Sejarah Evolusi Manusia Biologi Kelas 12 SMA

Monday, November 2nd, 2015 - Biologi, Kelas 12 SMA

Sejarah evolusi manusia dimulai dari primata cikal bakal kemudian dalam perkembangannya akan mengalami perubahan dari generasi ke generasi sampai perkembangan yang lebih baik seperti manusia zaman sekarang. Gambar dibawah menjelaskan bahwa sebenarnya manusia bukan berasal dari kera, melainkan antara kera dan manusia memiliki cikal bakal yang sama. Jika Anda melihat fenomena tersebut, maka Anda dapat membayangkan proses evolusi berjalan secara bertahap dalam waktu yang sangat lama.

Sejarah Evolusi Manusia

Sejarah Evolusi Manusia

Sejarah manusia yang berasal dari primata cikal bakal adalah sebagai berikut.

1. Primata

Pada tahun 1871, Charles Darwin menerbitkan bukunya yang berjudul The Descent Of Man yang berisi tentang asal usul manusia. Pendapat Darwin tersebut didasarkan atas adanya hubungan kekerabatan antara manusia dengan primata. Hubungan kekerabatan tersebut juga dapat dilihat antara manusia (Hominidae) dan orang utan (Pongidae). Di antara bentuk persamaan tersebut dapat Anda lihat struktur tubuhnya, antara lain:

  1. mata menghadap ke depan;
  2. memilki kelenjar susu yang terletak di dada;
  3. memiliki struktur, jumlah, dan macam kerangka yang sama;
  4. organ darah mempunyai susunan kimia yang sama;
  5. bentuk rahim dengan tipe simpleks.

Selain persamaan di atas, juga terdapat perbedaan antara keduanya. Perbedaan tersebut dapat Anda lihat pada tabel di bawah ini.

Tabel Perbedaan Antara Manusia (Hominidae) dan Orang Utan (Pongidae)

Agar lebih jelas tentang struktur tubuh di atas, Anda dapat membandingkannya secara langsung. Pergilah ke kebun binatang, kemudian amati struktur tubuh dari orang utan. Hasilnya dapat Anda catat di buku tugas dan kemudian dapat dibuat suatu kesimpulan.

2. Manusia Purba

Fosil manusia purba ditemukan di berbagai tempat. Penemuan tersebut dapat menunjukkan suatu perbandingan dan mengetahui perkembangan evolusi yang terjadi.

Di antara penemuan yang ada adalah sebagai berikut.

a. Manusia Kera Afrika Selatan

Beberapa fosil manusia kera dari Afrika Selatan ditemukan oleh Raymond Dart (1829 – 1924). Beberapa penemuan tersebut antara lain Australopithecus africanus, Paranthropus robustus, Plesianthropus transvelensis. Menurut Raymond Dart, manusia kera Afrika Selatan memiliki karakteristik antara lain:

  1. dapat berdiri tegak dan berjalan dengan dua kaki;
  2. memiliki tinggi badan kurang lebih 1,5 meter;
  3. memiliki volume otak hanya sekitar 450 – 600 cm3;
  4. habitat hidup di tempat terbuka.

b. Manusia Kera Afrika Timur

Fosil ini ditemukan oleh Leakey dan diberi nama Australopithecus boisai yang memiliki ciri-ciri antara lain berbadan lebih kekar, gigi, dan tulang rahang lebih kuat. Penemuan lain adalah jenis Australopithecus habilis yang memiliki ciri-ciri antara lain:

  1. memiliki volume otak yang lebih besar dibandingkan manusia kera Afrika yang lain yaitu ± 650 cm3, sehingga intelegensinya lebih tinggi;
  2. sudah menggunakan alat bantu untuk memotong dari batu.

c. Manusia Jawa

Fosil manusia Jawa ditemukan oleh Eugene Dubois, yang merupakan ahli anatomi dan geologi dari Belanda. E. Dubois menemukan fosil tersebut di daerah Trinil, Jawa Timur pada tahun 1894. Pada tempat yang berbeda ditemukan pula manusia Jawa jenis lain. Penemuan ini dilakukan oleh C.R. Von Koenigswald di daerah Mojokerto dan Sangiran. Hasil penemuan Koenigswald tersebut diberi nama Pithecanthropus erectus.

Manusia Jawa yang ditemukan tersebut memiliki ciri-ciri antara lain:

  1. dapat berdiri dan berjalan dengan dua kaki;
  2. memiliki volume otak kurang lebih 770 – 1000 cm3;
  3. dapat berkomunikasi dengan berbicara;
  4. dapat membuat alat berburu dan menggunakan api;
  5. hidup kurang lebih 500.000 s.d. 300.000 tahun yang lalu.

d. manusia Peking

Penemuan fosil manusia purba dilakukan oleh Davidson Black (Canada) dan Franz Weiden Reich (Amerika) pada tahun 1920. Penemuan manusia purba tersebut berada di Gua Kapur, Peking. Hasil penemuan tersebut diberi nama Sinanthropus pekinensis.

Ciri-ciri manusia Peking tersebut antara lain:

  1. memiliki volume otak yang agak besar yaitu kurang lebih 900–1200 cm3;
  2. diperkirakan hidup sekitar 500.000 tahun yang lalu;
  3. mampu menggunakan senjata dan perkakas dari tulang dan batu;
  4. sudah menggunakan api;
  5. mempunyai kebudayaan yang lebih maju.

e. Homo Sapiens

Penemuan Homo sapiens oleh Eugene Dubois yaitu Homo wajakensis yang ditemukan di desa Wajak, Jawa Timur pada tahun 1889. Spesies ini diperkirakan hidup kurang lebih 40.000 tahun.

 3. Manusia Modern

Manusia modern memiliki ciri-ciri antara lain:

  1. memiliki volume otak ± 1400 – 1500 cm3;
  2. memiliki tinggi badan ± 1,6 m;
  3. memiliki peradaban yang maju;
  4. mempunyai peralatan yang lebih baik;
  5. suka berburu;
  6. sudah terdapat hubungan sosial dan upacara ritual;
  7. diperkirakan hidup sekitar 100.000 – 40.000 tahun yang lalu.

Dari ciri-ciri tersebut, Anda dapat melihat suatu perkembangan terjadi menuju bentuk manusia yang lebih baik.

Tabel Jenis-Jenis Manusia ModernTabel Jenis-Jenis Manusia Modern

Dari penjelasan mengenai berbagai sejarah evolusi manusia tersebut, Anda akan memiliki gambaran tentang perkembangan dari generasi ke generasi sehingga membentuk manusia yang lebih sempurna seperti sekarang. Contoh wajah jenis-jenis penemuan tersebut seperti terlihat pada gambar berikut.

Patung manusia purba

Uraian diatas telah menjelaskan sejarah evolusi manusia dari primata cikal bakal hingga manusia modern.

Pustaka Materi adalah website dengan informasi pendidikan untuk siswa dan guru dalam bentuk materi pelajaran, Buku Sekolah Elektronik (BSE) yang dapat didownload gratis, soal latihan, soal ujian dan peraturan tentang pendidikan.

Anda dapat menghubungi atau berpartisipasi dengan kami
Pustaka Materi