Sikap Kepahlawanan dan Patriotisme

Monday, December 7th, 2015 - IPS, Kelas 4 SD

Sikap kepahlawanan dan patriotisme dapat diketahui dari para veteran perang yang masih hidup. Veteran adalah orang-orang yang pernah menjadi prajurit perang pada masa perjuangan. Banyak di antara para veteran kehilangan anggota tubuh pada waktu mereka berperang. Akan tetapi mereka tidak menyesal, justru sangat bangga dengan pengorbanan yang diberikan pada bangsa dan negara. Itulah salah satu sikap pahlawan yaitu rela berkorban.

Sikap Kepahlawanan dan Patriotisme

A. Pentingnya Sikap Kepahlawanan dan Patriotisme dalam Kehidupan Sehari-hari

Pernahkah kalian mendengar kata pahlawan? Kalau kalian pernah mendengar, tahukah apa maksudnya? Pahlawan adalah orang yang rela berkorban demi kepentingan orang lain, demi kepentingan nusa dan bangsa. Contohnya adalah pahlawan-pahlawan kemerdekaan Indonesia. Demi menegakkan kemerdekaan mereka rela berkorban apa saja, baik harta benda, tenaga, pikiran, waktu bahkan keluarga dan nyawa sekalipun mereka korbankan.

Kita ambil contoh nama-nama pahlawan bangsa seperti Pattimura dari Maluku, Tuanku Imam Bonjol dari Sumatra Barat, Pangeran Antasari dari Kalimantan, Teuku Umar dari Aceh, dan Gusti Ktut Jelantik dari Bali. Para pahlawan itu dengan gigih, ulet dan sabar memimpin pasukannya untuk menentang penjajahan. Modalnya adalah tekad yang membaja untuk melepaskan diri dari kekejaman penjajah yang dibuktikan dengan kerelaan untuk berkorban serta keberanian untuk bertindak.

Kepahlawanan adalah perihal sifat-sifat pahlawan dan keberanian. Setiap orang hendaklah mempunyai jiwa kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari. Arti dari patriotisme ialah kecintaan dan dukungan setia seseorang terhadap negaranya. Berarti, setiap pahlawan pasti mempunyai jiwa patriotisme tersebut. Dengan jiwa patriotisme, terciptalah persatuan dan kesatuan  suatu bangsa.

Setiap warga negara wajib memiliki jiwa kepahlawanan dan patriotisme dalam kehidupan sehari-hari. Jiwa kepahlawanan dan patriotisme tidak harus diwujudkan dalam bentuk peperangan atau melawan penjajah seperti para pendahulu kita. Akan tetapi, bisa ditunjukkan dalam perilaku dalam lingkungan masyarakat yang lebih luas.

B. Rela Berkorban dalam Kehidupan Sehari-hari

Rela berkorban adalah sikap yang tulus dan ikhlas memberikan dan mengorbankan dari sebagian yang kita miliki untuk kepentingan orang lain. Sikap itulah yang dimiliki oleh para pahlawan bangsa kita dalam membela tanah airnya. Kita juga harus bisa menunjukkan sikap rela berkorban.

Lisna Dan Keluarganya

Lisna adalah seorang anak kelas IV Sekolah Dasar Bina Pelajar. Ayahnya sudah lama meninggal dunia. Seharihari dia membantu ibunya berjualan makanan di depan rumahnya.

contoh sikap rela berkorban dalam kehidupan sehari-hariPada suatu hari ketika pulang sekolah Lisna bertemu dengan anak seusianya sedang mengayuh sepeda. Lisna merasa mengenal sepeda merah itu miliknya. Tapi siapa dia? Lisna heran, untuk itu dia cepat-cepat pulang dan segera menemui ibunya. Kata ibunya anak itu bernama Silva. Silva menumpang di rumah mereka karena rumah yang ditempatinya terkena musibah kebakaran sehingga barangbarangnya habis semua.

Ketika Silva datang dari pasar disuruh ibunya belanja, kedua anak itu saling berkenalan. Dalam hati, Lisna merasa kasihan. Akan tetapi keluarga Lisna juga sangat memprihatinkan. Rumahnya sempit, penghasilan ibunya pas-pasan. Namun ternyata Silva masih diterima menumpang.

Ibu Lisna memang berhati mulia. Malam hari ketika selesai makan bersama, ibu meminta Lisna agar membagi sebagian pakaian dan buku-bukunya untuk Silva. Lisna hanya menurut saja. Padahal jumlah pakaian Lisna tidak lebih dari 10 potong dan buku-bukunya juga sangat terbatas.

Lisna melaksanakan apa yang disarankan ibunya. Dalam hati dia masih bersyukur bisa hidup dengan ibunya dan diberikan kesehatan, cukup biaya, dan bahagia.

Pesan dari cerita di atas adalah sebagai berikut.

  • Rela berkorban untuk kepentingan orang lain.
  • Mau menolong dan memberikan sebagian yang dimiliki walaupun dalam kondisi yang terbatas juga.
  • Selalu bersyukur terhadap semua yang dimiliki dan diberikan Tuhan kepada kita.

C. Tokoh-tokoh Pahlawan Nasional Indonesia

Banyak sekali pahlawan baik yang kita kenal maupun yang tidak kita kenal dalam usaha membela bangsa dan negara. Ada pahlawan-pahlawan yang bersifat kedaerahan maupun yang sudah mengarah kepada cita-cita Indonesia merdeka. Semuanya mempunyai tujuan yang sama yaitu membebaskan bangsa dan negara  dari penindasan, kebodohan, dan penjajahan.

1. Sultan Hasanuddin dari Gowa, Makassar

sultan hasanuddin dari gowaSultan Hasanuddin sangat gagah berani dalam melawan VOC. Meskipun seorang raja, beliau berani mengorbankan seluruh hidup, kesenangan, serta kemewahannya untuk membela kehormatan bangsa dan negaranya. Beliau membela kehormatan negara dan mempertahankan setiap jengkal tanah airnya dengan tetesan darah.

Untuk para pelaut Makassar yang gagah berani, beliau mempunyai semboyan “Kualleeyangngi Tallanga Na Towalia” artinya “Aku memilih tenggelam dari pada balik kembali”. Para pelaut Makassar yang gagah berani pantang kembali sebelum tujuan tercapai.

2. Tuanku Imam Bonjol

biografi tuanku imam bonjolTuanku Imam Bonjol adalah seorang  yang sangat arif dan bijaksana. Beliau imam dalam segala hal yaitu imam dalam bidang agama, imam dalam berbagai segi kehidupan, imam dalam soal pidato (khotbah) dan peradilan, serta sengketa yang bisa menyenangkan semua pihak.

Beliau sangat cerdas, melawan penjajah dengan dasar pengembangan agama dan penuh keyakinan serta semangat bergelora. Taktik yang dipakai adalah meruntuhkan mental lawan untuk mempertahankan benteng kekuatannya.

3. Cut Nyak Din

cut nyak dienCut Nyak Din adalah pahlawan wanita dari Aceh. Perjuangannya sangat bernilai dalam mengangkat derajat kaum wanita. Beliau teguh pendiriannya, mencurahkan tenaga dan pikiran serta seluruh hidupnya bagi kejayaan bangsa, negara dan agama. Cut nyak Din mendampingi Teuku Umar dalam mengusir kaum penjajah. Mengorbankan jiwa, raga, dan harta benda untuk kemerdekaan bangsa, agama dan tanah air.

D. Menghargai Jasa Pahlawan Bangsa

Kita selalu memperingati hari-hari besar yang terkait dengan kepahlawanan. Salah satunya, setiap tanggal 2 Mei kita selalu memperingati Hari Pendidikan Nasional untuk mengenang jasa Ki Hajar Dewantara yang berjuang melawan penjajah sambil menegakkan pendidikan.

daftar pahlawan nasionalSetiap tanggal 20 Mei kita memperingati Hari Kebangkitan Nasional untuk mengenang berdirinya pergerakan Budi Utomo yaitu organisasi yang pertama kali yang mencetuskan Indonesia Merdeka dalam salah satu tujuan pergerakannya.

Setiap tanggal 10 November kita memperingati Hari Pahlawan untuk mengenang jasa pahlawan yang telah gugur dalam peperangan tanggal 10 November di Surabaya.

Selain memperingati hari-hari besar tersebut, kita perlu berziarah ke makam pahlawan, mengunjungi para veteran, dan tempat-tempat bersejarah. Dalam menghormati dan menghargai jasa pahlawan bangsa, kita tidak hanya mengingat dan mengenangnya saja. Akan tetapi, kita harus mengamalkan sikap para pahlawan dalam kehidupan sehari-hari antara lain rela berkorban untuk kepentingan orang lain, mau menolong orang lain meskipun dalam keadaan terbatas, berani membela yang lemah, berani berkata jujur dalam keadaan apapun, serta kesetiaan terhadap negara sehingga bisa membina jiwa persatuan dan kesatuan.

E. Sikap Bersedia Menerima Kekalahan dengan Jiwa Besar

Apa yang dimaksud jiwa besar? Jiwa besar berarti mempunyai hati yang tulus dan ikhlas dalam melaksanakan dan menerima sesuatu kejadian. Hal itu dimaksudkan untuk membuat seseorang menjadi kuat dan tidak lekas putus asa. Dengan jiwa besar biasanya seseorang mau belajar dari kegagalan dan kekalahan untuk memperbaiki diri.

Baskara Mengikuti Lomba Lukis

Baskara adalah siswa kelas IV SD Permata Hati. Ia juara I lomba lukis Porseni tingkat kecamatan sehingga Baskara diunggulkan untuk mengikuti lomba lukis pada Porseni tingkat kabupaten. Baskara merasa dirinya paling baik, karena waktu lomba di tingkat kecamatan ia lebih unggul dari lawan-lawannya.  Itu terbukti dengan hasil perolehan nilai dari dewan juri, lukisan Baskara jauh di atas lawanlawannya sehingga Baskara merasa santai.

sikap bersedia menerima kekalahan dengan jiwa besarBaskara tentu saja ditegur oleh kedua orang tuanya serta guru pembimbingnya. Mereka menyarankan agar Baskara selalu berlatih agar mendapatkan hasil yang memuaskan.

Ketika lomba dimulai, Baskara merasa kurang percaya diri, melihat lawan-lawannya kelihatan siap dan percaya diri. Apa yang dikhawatirkannya terjadi. Ia tidak memperoleh peringkat sama sekali, bahkan perolehan nilai dari dewan juri sangat rendah. Ternyata lawanlawan Baskara mampu membuat lukisan yang jauh lebih bagus.

Baskara kecewa, malu, dan menyesal karena selama ini ia tidak pernah berlatih. Bahkan ia memandang ringan kepada orang lain dan merasa dirinya paling baik.

Akan tetapi Baskara segera menyadari bahwa kekalahannya bukan dari siapa-siapa, tetapi dari dirinya sendiri. Dalam hati Baskara berjanji bahwa lain kali ia akan memperbaiki diri dengan selalu mematuhi nasihat orang tuanya, gurunya dan tidak akan menyepelekan orang lain. Baskara mengakui bahwa lawan-lawannya lebih baik, lebih disiplin dan lebih siap.

Pesan dari cerita di atas adalah sebagai berikut.

  • Keterampilan dan kepandaian harus selalu dilatih dan dikembangkan.
  • Tidak boleh menyepelekan dan memandang rendah kepada orang lain.
  • Mau menerima dan mengakui kekalahan dengan jiwa besar dan tidak boleh merasa iri dan dengki.
  • Selalu mematuhi nasihat orang tua dan guru serta mau mendengarkan kata-kata orang lain yang lebih tahu.

Selamat belajar, semuaga uraian materi “Sikap Kepahlawanan dan Patriotisme” diatas mudah dipahami.

Pustaka Materi adalah website dengan informasi pendidikan untuk siswa dan guru dalam bentuk materi pelajaran, Buku Sekolah Elektronik (BSE) yang dapat didownload gratis, soal latihan, soal ujian dan peraturan tentang pendidikan.

Anda dapat menghubungi atau berpartisipasi dengan kami
Pustaka Materi