Respirasi Pada Manusia Kelas 11 SMA

Thursday, December 8th, 2016 - Biologi, Kelas 11 SMA

Respirasi pada manusia atau pernapasan manusia dapat diartikan sebagai suatu proses pengambilan O2  dari lingkungan luar  ke dalam tubuh dan pelepasan CO2 dari dalam tubuh ke lingkungan yang ditujukan untuk mendapatkan energi. Berikut adalah bagan respirasi pada manusia.

Bagan Respirasi Pada Manusia

Bagan Respirasi Pada Manusia

Dari gambar di atas Anda dapat melihat bahwa udara yang masuk lewat sistem pernapasan akan digunakan untuk proses oksidasi biologi, yaitu proses yang menghasilkan energi dengan memecah molekul yang lebih kompleks menjadi molekul yang lebih sederhana, terutama molekul gula sederhana diuraikan menjadi karbondioksida dan uap air. Energi yang terbentuk dari hasil oksidasi biologi akan digunakan untuk proses-proses aktivitas hidup antara lain untuk bergerak, untuk melakukan pertumbuhan dan perkembangan, proses reproduksi, dan mengatur suhu tubuh serta akvifitas hidup yang lain. Nah, sekarang Anda mengerti bukan mengapa proses respirasi itu penting?

Respirasi Pada Manusia

Proses respirasi ini dapat berlangsung dengan dua cara, yaitu respirasi aerob dan respirasi anaerob.

1. Respirasi Aerob (Oksidasi)

Proses ini merupakan pemecahan molekul dengan menggunakan oksigen, reaksi umumnya sebagai berikut:

C6H12O6 + 6O2  →  6CO2 + 6H2O + 675 kalori

Jika Anda perhatikan reaksi kimia pada proses tersebut menghasilkan energi yang banyak, yaitu sebesar 675 kalori. Pada umumnya dalam keadaan normal manusia menggunakan cara ini.

2. Respirasi Anaerob

Proses ini merupakan pemecahan molekul tidak menggunakan oksigen. Reaksi umumnya sebagai berikut.

C6H12O6 → 2C2H5OH + CO2 + 28 kalori

Pada proses respirasi anaerob terjadi pemecahan molekul yang tidak sempurna, karena masih dihasilkan zat organik sehingga energinya belum terbebaskan semua. Pada proses tersebut hanya terhenti sampai glikolisis dan terbentuk asam laktat, sehingga energi yang dihasilkan sedikit dan dampaknya mengakibatkan kelelahan pada tubuh. Proses ini umumnya terjadi pada organisme tingkat rendah, yaitu pada ragi dan bakteri. Pada organisme tingkat tinggi proses ini hanya berlangsung dalam keadaan darurat, yaitu apabila persediaan oksigen kurang mencukupi. Ini terjadi ketika otot bekerja terlalu keras dan berlebih.

Respirasi dapat berlangsung dalam tiga tahap.

a. Glikobilis

Pada proses glikolisis ini terjadi pengubahan glukosa menjadi asam piruvat.

Reaksi glikolisis adalah sebagai berikut.

C6H12O6 → asam piruvat + 2 ATP + 2 NADH

Reaksi di atas berlangsung di dalam sitoplasma dan bersifat anaerob. Reaksi ini melepaskan energi untuk menghasilkan ATP dan NADH2. Asam piruvat yang dihasilkan dalam proses di atas akan diubah menjadi asetilKoA di dalam mitokondria. Setelah dirubah menjadi asetil-KoA, maka akan masuk ke dalam siklus Krebs.

b. Siklus Krebs

Siklus Krebs merupakan rangkaian reaksi yang mengubah asetil KoA menjadi CO2 dengan melalui proses oksidasi.

Pada reaksi sebelumnya, yaitu reaksi glikolisis telah dihasilkan asam piruvat. Asam piruvat yang terbentuk ini dapat memasuki siklus Krebs, setelah bereaksi dengan NAD+ dan Ko-enzim A membentuk senyawa asetil Ko–A.

c. Rantai Transpor Elektron

Transpor elektron terjadi di dalam mitokondria yang banyak menghasilkan ATP. Reaksi menghasilkan ATP  melibatkan sistem elektron  pembawa. Pada reaksi ini yang berperan penting adalah NADH, FAD, dan molekul-molekul khusus dalam respirasi antara lain Ko-enzim A, flavoprotein, dan sitokrom. Hasil akhir dari reaksi transpor elektron adalah H2O. Reaksi tersebut dapat dituliskan sebagai berikut.

10 NADH + 5 O2 —-> 10 NAD+  + 10 H O + 30 ATP
2 FADH2 + O2     —-> 2 FAD + 2 H2O + 4 ATP

Semoga uraian singkat tentang respirasi pada manusia diatas dapat dipahami dengan baik, selamat belajar.