustrasi adalah gambar yang menceritakan suatu adegan atau peristiwa.
  3. Fungsi gambar ilustrasi antara lain memperjelas alur cerita, memperjelas isi pesan dalam promosi (iklan), menarik perhatian pembaca, menambah nilai artistik, dan menjadi media mengungkapkan perasaan.
  4. Menggambar dengan teknik kering berarti menggambar menggunakan media pensil, krayon, arang, kapur atau bahan lain yang tidak memerlukan bahan pengencer.
  5. Menggambar dengan teknik basah berarati menggambar menggunakan media cat, tinta, atau bahan lain yang memerlukan bahan pengencer.

Bab III Mengapresiasi Musik Daerah

  1. Musik daerah atau musik tradisional adalah musik lahir dan berkembang dari budaya daerah setempat.
  2. Musik daerah di Indonesia ada berbagai macam di antaranya musik tanjidor, gambang kromong, kolintang, dan sampek.
  3. Unsur musik yang ada pada lagu daerah di antaranya irama dan melodi.

Bab IV Bermain Musik dan Menyanyi

  1. Alat musik ritmis digunakan untuk memainkan irama lagu. Ada berbagai macam irama, antara lain irama rock, irama waltz, dan irama 8 beat.
  2. Alat musik melodis digunakan untuk memainkan melodi lagu. Ada beberapa contoh alat musik melodis, antara lain recorder dan pianika.
  3. Menyanyi membutuhkan teknik vokal. Teknik vokal ada bermacam-macam, di antaranya frasering dan ekspresi.
  4. Alat musik ritmis dan melodis dapat digunakan untuk mengiringi lagu.  Iringan suatu lagu terdiri atas bagian-bagian sebagai berikut.
    1. Intro, artinya melodi pembuka sebelum lagu dimulai.
    2. Lagu.
    3. Interlude, artinya melodi di tengah lagu.
    4. Coda, artinya melodi penutup lagu.

Bab V Mengenal Pola Lantai pada Karya Tari

  1. Garis-garis di lantai yang dilalui oleh seorang penari pada saat melakukan gerak tari disebut pola lantai. Pola lantai dalam karya tari juga berupa garis-garis di lantai yang dibuat oleh formasi penari kelompok.
  2. Pada dasarnya ada dua pola garis dasar pada lantai, yaitu garis lurus dan garis lengkung.
  3. Pola lantai yang dibentuk dengan garis lurus memberikan kesan sederhana tetapi kuat.
  4. Pola lantai yang dibentuk dengan garis lengkung memberikan kesan lembut tetapi lemah.

Bab VI Memperagakan Karya Tari Nusantara dengan Pola Lantai

  1. Persiapan peragaan karya tari bertujuan agar peragaan karya tari berhasil dengan baik dan dapat tampil memuaskan di depan orang lain.
  2. Persiapan karya tari meliputi penentuan bentuk karya tari, memilih karya tari, menentukan jumlah penari, dan memilih properti tari.
  3. Dalam peragaan karya tari dengan pola lantai, perlu dibuat rancangan pola lantai terlebih dahulu.
  4. Dalam peragaan tari kelompok pola lantai merupakan bentuk garis-garis di lantai yang dibuat oleh formasi penari.
  5. Pola lantai dalam peragaan tari kelompok dapat tercipta baik bila ada kerja sama yang baik antarpenari, ada kesesuaian gerak antarpenari, ada kesesuaian rasa antarpenari, dan setiap penari menyesuaikan dengan pola lantai yang dibentuk.

Bab VII Mengenal Kerajinan Anyaman

  1. Menganyam adalah kegiatan mengatur bilah atau lembaran-lembaran secara tindihmenindih dan silang-menyilang.
  2. Bahan menganyam antara lain bambu, daun kelapa, daun pandan, kertas, rotan, kulit binatang, dan kulit sintetis.
  3. Mutu karya kerajinan dapat dinilai berdasarkan keindahan, kekuatan, dan kesesuaian antara bahan dan fungsi benda.
  4. Bahan yang tepat untuk membuat anyaman selongsong ketupat yaitu daun kelapa, daun lontar, dan daun pandan.
  5. Anyaman dari bahan kertas hanya sesuai untuk membuat benda hias/pajangan.

Bab VIII Berkarya Anyaman

  1. Bahan alam yang biasa dianyam antara lain daun pandan, daun lontar, daun kelapa, bambu, rotan, dan kulit binatang.
  2. Bahan buatan yang biasa dianyam antara lain kertas, kulit sintetis, kain, pita, dan mika.
  3. Benda pakai yang dibuat dengan teknik menganyam antara lain tudung saji, nyiru, topi, kipas, dan tempat tisu.
  4. Lungsin adalah lajur-lajur atau celah tempat menyelipkan pakan pada anyaman.
  5. Pakan adalah lembaran bahan yang diselipkan pada lungsin secara melintang.

Bab IX Mengapresiasi Keunikan Motif Hias Nusantara

  1. Jenis motif hias menurut sifatnya yaitu motif hias geometris dan motif hias naturalis.
  2. Jenis motif hias menurut temanya antara lain motif hias tumbuhan (fl ora), motif hias binatang (fauna), dan motif hias manusia.
  3. Hiasan kabongo (tanduk kerbau) pada masyarakat Toraja melambangkan status sosial. Semakin banyak kabongo di rumah, semakin tinggi status sosial sebuah keluarga dalam masyarakat.
  4. Motif hias geometris pada benda pakai dikelompokkan menjadi tiga, yaitu motif hias geometris untuk pinggiran (hiasan tepi), motif hias geometris sebagai inti atau bagian yang berdiri sendiri, dan motif hias geometris yang diterapkan sebagai isian dari bagian benda pakai.
  5. Kain poleng bali adalah kain bermotif kotak dengan corak hitam dan putih secara berselang-seling. Kain poleng yang biasa digunakan sebagai sarung pada arca dan gendang.

Bab X Menggambar Suasana Alam Sekitar dan Pameran Karya Seni Rupa

  1. Para seniman dapat membuat lukisan yang sangat realis dan indah karena terbiasa mengamati objek di sekelilingnya dengan saksama.
  2. Bingkai pemandang berupa selembar karton yang bagian tengahnya berlubang persegi empat. Bingkai pemandang berfungsi untuk mengambil sudut pemandangan paling menarik.
  3. Memotret pemandangan alam berbeda dengan melukis pemandangan alam. Memotret ialah membidik pemandangan alam secara apa adanya. Objek akan terekam dan tercetak sama dengan kondisi alam sebenarnya. Sebaliknya, dalam melukis diperbolehkan menambah atau mengurangi objek sehingga lukisan tampak lebih indah dan menarik dibandingkan kondisi pemandangan yang sesungguhnya.
  4. Pameran seni rupa oleh siswa bertujuan melatih siswa memperkenalkan hasil karya sendiri kepada orang lain, melatih siswa berorganisasi, meningkatkan kecintaan dan prestasi dalam bidang seni rupa, serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan.
  5. Dua tahapan yang harus dilalui dalam penyelenggaraan pameran seni rupa yaitu menyiapkan karya dan menata karya dalam bentuk pameran.

Bab XI Mengapresiasi Lagu dan Musik Daerah

  1. Lagu atau musik daerah memiliki persamaan atau perbedaan. Persamaan dan perbedaan itu dapat dilihat dari segi alat musik, syair, atau melodinya.
  2. Musik thek-thek dan musik angklung sama-sama musik bambu. Namun, musik thekthek dan musik angklung memiliki perbedaan dari cara memainkannya. Musik thek-thek dimainkan dengan cara dipukul. Musik angklung dimainkan dengan cara digoyanggoyangkan.
  3. Apresiasi musik merupakan bentuk pengamatan, penilaian, dan penghargaan terhadap karya musik

Bab XII Bermain Musik dan Mementaskan Karya Musik

  1. Alat musik ritmis digunakan untuk memainkan irama lagu. Hal terpenting dalam bermain alat musik ritmis yaitu ketukan harus tetap dan sejalan dengan ketetapan birama.
  2. Alat musik melodis digunakan untuk memainkan melodi lagu. Hal utama dalam bermain alat musik melodis yaitu ketepatan tinggi rendah dalam bermain alat musik melodis yaitu ketepatan tinggi rendah nada dalam lagu secara sempurna.
  3. Teknik bermain alat musik melodis dapat dilakukan dengan cara memainkan berbagai macam tangga nada.
  4. Pianika juga dapat digunakan untuk memainkan akor lagu. Akor adalah susunan tiga nada atau lebih yang terdengar harmonis.

Bab XIII Mengapresiasi Pola Lantai Gerak Tari Nusantara

  1. Bentuk dasar pola lantai ada dua, yaitu garis lurus dan garis lengkung.
  2. Bentuk pengembangan pola lantai garis lurus antara lain pola lantai horisontal,  diagonal, zig-zag, segitiga, dan segi empat.
  3. Bentuk pengembangan pola lantai garis lengkung antara lain pola lantai lingkaran dan angka delapan.
  4. Penciptaan pola lantai karya tari harus menyesuaikan dengan jumlah penari, tempat pertunjukan, dan gerak tari.
  5. Keindahan pola lantai karya tari dapat dilihat dari variasi bentuk, maksud atau makna pola lantai, kesesuaian bentuk pola lantai dengan ruangan, serta kesesuaian bentuk pola lantai dengan gerak.

Bab XIV Mempergelarkan Karya Tari

  1. Keberhasilan dalam menari kelompok dapat dicapai bila penari memahami tema tari, hafal seluruh rangkaian gerak tari, mengetahui dan bisa menempatkan diri sesuai pola lantai, mampu mengekspresikan wajah sesuai dengan isi tarian, dan bekerja sama dengan baik dengan penari-penari yang lain.
  2. Pergelaran karya tari adalah kegiatan mempertunjukkan karya seni tari di depan orang lain.
  3. Langkah-langkah pergelaran karya seni tari meliputi pembuatan rencana/ penyusunan kepanitiaan, persiapan, dan pelaksanaan pergelaran.
  4. Panitia pergelaran bertugas mengatur dan mempersiapkan kelengkapan pergelaran dengan selalu mengadakan koordinasi atau kerja sama antaranggota panitia.
  5. Hal-hal yang perlu dipersiapkan dalam pergelaran karya seni tari yaitu tata rias, tata busana, tata panggung, properti, dan iringan.

Bab XV Mengapresiasi Kerajinan Benda Mainan Beroda

  1. Pada saat pertama kali diciptakan, roda berbentuk kayu gelondongan.
  2. Tujuan pemberian roda pada beberapa perabot yaitu agar mudah dalam me mindahkannya.
  3. Kegunaan model benda antara lain untuk rencana proyek, benda pajangan, dan benda mainan.
  4. Model benda beroda antara lain berupa model sepeda, model becak, dan model mobil balap.
  5. Bahan untuk membuat model benda beroda antara lain kertas, kayu, foam atau gabus, dan kaleng atau botol bekas.

Bab XVI Berkarya Benda Mainan Beroda

  1. Dalam berkarya kerajinan sebaiknya selalu diawali dengan pembuatan gambar rancangan.
  2. Gambar rancangan yang baik ialah gambar rancangan yang jelas dan menarik.
  3. Tujuan pembuatan gambar rancangan yaitu memberikan gambaran bentuk benda dan memberikan informasi bahan yang dibutuhkan.
  4. Gambar rancangan paling sederhana dapat diwujudkan dalam bentuk sketsa.
  5. Sebelum berangkat belanja alat dan bahan untuk berkarya kerajinan, sebaiknya dibuat catatan mengenai kebutuhan alat dan bahan.

Kami harap dengan dibuat suatu rangkuman pelajaran SBK kelas 6 SD seperti diatas akan mempermudah proses belajar kita.

Pustaka Materi adalah website dengan informasi pendidikan untuk siswa dan guru dalam bentuk materi pelajaran, Buku Sekolah Elektronik (BSE) yang dapat didownload gratis, soal latihan, soal ujian dan peraturan tentang pendidikan.

Anda dapat menghubungi atau berpartisipasi dengan kami
Pustaka Materi