Zat Warna Tekstil Alam

Thursday, January 28th, 2016 - Kelas 10 SMK, SMK Kriya Tekstil

Zat warna alam (natural dyes) adalah zat warna yang diperoleh dari alam/tumbuh-tumbuhan baik secara langsung maupun tidak langsung. Agar zat pewarna alam tidak pudar dan dapat menempel dengan baik, proses pewarnaannya didahului dengan mordanting yaitu memasukkan unsur logam ke dalam serat  (Tawas/Al).

Bahan Zat Warna Tekstil Alam

Bahan pewarna alam yang bisa digunakan untuk tekstil dapat diambil pada tumbuhan bagian Daun, Buah, Kuli kayu, kayu atau bunga.

Zat Warna Tekstil AlamData tanaman alam dan warna yang dihasilkan

Tumbuhan penghasil warna alam selain tersebut di atas, sampai saat ini sudah ditemukan sekitar 150 jenis tumbuhan yang diteliti oleh Balai Besar Kerajinan dan Batik Yogyakarta. Tanaman lain diantaranya: Morinda citrifolia (Jawa: pace, mengkudu, Hawai: noni), menghasilkan warna merah dari kulit akar, warna soga dihasilkan oleh tiga jenis tanaman yang digabungkan atau diekstrak bersama-sama antara Ceriops condolleana      (Jawa: tingi), Pelthopherum pterocarpum (Jawa: jambal) dan Cudrania javanensis (Jawa: tegeran) dicampur menjadi satu, dengan perbandingan 4:2:1 yang berasal dari kayu atau kulit kayunya.

Ada tiga tahap proses pewarnaan alam yang harus dikerjakan yaitu: proses mordanting (proses awal/pre-treatment), proses pewarnaan (pencelupan), dan proses fiksasi (penguatan warna).

Proses mordanting (proses awal/pre-treatment)

Mordanting Kain Sutera

Resep :

500 gram kain sutera
100 gram tawas
15 liter air

Prosedur mordanting :

  • Kain sutera ditimbang.
  • Tawas dilarutkan dalam air sambil di aduk-aduk sampai larut sempurna dengan dipanaskan sampai 60º C.
  • Kain sutera dimasukkan ke dalam larutan tawas yang sebelumnya kain dibasahi dengan air biasa dan diperas, suhu dipertahankan stabil ± 60º C.
  • Pemanasan dilanjutkan dengan api kecil sampai 1 jam.
  • Api dimatikan dan didiamkan dalam larutan hingga 24 jam.
  • Sutera diangkat dan cuci bersih keringkan, seterika.

Untuk Kain Katun

Resep :

500 gram kain katun
100 gram tawas
30 gram soda abu

Prosedur mordanting katun:

  • Tawas dan soda abu dilarutkan dalam 15 liter air, panaskan sampai mendidih.
  • Kain dimasukkan ke dalam larutan mordan yang sebelumnya dibasahi dengan air dan diaduk-aduk selama 1 jam.
  • Api dimatikan dan didiamkan dalam larutan hingga 24 jam.
  • Diangkat dan cuci bersih (tanpa sabun atau tambahan lainnya) keringkan dan seterika.

Proses Pewarnaan (Pencelupan) Tekstil Dengan Zat Warna Alam

Sebelum dilakukan pewarnaan, bahan zat warna alam seperti kayu, kulit kayu atau biji dilakukan proses ekstraksi dengan perebusan.

Ekstraksi bahan pewarna alam:

  • Bahan dari biji, contohnya Bixa orellana (somba) sebanyak 250 gram ditambah air 5 liter air abu atau soda abu 2 gram hingga PH 7,5–9. Direbus bersama–sama selama 1 jam, disaring dan siap untuk
    mewarnai kain.
  • Untuk bahan dari kayu: secang, tingi, tegeran, atau yang lainnya, 1 kg kayu/bahan pewarna ditambah 5 liter air rebus selama 1 jam, saring dan siap untuk mewarnai.
  • Untuk daun: 1 kg daun (Alpukat, jambu biji, puring, dsb) ditambah air 6 liter, rebus 1 jam atau sampai air menjadi 4,5 liter, saring dan siap untuk mewarnai.

Langkah pewarnaan sebagai berikut:

  • Kain yang telah dimordan, dilakukan pengikatan untuk teknik ikat celup atau pembatikan terlebih dahulu kemudian dicelupkan ke dalam larutan TRO 1 gram / liter dan tiriskan.
  • Masukkan kain ke dalam larutan ekstraksi zat warna, sambil dibolak-balik sampai rata dan direndam selama 15 menit.
  • Kain diangkat dan tiriskan, kemudian buka ikatannya untuk teknik ikat, keringkan dengan posisi melebar diangin-anginkan sampainkering. Pewarnaan diulang minimal 3 kali celupan.

Proses fiksasi (penguat warna)

Ada 3 jenis bahan fiksasi yang sering digunakan karena aman penggunaannya terhadap lingkungan, bahan fiksasi selain menguatkan ikatan zat warna alam dengan kain juga sangat  menentukan arah warna yang berbeda. Tawas menghasilkan warna muda sesuai warna aslinya, kapur menengah atau arah kecoklatan, tunjung arah yang lebih tua atau mengarah ke warna hitam. Adapun Resep fiksasi sebagai berikut:

  • Tawas 50 gram/liter air
  • Kapur 50 gram/liter air
  • Tunjung 5 -10 gram/liter air

Cara fiksasi :

  • Menimbang tawas 50 gram untuk dilarutkan ke dalam 1 liter air.
  • Apabila ingin membuat 3 liter larutan tawas maka timbang 50 gram x 3 = 150 gram tawas.
  • Letakkan larutan ini ke dalam ember plastik. Begitu juga untuk kapur dan tunjung dengan cara yang sama
  • Kain yang sudah diwarna dan sudah dikeringkan, masukkan kedalam larutan tawas atau kapur atau tunjung kurang lebih 7,5 menit untuk tawas dan kapur, dan untuk tunjung 3 menit.
  • Setelah itu cuci sampai bersih dan keringkan.
  • Untuk pencucian lebih bersih  bisa direbus dengan air suhu 60º C dengan ditambah sabun Attack atau TRO selama 10 menit, cuci lagi dengan air dingin.
  • Keringkan ditempat teduh dan seterika.

Keterangan: Pelepasan lilin batik menggunakan zat warna alam menggunakan soda abu sebagai alkalinya, tidak menggunakan waterglass.

Pustaka Materi adalah website dengan informasi pendidikan untuk siswa dan guru dalam bentuk materi pelajaran, Buku Sekolah Elektronik (BSE) yang dapat didownload gratis, soal latihan, soal ujian dan peraturan tentang pendidikan.

Anda dapat menghubungi atau berpartisipasi dengan kami
Pustaka Materi