Tata Cara Melaksanakan Penelitian Ilmiah

Thursday, February 18th, 2016 - Biologi, Kelas 10 SMA

Tata cara melaksanakan penelitian ilmiah. Setelah dugaan sementara dirumuskan dan semua tahap perencanaan sudah dilakukan, tahap berikutnya adalah membuktikan hipotesis yang dirumuskan itu benar atau tidak. Pelaksanaan penelitian berfungsi untuk menguji hipotesis yang diajukan dengan didukung oleh bukti empiris yang cukup dari hasil percobaan. Contoh hipotesis ialah adanya pengaruh pemberian pupuk urea terhadap morfologi tanaman kacang tanah. Penelitian yang dilakukan adalah memberikan pupuk urea terhadap tanaman kacang tanah. Akibat yang muncul dari pemberian pupuk urea tersebut dapat diamati. Dalam melakukan penelitian ini, seorang peneliti dihadapkan pada pertanyaan sebagai berikut.

  1. Berapa jumlah pupuk urea yang diberikan pada setiap tanaman?
  2. Berapa umur tanaman yang dijadikan objek penelitian?
  3. Jenis kacang tanah apa yang digunakan dalam penelitian?

Tata Cara Melaksanakan Penelitian Ilmiah

1. Taraf Perlakuan

Pertanyaan tentang ”Berapa jumlah pupuk urea yang diberikan pada setiap tanaman?” merupakan pertanyaan tentang dosis suatu perlakuan. Variabel bebas merupakan variabel yang dapat ”direntangkan” dari suatu dosis ke dosis yang lain. Biasanya, rentangan itu dimulai dari konsentrasi nol ke dosis yang semakin lama semakin meningkat.

Konsentrasi nol (tanpa pemberian pupuk urea) dalam penelitian ini dikenal sebagai kelompok kontrol, sedangkan objek yang diberi perlakuan dikenal sebagai kelompok perlakuan. Banyaknya perlakuan ada 3, 5, atau 10 tingkatan.

Antara dosis pertama dengan dosis berikutnya hendaknya meningkat secara tetap dan sebaiknya dilakukan uji coba terlebih dahulu atau membaca petunjuk pada label jika variabel bebasnya berupa kemasan yang mengandung petunjuk pemakaian.

Tata Cara Melaksanakan Penelitian IlmiahJumlah dan Tingkatan Perlakuan

2. Pengendalian Faktor Lain

Jika di dalam suatu penelitian akan dibuktikan pengaruh pemberian pupuk urea, pengaruh faktor lain harus dikendalikan. Caranya adalah dengan memberikan faktor tersebut kepada semua kelompok perlakuan secara sama. Karena sama, pengaruhnya terhadap semua kelompok juga sama, misalnya, pemberian air, banyaknya tanah, besarnya pot, jenis kacang tanah, dan berapa kali harus dipupuk. Semuanya harus sama untuk setiap perlakuan. Dengan kata lain, semua faktor harus diperlakukan sama, kecuali variabel bebas.

3. Pengulangan

Mengurangi kesalahan perlakuan yang sama harus diulang pada individu atau kelompok yang lain. Jumlah individu atau kelompok yang diberi perlakuan yang sama tersebut dinamakan sampel.

Dalam penelitian, sampel akan dianggap cukup jika setiap perlakuan dikenakan terhadap minimal 5 individu. Ini berarti, setiap perlakuan diulang lima kali dalam penelitian tersebut.

Di dalam sebuah penelitian, semakin banyak ulangan (berarti semakin besar jumlah sampel), semakin akurat hasilnya.

Penelitian memerlukan pengamatan dan pengukuran

4. Pengukuran

Penelitian memerlukan pengamatan dan pengukuran agar diperoleh data kuantitatif yang akurat. Alat ukur yang digunakan harus standar dan sesuai. Misalnya, untuk mengukur tinggi tanaman dapat digunakan meteran, tetapi untuk mengamati klorofil daun, digunakan mikroskop. Hasil pengamatan dan pengukuran dinamakan data. Untuk selanjutnya, data tersebut  dicatat secara runtut dan terperinci, kemudian dilanjutkan dengan analisis data.

Mengomunikasikan Hasil Penelitian Ilmiah

Termasuk di dalam pekerjaan pengomunikasian hasil penelitian adalah pengolahan data melalui suatu proses analisis data, kemudian melakukan pembahasan dari hasil analisis yang diperoleh dan menyajikannya dalam bentuk diagram, grafik, atau tabel agar mudah dipahami oleh pembaca dan diakhiri dengan penarikan kesimpulan. Setelah itu, tahap berikutnya adalah mempublikasikan hasil penelitian tersebut dalam bentuk jurnal, buku, majalah, atau seminar.

1. Menganalisis Data

Analisis data merupakan pekerjaan yang rumit. Jika dianalisis secara tuntas dan menyeluruh, diperlukan alat analisis yang berupa statistik. Untuk siswa SMA yang baru berlatih penelitian, tidak perlu melakukan uji statistik. Data yang diperoleh dianalisis secara sederhana dengan cara dicatat, kemudian dicari rata-ratanya tiap perlakuan, selanjutnya ditampilkan dalam bentuk grafik. Hasil rata-rata tersebut dijadikan pedoman untuk menarik kesimpulan.

2. Menarik Kesimpulan

Penarikan kesimpulan dilakukan atas dasar pembahasan yang menyeluruh terhadap hasil penelitian. Dalam pembahasan, hasil penelitian dibandingkan dengan landasan teori yang telah disusun melalui studi kepustakaan. Ada dua kemungkinan kesimpulan. Pertama, hipotesis diterima yang berarti hasil penelitian sesuai dengan dugaan sementara. Kemungkinan kedua, hipotesis ditolak yang berarti hasil penelitian tidak sesuai dengan dugaan sementara.

Penelitian yang baik tidak ditentukan oleh diterima atau tidaknya hipotesis. Semua hasil penelitian baik dan layak dipublikasikan jika dilakukan sesuai dengan prosedur ilmiah.

3. Mempublikasikan Hasil

Contoh Laporan Penelitian

Judul:
Pengaruh pemberian pupuk urea terhadap morfologi tanaman kacang tanah

Permasalahan:
Adakah pengaruh pemberian pupuk urea terhadap morfologi tanaman kacang tanah?

Kerangka Berpikir:
Pupuk urea sangat bermanfaat untuk pertumbuhan tanaman karena mengandung unsur-unsur penting yang dibutuhkan oleh tanaman. Jika tanaman diberi pupuk urea yang sesuai dengan kebutuhannya, tanaman kacang tanah dapat tumbuh dengan subur. Hal ini dapat diamati pada morfologi tanaman seperti tinggi tanaman  jumlah daun.

Variabel:
Variabel bebas : jumlah pupuk urea yang diberikan pada tanaman kacang tanah.
Variabel terikat : morfologi tanaman kacang tanah seperti tinggi.
Variabel kontrol: tanah, air, dan suhu.

Alat dan Bahan:

  1. pot,
  2. polybag kecil,
  3. cetok,
  4. pupuk urea,
  5. sendok,
  6. biji kacang tanah,
  7. air,
  8. pupuk organik (kompos),
  9. pasir, dan
  10. tanah.

Langkah-Langkah Penelitian:

  1. Menyiapkan polybag kecil untuk 3 perlakuan dan 1 kontrol. Masing-masing 5 kali pengulangan. Jadi, jumlahnya 20 polybag.
  2. Tiap-tiap polybag diisi dengan kerikil di bagian bawah, ditambah campuran pupuk organik dan pasir dengan perbandingan 1 : 1.
  3. Menyiapkan biji kacang tanah.
  4. Memasukkan satu biji kacang tanah ke dalam tiap-tiap polybag.
  5. Setelah tanaman berumur 1 minggu, berilah pupuk urea ke dalam polybag dengan jumlah yang berbeda untuk setiap perbedaannya.
    Perlakuan 1 : 5 gram urea dengan 5 kali pengulangan.
    Perlakuan 2 : 10 gram urea dengan 5 kali pengulangan.
    Perlakuan 3 : 15 gram urea dengan 5 kali pengulangan.
  6. Ukurlah tinggi tanaman pada tiap-tiap perlakuan.
  7. Letakkan polybag yang berisi kacang tanah tersebut di tempat yang mendapatkan sinar matahari.
  8. Siramlah setiap hari, pagi dan sore, dan hindarkan dari gangguan penyakit.
  9. Apakah ada perbedaan tinggi tanaman antara perlakuan 1 sampai perlakuan 3?
  10. Bagaimana jika tinggi tanaman dibandingkan dengan kontrol? Apakah ada perbedaan?
  11. Buatlah grafik perbandingan?
  12. Tariklah suatu kesimpulan!

Semoga tata cara melaksanakan penelitian ilmiah diatas mudah dimengerti.

Pustaka Materi adalah website dengan informasi pendidikan untuk siswa dan guru dalam bentuk materi pelajaran, Buku Sekolah Elektronik (BSE) yang dapat didownload gratis, soal latihan, soal ujian dan peraturan tentang pendidikan.

Anda dapat menghubungi atau berpartisipasi dengan kami
Pustaka Materi